Studi Eksperimental Penambahan Zat Aditif Anti Stripping Agent pada Kinerja Campuran Aspal Karet (AC-WC)
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v4i4.4480Keywords:
Laston, Anti Stripping, Wetfix- BEAbstract
Penelitian ini membahas pengaruh penambahan zat aditif terhadap campuran aspal karet (AC-WC) serta bagaimana stabilitas campuran berubah dengan penggunaan Anti Stripping Agent Wetfix BE. Variasi yang digunakan mencakup kadar aspal rencana 4,5%, 5%, 5,5%, dan 6%, serta kadar Wetfix BE sebesar 0,25%, 0,3%, 0,35%, dan satu campuran tanpa aditif pada lapisan Laston AC-WC. Data primer diperoleh melalui percobaan langsung di lokasi penelitian yang meliputi pemeriksaan karakteristik bahan, penentuan Kadar Aspal Optimum, dan pelaksanaan uji Marshall. Data sekunder dikumpulkan dari instansi terkait untuk memperkuat analisis dan membandingkan hasil pengujian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar aspal optimum untuk lapis permukaan AC-WC dengan aspal penetrasi 60/70 diperoleh sebesar 6,0%. Penggunaan Wetfix BE direkomendasikan pada kadar 3,5% karena dinilai mampu meningkatkan performa campuran aspal karet, terutama melalui peningkatan stabilitas. Pada pengujian Marshall, pembacaan nilai flow harus dilakukan secara teliti karena kesalahan pengukuran tidak dapat diperbaiki akibat kerusakan benda uji setelah proses penekanan. Untuk kondisi lalu lintas dengan beban berat, penggunaan Wetfix BE pada kadar 3,5% dianggap paling sesuai karena dapat meningkatkan ketahanan campuran AC-WC. Namun, penelitian ini juga menunjukkan bahwa pada kondisi tertentu, penambahan zat aditif justru dapat menurunkan stabilitas, sehingga pemilihan kadar aditif perlu disesuaikan dengan karakteristik material dan kebutuhan perkerasan.
Downloads
References
Aminsyah, M. (2014). Studi eksperimental penambahan zat aditif anti stripping pada kinerja campuran aspal beton (AC-WC). Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan, 2(4), 642–647.
Badan Litbang. (2021). Laporan perkembangan penelitian aspal karet nasional. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Basuki, R. (2021). Pemanfaatan karet alam sebagai bahan modifikasi aspal untuk peningkatan kualitas perkerasan. Jurnal Infrastruktur Jalan, 12(2), 115–124.
Bina Marga. (2022). Direktorat Jenderal Bina Marga: Aspal karet alam padat.
Dewi, A. P. (2021). Analisis karakteristik campuran AC-WC dengan penambahan anti stripping agent pada berbagai kadar. Jurnal Teknik Sipil Nusantara, 9(1), 45–56.
Direktorat Jenderal Bina Marga. (2018). Spesifikasi umum Bina Marga tahun 2018 (Revisi 2) untuk pekerjaan konstruksi jalan dan jembatan (pp. 1–1036).
Hanafiah, M. (2020). Kerusakan dini pada perkerasan lentur dan faktor penyebabnya. Jurnal Rekayasa Transportasi, 7(3), 201–210.
Hermanto, D. (2020). Pengaruh penggunaan Wetfix BE terhadap peningkatan adhesi aspal–agregat. Jurnal Transportasi dan Jalan Raya, 14(1), 33–42.
Jaya, B., Anwar, R., & Yasruddin, D. (2013). Pengaruh bahan tambahan anti stripping pada campuran aspal panas Hot Rolled Sheet Wearing Course yang menggunakan agregat lokal. Jurnal Teknologi Berkelanjutan, 2(2), 73–83.
Kurniawan, R. (2021). Evaluasi kinerja perekat anti stripping untuk campuran beraspal panas. Media Teknik Sipil, 18(4), 289–298.
