Peran Pemerintah dan Kebijakan Pendidikan Perbandingan dengan Negara Lain

Authors

  • Tri Rahayu Setya Ningrum Universitas Muhammadiyah Bengkulu
  • Yoni Edwar Universitas Muhammadiyah Bengkulu
  • Ari Isnu Wibowo Universitas Muhammadiyah Bengkulu
  • Sularni Sularni Universitas Muhammadiyah Bengkulu
  • Adi Asmara Universitas Muhammadiyah Bengkulu
  • Kashardi Kashardi Universitas Muhammadiyah Bengkulu

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v4i4.4280

Keywords:

Kebijakan Pendidikan, Peran Pemerintah, Perbandingan Internasional, Kurikulum Merdeka, Tata Kelola Pendidikan

Abstract

Perubahan sosial, ekonomi, dan teknologi yang cepat pada abad ke-21 menuntut setiap negara untuk memperkuat kebijakan pendidikan agar mampu menghasilkan sumber daya manusia yang adaptif, kompetitif, dan literat teknologi. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran pemerintah dalam kebijakan pendidikan melalui perspektif perbandingan internasional dengan mengkaji model kebijakan di negara maju dan berkembang. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan yang menghimpun sumber ilmiah dari jurnal, buku, laporan internasional, dan dokumen resmi pemerintah. Analisis dilakukan menggunakan teknik analisis konten untuk mengidentifikasi pola kebijakan, efektivitas implementasi, serta praktik terbaik yang dapat dijadikan rujukan bagi Indonesia.Hasil penelitian menunjukkan bahwa negara maju seperti Finlandia, Jepang, Korea Selatan, dan Singapura berhasil membangun sistem pendidikan berkualitas melalui tata kelola yang konsisten, profesionalisasi guru, pendanaan berbasis kebutuhan, serta integrasi digital yang kuat. Sebaliknya, negara berkembang seperti Indonesia dan India masih menghadapi tantangan kesenjangan pendidikan, keterbatasan infrastruktur, dan variasi kualitas guru. Meskipun Indonesia telah melaksanakan reformasi melalui Kurikulum Merdeka, digitalisasi sekolah, dan program peningkatan kompetensi guru, implementasinya belum merata. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa Indonesia perlu memperkuat tata kelola pendidikan, meningkatkan pemerataan kualitas guru, memperluas infrastruktur digital, serta memperkuat kolaborasi multisektor untuk mewujudkan pendidikan yang inklusif dan kompetitif secara global. Studi ini memberikan rekomendasi strategis untuk pengembangan kebijakan pendidikan nasional yang lebih adaptif dan berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Astuti, R., & Widodo, S. (2020). Pemerataan akses pendidikan di Indonesia: Tantangan dan strategi kebijakan. Jurnal Pendidikan Nasional, 12(2), 155–168.

Aziz, A., & Sutanto, R. (2023). Reformasi pendidikan dan peran pemerintah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Jurnal Kebijakan Pendidikan, 8(1), 45–59.

Government of India. (2020). National Education Policy 2020. Ministry of Human Resource Development.

Harris, D. (2022). Equity-based school funding and its impact on education quality. International Journal of Educational Policy, 14(3), 201–219.

Kim, H., & Lee, S. (2021). Competency-based education reform in South Korea: Implications for developing countries. Asian Education Review, 9(1), 17–32.

Kemendikbudristek. (2022). Laporan implementasi Kurikulum Merdeka. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Korean Ministry of Education. (2021). Smart education strategy for future learning.

MEXT Japan. (2021). Education in Japan 2021. Ministry of Education, Culture, Sports, Science and Technology.

Niemi, H., & Hotulainen, R. (2021). Teacher professionalism in Finland: Strength, challenges, and future directions. Nordic Journal of Education, 41(2), 123–142.

OECD. (2023). Education at a glance 2023. OECD Publishing.

Prasojo, L., & Nugroho, A. (2022). Transformasi pendidikan digital di Indonesia: Tantangan dan peluang. Jurnal Teknologi Pendidikan, 24(1), 45–56.

Putri, D., & Kurniawan, B. (2023). Pemerataan kompetensi guru dalam pembelajaran abad 21. Jurnal Pendidikan Profesi Guru, 3(2), 78–91.

Rahmawati, S., & Prasetyo, T. (2023). Analisis komparatif kebijakan pendidikan negara berkembang. Jurnal Administrasi Pendidikan, 11(1), 55–70.

Rahmawati, Y., & Rusman. (2023). Tantangan implementasi Kurikulum Merdeka: Perspektif guru. Jurnal Kurikulum dan Pembelajaran, 15(2), 134–148.

Sahlberg, P. (2020). Finnish lessons 3.0: What can the world learn from educational change in Finland? Teachers College Press.

Sari, M., & Wahyudi, A. (2021). Kebijakan pendidikan di era digital dan tuntutan kompetensi abad 21. Jurnal Kebijakan dan Inovasi Pendidikan, 6(1), 1–12.

Siregar, H., & Handayani, F. (2022). Adaptasi guru terhadap pembelajaran digital pasca pandemi. Jurnal Ilmu Pendidikan, 28(3), 301–315.

Tan, C., & Ng, P. (2020). School excellence model in Singapore: An analysis of governance and school improvement. Journal of Educational Management, 18(4), 289–304.

UNESCO. (2021). Reimagining our futures together: A new social contract for education.

U.S. Department of Education. (2022). Learning recovery guidebook.

Valk, A., & Sarapuu, K. (2021). Digital transformation of education in Estonia. European Journal of Digital Education, 3(1), 88–102.

World Bank. (2022). The state of global education: Trends and challenges.

Wulandari, N., & Fathurrohman, M. (2021). Analisis hasil literasi dan numerasi siswa Indonesia berdasarkan asesmen internasional. Jurnal Evaluasi Pendidikan, 12(2), 200–213.

Downloads

Published

11-12-2025

How to Cite

[1]
T. R. S. Ningrum, Y. Edwar, A. I. Wibowo, S. Sularni, A. Asmara, and K. Kashardi, “Peran Pemerintah dan Kebijakan Pendidikan Perbandingan dengan Negara Lain”, RIGGS, vol. 4, no. 4, pp. 4448–4455, Dec. 2025.