Analisis Pemanfaatan Limbah Serbuk Besi Sebagai Bahan Pengganti Filler Terhadap Campuran Aspal
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v4i4.3424Keywords:
Serbuk Besi, Filler, Pengujian MarsallAbstract
Limbah serbuk besi merupakan sisa potongan atau sisa dari pembubutan besi tuang dari hasil pembungan bengkel bubut atau industry. Sisa potongan tersebut tidak lagi digunakan atau di buang menjadi limbah yang memili dampak negatif dengan mempengaruhi lingkungan sekitar industry. Kota Bengkulu memiliki beberapa bengkel bubut yang dapat menghasilkan limbah serbuk besi. Bahan campuran dari pemanfaatan limbah yang bisa dipakai dengan menggunkan limbah serbuk besi dengan tujuan mengurangi dan dapat mengelola limbah serbuk besi sebagai penggantti filler aspal panas, Dari pengujian marshall, kadar aspal optimum (KAO) yaitu 5,5% pada campuran aspal AC-WC, yakni dengan menggantikan 100% filler total dengan limbah serbuk besi sehingga didapatkan kadar penambahan optimum (KPO) 100%. Sehingga dapat ditarik Kesimpulan KPO sebesar 100% memiliki nilai VMA 15,62%, VFA 75,5%, VIM 3,91%, Stabilitas 2754,9 kg, Flow 2,6 mm, dan MQ 1355,55 kg. Didapatkan persentase Kadar Penambahan Optimum (KPO) serbuk besi sebagai bahan pengganti Filler terhadap campuran aspal dengan nilai kadar 100% pada KAO 5,5%. Pengujian ini dikerjakan untuk mengetahui pengaruh limbah serbuk besi sebagai bahan pengganti filler terhadap campuran aspal AC-WC yang mengalami pengaruh signifikan pada parameter marshall yang menyebabkan nilai Flow menurun sedangkan nilai VMA, VFA, VIM, Stabilitas, dan MQ meningkat pada KAO 5,5% yang ketatapannya telah ditentukan dengan menggantikan 100% filler.
Downloads
References
Arifiardi Winoto; Purnomo, Adhi, I. H. (2016). “Pengaruh Penggunaan Pasir Pantai Carita Sebagai Campuran Agregat Halus Pada Lapis Permukaan Aspal Beton Terhadap Persyaratan Parameter Marshall”. Jurnal Menara, XI(Vol 11 No 1 (2016): Menara: Jurnal Teknik Sipil),16.http://journal.unj.ac.id/unj/index.php/menara/article/view/7969
Ayunaning, K. (2015). Perbandingan Penggunaan Laston (Lapis Aspal Beton) Dan Lapen (Lapis Penetrasi Makadam) Dengan Menggunakan Tambahan Filler Limbah Kulit Kerang Pada Lapisan Perkerasan. Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur.Bina Marga. (2005) “Perencanaan Tebal Lapis Tambah Perkerasan Lentur dengan Metode Lendutan Pd. T-05-2005-B”. Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Jendral Bina Marga. Jakarta.
Badan Standarisasi Nasional. (1991). “Metode Pengujian Campuran Aspal Dengan Alat Marshall (SNI 06-2489:1991)”. Standar Nasional Indonesia. Jakarta.
Bahri, S. (2017). Pemanfaatan Limbah Serbuk Besi Sebagai Agregat Halus Pada Campuran Aspal Panas. Inersia, Jurnal Teknik Sipil, 9(2), 39–46. https://doi.org/10.33369/ijts.9.2.39-46
Budianto, M. D. ., & Lubis, Z. (2020). “Alternatif Penggunaan Agregat Halus Batu Kapur Mantup Dalam Campuran Aspal Panas AC-WC”. 4(1), 559– 570.
Daryus, A. (2018). "Diktat Kuliah Proses Produksi". http://ft.unsada.ac.id Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Bina Marga. (2010).
Spesifikasi Umum Bina Marga Divisi 6 Tahun 2010 (Revisi 3). In Spesifikasi Umum Bina Marga (3rd ed.). Departemen Pekerjaan Umum. http://mpk.binakonstruksi.pu.go.id/upload/file/Spesifikasi_umum_bina_marga_2010.pdf
Devi, Chintya Umma and Affandy, Azizah Nur. (2021). “Penggunaan Limbah Serbuk Besi sebagai Campuran Agregat Halus pada Asphalt Concrete- Wearing Course (AC-WC)”. Jurnal Mitra Teknik Sipil, 4(3), 533-544.
Hendro,S., (2010). "Besi Tuang".https://teknikmesinindustri.wordpress.com/2010/05/26/besituang/. Diakses 13 April 2024
Krebs, R.D.and R.D. Walker. (1971). "Highway Materials". McGraw-Hill Book Company. New York, N.Y.
Muntohar, Agus. (2009) “Influence of Plastic Waste Fibers on the Strength of Lime-Rice Husk Ash Stabilized Clay Soil”. Civil Engineering Dimension, 11(1), 32-40.
Paryati, N. (Program S. T. S. / U. B. (2015). KUAT TEKAN BETON DENGAN PENAMBAHAN SERBUK BESI DAN BAJA. Jurnal Teoritis DanTerapanBidang RekayasaSipil,3(1),2031.http://jurnal.unismabekasi.ac.id/index.php/bentang/article/view/381
Salsabilla, Shafira Nadia; Firmasyah, Hasbi and Sugiono, Cipto M. (2022).”Dampak Penambahan Limbah Serbuk Besi sebagai Pengganti Beberapa Agregat Halus terhadap Stablilitas Campuran Aspal dengan Metode Marshall Test”. Jurnal Teknik Sipil Universitas Madura, 7(1), 13- 18.
Saputra, Iman; Rosalina; Yusnar, Cut. (2021) “Subtitusi Parsial Agregat Halus dengan Serbuk Besi pada Campuran Laston AC-WC”. Jurnal Sipil Sains Terapan, 3(2), 31-39.
Soeprapto. (2000) "Bahan dan Struktur Jalan". Biro Penerbit. Yogyakarta. Shell Bitumen. (1990). "Shell Bitumen Handbook". Shell Bitumen, England Sukirman, S. (1992). “Perkerasan Lentur Jalan Raya”. Nova. Bandung.
Sukirman, S. (1995). “Perkerasan Jalan Raya”. Nova. Bandung. Sukirman, S. (2007). “Beton Aspal Campuran Panas”.Granit. Jakarta. The Asphalt Institute. (1988). “Mix Design Methods for Asphalts Concrete”. Manual Series No.2 (MS-2). Lexington, KY.
Utomo, N., Wahjudijanto, I., & Yasin, F. S. R. (2020). Penggunaan Limbah Serbuk Besi Sebagai Material Pengisi (Filler) Pada Campuran Struktur Perkerasan Jalan Kolektor Ponco–Jatirogo (STA. 130+ 200–STA. 138+700). Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan, 12(2), 64-74.
Mempengaruhi Audit Delay (Studi Empiris pada Perusahaan yang Terdaftar Secara Konsisten di LQ45 pada Bursa Efek Indonesia)’, Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Riau, 3(8), pp. 1–12.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Ibnu Munir, Sazuatmo Sazuatmo, Elsa Rati Hariza

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