Mulyono, T. (2018). Perencanaan dan konstruksi jalan modern. Andi Offset.
Prasetyo, W. (2019). Kegagalan struktural perkerasan lentur akibat komposisi campuran yang tidak sesuai. Jurnal Teknologi Bahan Jalan, 6(2), 98–107.
Pravianto, W. (n.d.). Alam padat asli Indonesia (pp. 1–12).
PUPR. (2022). Laporan pelaksanaan program pembelian karet SIR 20. Direktorat Jenderal Bina Marga.
Putra, B. (2020). Tantangan penggunaan lateks pekat sebagai bahan modifikasi aspal. Jurnal Polimer Indonesia, 5(1), 55–64.
Rahman, F. (2021). Keunggulan perkerasan lentur sebagai prasarana jalan di wilayah tropis. Jurnal Infrastruktur Indonesia, 10(2), 77–86.
Rizal, R. S., Susilowati, A., & Susanto, H. (2019). Kajian penggunaan Wetfix BE pada beton aspal campuran panas bergradasi Superpave. Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Terapan, 5(2), 66–74.
Saputra, H. (2020). Studi variasi kadar aditif pada campuran AC-WC modifikasi. Jurnal Material Konstruksi, 11(3), 150–162.
Simanjuntak, R. A., & Radam, I. F. (2021). Pengaruh penambahan bahan aditif anti stripping terhadap kinerja campuran aspal. Jurnal Rivet, 1(2), 99–108.
Studi, P., Dharma, T. S., Studi, P., Sipil, T., Lambung, U., & Marshall, S. (2021). Pengaruh penambahan limbah plastik terhadap karakteristik campuran aspal AC-WC. Jurnal Rivet, 1(2), 80–90.
Sukirman, S. (2007). Perkerasan lentur jalan raya. Nova.
Sukirman, S. (2018). Perkerasan lentur jalan raya. Nova.
Sukirman, S. (2019). Peran jalan raya dalam pembangunan ekonomi daerah. Jurnal Transportasi Indonesia, 8(1), 1–12.
Sunarjono, S. (2017). Pengaruh kualitas adhesi terhadap ketahanan perkerasan. Jurnal Rekayasa Sipil, 13(2), 85–94.
Supriadi, T., Syafaruddin, A., & Heri, A. (2018). Perkerasan campuran aspal AC-WC terhadap sifat penuaan aspal. Jurnal Teknik Sipil, 2, 1–15.
Susilowati, A., & Wiyono, E. (2017). Penggunaan bahan anti stripping untuk campuran beton aspal. Jurnal Poli-Teknologi, 16(1), 45–54.
Tamin, O. Z. (2020). Transportasi darat sebagai penggerak konektivitas dan ekonomi nasional. Jurnal Logistik dan Transportasi, 6(1), 14–27.
Wahyudiono, H., Sudjati, S., Winarno, B., & Budi, K. C. (2020). Modifikasi Laston AC-WC menggunakan limbah bongkaran beton. Jurnal Teknika, 12(1), 33–40.
Widodo, J. (2017). Tinjauan teknis perkerasan kaku dan perkerasan lentur pada pembangunan jalan. Jurnal Teknik Sipil Terapan, 4(2), 66–75.
Widodo, S., & Sulandari, E. (n.d.). Penggunaan bahan additive anti stripping agent terhadap keawetan campuran Lataston (HRS-WC). Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura, 2(2), 1–11.
Widyatmoko, I. (2018). Teknologi pravulkanisasi karet alam untuk modifikasi aspal. Jurnal Teknologi Polimer, 9(2), 88–97.
Yulianto, A. (2019). Metode uji Marshall untuk evaluasi campuran beraspal. Jurnal Pengujian Material Jalan, 3(1), 25–34.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Ahmad Saputra, Sazuatmo Sazuatmo, Elsa Rati Hariza

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















