Perancangan Sistem Informasi Manajemen Laboratorium Otomasi Berbasis Web Dengan Metode Prototype
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v4i3.2217Keywords:
Sistem Informasi Manajemen Laboratorium, SIMLAB, Metode Prototype, Sistem Berbasis Web, Otomasi LaboratoriumAbstract
Laboratorium klinik memegang peranan krusial dalam penegakandiagnosis penyakit dan penentuan terapi pasien. Namun, banyaklaboratorium masih mengandalkan proses manual atau semi-manual dalam pendaftaran pasien, pelacakan sampel, hingga pelaporan hasil uji. Sistem manual ini seringkali tidak efisien, rentan terhadap kesalahanmanusia (human error), memakan waktu lama, serta menyulitkan dalampengarsipan dan penelusuran data. Untuk mengatasi tantangan tersebut, penelitian ini bertujuan merancang sebuah Sistem Informasi ManajemenLaboratorium (SIMLAB) otomasi berbasis web dengan menggunakanmetode prototype. Metode prototype dipilih karena memungkinkanketerlibatan aktif pengguna selama proses pengembangan, sehinggasistem yang dihasilkan dapat dipastikan sesuai dengan kebutuhanpengguna. Proses pengembangan meliputi beberapa tahapan, yaitupengumpulan kebutuhan melalui wawancara dan observasi, pembangunan prototype awal, evaluasi oleh pengguna, dan perbaikanprototype secara berulang (iteratif). Hasil dari penelitian ini adalahsebuah prototype SIMLAB berbasis web yang fungsional dengan modul-modul utama, antara lain: pendaftaran pasien dan sampel denganpembuatan barcode, manajemen order pemeriksaan, integrasi denganalat laboratorium, input dan validasi hasil, serta pembuatan laporansecara online. Hasil evaluasi pengguna terhadap prototype menunjukkantingkat penerimaan yang tinggi, di mana sistem dinilai mudah digunakan(user-friendly) dan mampu mempercepat alur kerja, meningkatkanakurasi data, serta menunjang kualitas pelayanan laboratorium secarakeseluruhan. Penelitian ini membuktikan bahwa metode prototype merupakan pendekatan yang efektif untuk pengembangan SIMLAB yang responsif terhadap kebutuhan dinamis laboratorium klinik.
Downloads
References
Kementerian Kesehatan RI. (2013). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2013 tentang Cara Penyelenggaraan Laboratorium Klinik yang Baik.
Laudon, K. C., & Laudon, J. P. (2016). Management Information Systems: Managing the Digital Firm (14th ed.). Pearson Education.
O'Brien, J. A., & Marakas, G. M. (2011). Management Information Systems (10th ed.). McGraw- Hill/Irwin.
Pressman, R. S., & Maxim, B. R. (2015). Software Engineering: A Practitioner's Approach (8th ed.). McGraw-Hill Education.
Santoso, H. B., Rochman, A., & Fauzi, A. (2020). Pengembangan Sistem Informasi Laboratorium Menggunakan Metode Rapid Application Development (RAD). Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK), 7(4), 785-792.
Wibowo, A., & Putra, D. (2019). Rancang Bangun Sistem Informasi Laboratorium Patologi Klinik Berbasis Desktop (Studi Kasus: RS Sehat Selalu). Jurnal Informatika: Jurnal Pengembangan IT, 4(2), 123-130.
Yulianeu, A., & Nugraha, A. (2018). Pengembangan Sistem Informasi Kepegawaian Berbasis Web pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciereng. Jurnal Algoritma, 15(1), 78-85.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Nur Laili Farhiyah, Hashifah Faizah, Budi Hartono, Alfani Ghutsa Daud

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















