Metode Pembelajaran Ekonomi Akuntansi Berbasis Kearifan Lokal Budaya Jawa di tengah Gempuran AI

Authors

  • Nisfatul Izzah Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta
  • Niken Permata Sari Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta
  • Bhenu Artha Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v4i1.1590

Keywords:

Akuntansi Budaya, Ekonomi Berbasis Budaya, Kearifan Lokal, Metode Pembelajaran, Artificial intelligence (AI)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji metode pembelajaran ekonomi akuntansi berbasis kearifan lokal budaya Jawa di tengah gempuran Artificial intelligence (AI) di lingkungan Fakultas Ekonomi Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan desain studi kasus, penelitian ini menggali pengalaman para dosen Fakultas Ekonomi yang telah menghadapi reakreditasi program studi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif (sebagai peneliti dalam), dan studi dokumen, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik berbasis coding kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sangat mendesak untuk dilakukan perumusan metode pembelajaran berbasis budaya Jawa pada setiap program studi mengingat slogan perguruan tinggi UWM yang berbasis budaya, yaitu “UWM Kampus berbasis budaya”, sehingga harus dilakukan internalisasi budaya mata kuliah wajib jurusan. Selain itu, penyusunan modul dan revitalisasi rencana pembelajaran semester (RPS) dengan memasukkan nilai-nilai budaya telah dilakukan disetiap juruan. Temuan ini menegaskan bahwa perlunya dosen pengajar juga memahami nilai-nilai luhur budaya Jawa dan jika perlu ada mata kuliah khusus ekonomi akuntansi budaya. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya pergeseran paradigma tentang mata kuliah ekonomi dan akuntansi yang selama ini hanya berpedoman budaya barat semata. Penelitian ini juga merekomendasikan studi lanjutan yang bersifat komparatif dan interdisipliner di seluruh UWM.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

P. Lois, G. Drogalas, A. Karagiorgos, and K. Tsikalakis, “Internal audits in the digital era: opportunities risks and challenges,” EuroMed J. Bus., vol. 15, no. 2, pp. 205–217, Jan. 2020, doi: 10.1108/EMJB-07-2019-0097.

P. P. Prawitasari and U. P. Nasional, “WILL ACCOUNTANTS STILL EXIST ? CHALLENGES OF THE ACCOUNTANT PROFESSION IN FACING TECHNOLOGICAL DISRUPTION IN THE NEW,” pp. 326–350, 2018.

B. Malia, R. Hidayati, I. N. Sari, and F. Permatasari, “Etika Pemanfaatan Artificial Intelligence dalam Pendidikan : Mendidik Generasi yang Bertanggung Jawab terhadap Teknologi,” pp. 291–308.

B. Odonkor, S. Kaggwa, P. U. Uwaoma, and A. O. Hassan, “The impact of AI on accounting practices : A review : Exploring how artificial intelligence is transforming traditional accounting methods and financial reporting,” 2024.

A. Dedi Mulawarman, “Pendidikan Akuntansi Berbasis Cinta:Lepas dari Hegemoni Korporasi Menuju Pendidikan yang Memberdayakan dan Konsepsi Pembelajaran Yang Melampaui,” EKUITAS (Jurnal Ekon. dan Keuangan), vol. 12, no. 2, p. 142, 2017, doi: 10.24034/j25485024.y2008.v12.i2.2066.

Daniah, “Kearifan Lokal (Local Wisdom) Sebagai Basis Pendidikan Karakter,” Pus. J. UIN Ar-Raniry (Universitas Islam Negeri), vol. 1, no. 2, pp. 274–282, 2020.

M. ANAS, “Pembelajaran Akuntansi Berbasis Spiritualitas, Budaya Dan Kearifan Lokal,” Jae (Jurnal Akunt. Dan Ekon., vol. 3, no. 1, p. 35, 2018, doi: 10.29407/jae.v3i1.12010.

H. Darmadi, “Educational Management Based on Local Wisdom (Descriptive Analytical Studies of Culture of Local Wisdom in West Kalimantan),” JETL (Journal Educ. Teach. Learn., vol. 3, no. 1, p. 135, 2018, doi: 10.26737/jetl.v3i1.603.

R. Nurrahmi, “Pengembangan Modul Berbasis Kearifan Lokal Daerah,” pp. 2–11, 2018.

Wagiran, “PENGEMBANGAN MODEL PENDIDIKAN KEARIFAN LOKAL DALAM MENDUKUNG VISI PEMBANGUNAN PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA 2020 (Tahun Kedua),” J. Penelit. Dan Pengemb. N, vol. 3, no. 5, pp. 1–29, 2011.

D. Angkoro, “Jurnal Mantik Analysis of cooperative accountability in Kediri regency in a Javanese perspective : Memayu Hayuning Bawono,” vol. 7, no. 17, 2023.

W. A. Winarno and T. Sawarjuwono, “KRITIK ATAS TRIPLE BOTTOM LINE : PERSPEKTIF MEMAYU HAYUNING,” vol. 12, no. 1, pp. 113–131, 2021.

N. Q. Lutfillah, Y. Man, R. E. Wijaya, and D. Djuharni, “KONSTRUKSI TANGGUNG JAWAB AUDITOR,” no. Porter 1993, 2016.

R. D. Pangesti, “Corporate Social Responsibility dalam Pemikiran Budaya Jawa Berdimensi ‘Hamemayu Hayuning Bawana’ (Pendekatan Studi Hermeneutika),” J. Ris. Akunt. Dan Bisnis Airlangga, vol. 2, no. 2, pp. 224–238, 2017, doi: 10.31093/jraba.v2i2.42.

S. Z. I. Syifa, A. Sopanah, D. Anggarani, and K. Hasan, “Mengungkap Praktik Akuntansi Budaya Dalam Upacara Adat Pelantikan Orang Kay Suku Kei Maluku,” Owner, vol. 7, no. 3, pp. 1999–2009, 2023, doi: 10.33395/owner.v7i3.1518.

I. Nicholas, R. Saputra, R. Ginting, and N. Yantiana, “Sebuah Studi Etnografi: Akuntansi Pernikahan Ditinjau dari Perspektif Budaya Tionghua,” J. Adat dan Budaya Indones., vol. 6, no. 1, pp. 87–93, 2024, doi: 10.23887/jabi.v6i1.64880.

A. Soedjipto, Babat Tanah Jawi, Pertama. Yogyakarta: Laksana, 2013.

S. Abimanyu, Babat Tanah Jawi. Jogyakarta: Laksana, 2013.

S. Moertono, Negara dan Usaha Bina Negara di Jawa Mala Lampau. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 1985.

M. C. Riclefs, The Seen and Unseen Worls in Java 1726-1749. London: Southeast Asia Publications Series, 1998.

Downloads

Published

30-04-2025

How to Cite

[1]
N. Izzah, N. P. Sari, and B. Artha, “Metode Pembelajaran Ekonomi Akuntansi Berbasis Kearifan Lokal Budaya Jawa di tengah Gempuran AI”, RIGGS, vol. 4, no. 1, pp. 918–923, Apr. 2025.

Most read articles by the same author(s)