Pluralitas Rasionalitas Kesehatan: Pengobatan Tradisional Masyarakat Ogan antara Warisan Budaya dan Mediasi Digital
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.9372Keywords:
Mediasi digital, Masyarakat Ogan, Pengobatan tradisional, Pluralitas rasionalitas, PostmodernismeAbstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh dominasi paradigma biomedis modern yang cenderung memarginalkan praktik pengobatan tradisional sebagai bagian dari sistem pengetahuan kesehatan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pluralitas rasionalitas kesehatan dalam praktik pengobatan tradisional masyarakat Ogan serta mengkaji peran mediasi digital dalam mempertahankan dan mentransformasi praktik tersebut di era kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis-interpretatif melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap pelaku pengobatan tradisional, pasien, serta aktivitas digital terkait praktik kesehatan lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengobatan tradisional masyarakat Ogan tidak hanya berfungsi sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai sistem rasionalitas lokal yang dibangun melalui pengalaman empiris, nilai spiritual, dan konstruksi sosial masyarakat. Praktik herbal, doa, dan terapi spiritual hidup berdampingan dengan medis modern dalam pola medical pluralism yang bersifat komplementer, bukan hierarkis. Temuan utama menunjukkan bahwa legitimasi pengobatan tradisional lahir dari pengalaman kesembuhan kolektif yang kemudian diperkuat melalui jaringan sosial dan mediasi digital seperti media sosial yang memperluas ruang eksistensi dan otoritas pengetahuan lokal. Selain itu, media digital berperan sebagai ruang reproduksi pengetahuan yang memperkuat keberlanjutan praktik pengobatan tradisional di tengah dominasi medis modern. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa kesehatan merupakan fenomena yang plural dan kontekstual, sehingga diperlukan pendekatan epistemologis yang inklusif terhadap sistem pengetahuan lokal dalam kebijakan kesehatan serta pemanfaatan media digital sebagai instrumen pelestarian dan transformasi budaya kesehatan masyarakat.
Downloads
References
Hardisman, M. Filsafat Ilmu Kedokteran Fondasi Penelitian dan Praktik Klinis. CV. Bintang Semesta Media, 2025.
Teja, William Adi. Kebijakan Ambivalen Mao Zedong Terhadap Pengobatan Tradisional Tiongkok: Antara Revolusi dan Tradisi. PT. Revormasi Jangkar Philosophia, 2025.
D. Purnama, I. Arifin, N. A. Muzakkir, and S. Nurfadilla, “Traditional Medicine in The Modern Era : Analysis of Health Behaviors of Student Migrants in Makassar City Pengobatan Tradisional Di Era Modern : Analisis Perilaku Kesehatan Mahasiswa Perantau Di Kota Makassar,” Discourse Indones. J. Soc. Stud. Educ., vol. 3, no. 2, pp. 26–39, 2026.
Y. Suriani, A. I. Ukhro, and A. S. H. M. Kusuma, “Etnofisiologi Pertuq sebagai Pengobatan Tradisional Upaya untuk Mewujudkan Good Health and Well-being di Lombok Timur,” J. Ilm. Profesi Pendidik., vol. 10, no. 4b, pp. 208–213, 2025.
M. Mochamad Reiza Adiyasa, “Pemanfaatan obat tradisional di Indonesia : distribusi dan faktor demografis yang berpengaruh,” J. Biomedika dan Kesehat., vol. 4, no. 3, pp. 130–138, 2021, doi: 10.18051/JBiomedKes.2021.v4.130-138.
L. E. Theresiana, Yunita, “Pemanfaataan Obat Tradisional Sebagai Pengobatan Alternatif Individu Di Indonesia,” J. Sosiohumaniora Kodepena(JSK), vol. 5, no. 1, 2024.
Judijanto, Loso, et al. Pelayanan Kesehatan Tradisional. PT. Sonpedia Publishing Indonesia, 2024.
Malik, Muhamad Ibnu, et al. "Evolusi Epistemologi Ilmu dari Yunani hingga Posmodernisme dan Implikasinya terhadap Paradigma Pendidikan Kontemporer." MENDIDIK: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pengajaran 12.1 (2026): 40-52.
N. A. Elshara, “Integrating Islamic Values and Modern Medical Practices to Enhance Public Health in Muslim Communities Integrasi Nilai-Nilai Islam dan Praktik Medis Modern untuk Meningkatkan Kesehatan Masyarakat Muslim,” J. Sci. Relig. Stud., vol. 1, no. 2, pp. 123–134, 2024, doi: 10.62446/averroes.
