Model Bisnis Kanvas Pada Industri Beras Analog

Authors

  • Jejen Supriadi Universitas Islam Dr KHEZ Muttaqien
  • Aji Hermawan IPB University
  • Indah Yuliasih IPB University

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v4i2.999

Keywords:

Beras Analog, Kanvas Model Bisnis, Analisis SWOT.

Abstract

Beras analog berfungsi sebagai sumber pangan alternatif yang menjanjikan bagi penderita diabetes melitus, obesitas, dan mereka yang peduli terhadap kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Business Model Canvas (BMC) bagi industri beras analog. Studi kasus dilakukan di PT. X, yang berlokasi di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Penelitian dilakukan dalam tiga tahap: pertama, mengidentifikasi model bisnis perusahaan beras analog yang ada; kedua, menganalisis faktor internal dan eksternal melalui analisis SWOT untuk menilai kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman; dan ketiga, merumuskan model bisnis alternatif menggunakan kerangka BMC. Temuan penelitian menunjukkan bahwa perusahaan perlu merevisi model bisnisnya, khususnya dengan meningkatkan proposisi nilai—seperti menghilangkan rasa dan aroma jagung, dan mendiversifikasi produk untuk melayani berbagai segmen pelanggan. Rekomendasi lebih lanjut meliputi perluasan target pasar, penguatan jaringan distribusi, dan pembentukan kemitraan dengan rumah sakit, apotek, dan restoran. Aliran pendapatan tambahan dapat diupayakan melalui komersialisasi teknologi. Selain itu, relokasi produksi lebih dekat ke sumber bahan baku dan mengamankan dukungan pemerintah untuk inisiatif pemasaran juga disarankan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amit R, Zott C. 2012. Creating value through business model innovation. MIT Sloan Mgmt Rev 53(3):41-49.

David. 2009. Strategic management : concet and case. Upper Saddle River, New Jersey 07458.

[FAO] Food and Agriculture Organization of The United Nation. 2014. Statistic figures of world rice-producing countries.

Gulati R, Singh H. 1998. The architecture of cooperation: Managing coordination

costs and appropriation concerns in strategic alliances. J Administrative Science Quarterly 43(4):781–814.

Hermawan A, Pravitasari RJ. 2012. Business model canvas (kanvas model bisnis). Akselerasi: 1-23.

[Kementan] Kementerian Pertanian. 2013. Data konsumsi beras di tingkat rumah tangga tahun 2013. Rencana strategis Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Freddy, Rangkuti. 2006. Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Osterwalder A. 2004. The business model ontology – A proposition in a design science approach [Unpublished Dissertation]. Lausanne: University of Lausanne.

Osterwalder A, Pigneur. 2014. Business Model Generation. New Jersey (US): John Wiley & Sons, Inc.

PPM Manajemen. 2012. Business Model Canvas. Jakarta (ID): Penerbit PPM.

Purwanto. 2012. Manajemen Strategi. Bandung. YRAMA WIDYA

Porter ME. 1985. Competitive Advantage: Creating and Sustaining Superior Performance. New York (US): Free Press.

Qastharin A. R. 2016. Business Model Canvas for Social Enterprise. Journal of Business and Economics, ISSN 2155-7950, USA April 2016, Volume 7, No. 4, pp. 627-637.

Seddon PB, Lewis GP. 2003. Strategy and business models : What’s the difference ?. J Strategy and Business Model: 7th Pacific Asia Conference on Information Systems pp.236-248.

Stahler P. 2002. Business models as an unit of analysis for strategizing. International Workshop on Business Models.

Slavik, Bednar. 2014. Analysis of Business Models. Journal of Competitiveness.Vol. 6, pp. 19-40.

Teece D. J. 2009. Business models, business strategy and innovation, Long Range Planning, Vol. 43, pp. 172-194.

Wind Y, Mahajan V. 2002. Convergence marketing. JIM 16(2): 64–79.

Downloads

Published

14-06-2025

How to Cite

[1]
J. Supriadi, A. Hermawan, and I. Yuliasih, “Model Bisnis Kanvas Pada Industri Beras Analog”, RIGGS, vol. 4, no. 2, pp. 3167–3174, Jun. 2025.

Issue

Section

Articles