Nasrudin, Juhana. "Relasi agama, magi, sains dengan sistem pengobatan tradisional-modern pada masyarakat pedesaan." Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama 2.1 (2019): 42-58.
Abdullah, Vera Iriani, et al. "Cross-cultural analysis of the role of traditional medicine in health access in Indonesia." West Science Interdisciplinary Studies 1.10 (2023): 940-947.
Hamzens, M. Farid. Antropologi Kesehatan: Teori dan Aplikasi Intervensi Kesehatan. Mega Press Nusantara, 2024.
L. J. Moleong, Metodologi penelitian kualitatif, Edisi revisi. PT Remaja Rosdakarya, 2019.
and R. D. L. Narwaya, Tri Guntur, “Vaksinasi dan Digitalisasi Komunikasi Kesehatan,” Komun. J. Ilm. Komun., vol. 13, no. 1, pp. 89–99, 2024.
BPS API, Badan Pusat Statistik Kabupaten Lampung Barat. Kecamatan Way Tenong Dalam Angka 2020, 2020.
Radiansyah, Radiansyah, Anrial Anrial, and Dede Sihabudin. Persepsi Masyarakat terhadap Praktik Pengobatan Tradisional Rejang (Ubet Jang) di Desa Lubuk Penyamun Kecamatan Merigi Kabupaten Kepahiang. Diss. Institut Agama Islam Negeri Curup, 2025.
Nasir, Abdul, et al. "Pendekatan fenomenologi dalam penelitian kualitatif." Innovative: Journal Of Social Science Research 3.5 (2023): 4445-4451.
M. S. Bahri et al., “Mengurai Dinamika Sekularisasi dan Pluralisme : Pendekatan Interdisipliner untuk Memahami Relasi Agama dan Modernitas dalam Konteks Global yang Terfragmentasi,” J. Penelit. Ilm. Multidisipliner, vol. 02, no. 04, pp. 764–792, 2025.
Fajarni, Suci. ‘Teori Kritis Mazhab Frankfurt: Varian Pemikiran 3 (Tiga) Generasi Serta Kritik Terhadap Positivisme, Sosiologi, Dan Masyarakat Modern.’ Substantia: Media Studi Ilmu dan Keagamaan (2022).
J. Nasrudin, “Relasi Agama , Magi , Sains dengan Sistem Pengobatan Tradisional-Modern pada Masyarakat Pedesaan,” Hanifiya J. Stud. Agama-Agama, vol. 2, no. 1, pp. 42–58, 2019.
Huda, M. Syamsul. Kiai tabib khazanah medical Islam Indonesia. LKiS Bantul Yogyakarta, 2020.
E. Suarni, R. Rusli, and R. D. Wulandari, “Etnofarmakologi dalam Tradisi Pengobatan Islam : Perubahan dan Keberlanjutan Peradaban,” J. Intelekt. Keislaman, Sos. dan Sains, vol. 11, no. 2, pp. 1–14, 2022, doi: 10.19109/intelektualita.v11i2.14487.
Hidir, Achmad. Antropologi budaya: Perspektif ekologi dan perubahan budaya. UR Press Pekanbaru, 2009.
Rahman, Muh Arsyad, A. Arsunan Arsin, and Ida Leida Maria. Antropologi Penyakit: Kajian Budaya terhadap Penyakit Menular dan Tidak Menular. Dua Tiga Publishing, 2025.
Waston, Mohamad. Filsafat Post-Truth: Krisis Kebenaran dan Tantangan Rasionalitas di Era Digital. Muhammadiyah University Press, 2025.
Harjuna, Muhamad. “Dialog lintas agama dalam perspektif Hans Kung.” Living Islam: Journal of Islamic Discourses 2.1 (2019): 55-74.
P. G. H. Muharleni, Yeni Karneli, “Filsafat Ilmu Sebagai Fondasi Epistemologis Dalam Pengembangan Ilmu Pengetahuan,” J. Soc. Educ. andReligious Stud., vol. 1, no. 1, pp. 1–12, 2025.
Widiawati, Nani. Pluralisme Metodologi: Diskursus sains, filsafat, dan tasawuf. Edu Publisher, 2020.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Yovyansya Yovyansya, Abd.Rahman Hamid, M.Afif Anshori, Muslimin Muslimin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















