Disfungsi Keluarga dan Dampaknya terhadap Anak pada Keluarga Broken Home di Nagari Tanjung Pondok Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan

Authors

  • Meki Safrianto UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
  • Vivi Yulia Nora UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
  • Abdul Gaffar UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
  • Noor Fadlli Marh UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.8361

Keywords:

Disfungsi Keluarga, Broken Home, Dampak Sosial, Anak, Tanjung Pondo

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk disfungsi keluarga serta dampaknya terhadap anak pada keluarga broken home di Nagari Tanjung Pondok, Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk memahami fenomena sosial secara mendalam. Informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri dari keluarga broken home, tokoh masyarakat, dan tokoh agama. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga bentuk utama disfungsi keluarga, yaitu disfungsi peran, disfungsi afeksi, dan disfungsi ekonomi. Disfungsi peran ditandai dengan ketidakseimbangan tanggung jawab dalam keluarga, di mana anak turut mengambil peran orang tua. Disfungsi afeksi terlihat dari kurangnya perhatian, komunikasi, dan kehangatan emosional antaranggota keluarga. Sementara itu, disfungsi ekonomi ditandai dengan ketidakmampuan keluarga dalam memenuhi kebutuhan dasar. Faktor penyebab disfungsi keluarga meliputi kurangnya kesiapan dalam membina rumah tangga, kesibukan orang tua, perselingkuhan, dan perceraian. Dampak disfungsi keluarga terhadap anak meliputi aspek sosial, ekonomi, dan keagamaan. Anak cenderung mengalami kesulitan berinteraksi, penurunan motivasi belajar, keterbatasan pemenuhan kebutuhan dasar, serta menurunnya praktik keagamaan akibat kurangnya bimbingan orang tua. Penelitian ini menegaskan bahwa disfungsi keluarga merupakan masalah sosial yang berdampak luas dan memerlukan perhatian berbagai pihak.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Bahri. (2021). Sosiologi Keluarga. CV Media Sains Indonesia.

Berna, D., & Sri, M. (2017). Dinamika Resiliensi Remaja dengan Keluarga Broken Home. Insight: Jurnal Psikologi, 19(2), 1–10.

Bowlby, J. (1988). A Secure Base: Parent-Child Attachment and Healthy Human Development. Basic Books.

Durkheim, E. (1984). The Division of Labor in Society. Free Press.

Fadia, N., & Puspita, R. (2022). Disfungsi Peran Keluarga bagi Generasi Z. Jurnal Pembangunan dan Perubahan Sosial, 5(2), 20–31.

Fitriani, R., & Rahmadani, L. (2021). Peran Orang Tua dalam Menanamkan Nilai Agama pada Anak di Keluarga Broken Home. Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 4(1), 55–65.

Hurlock, E. B. (2011). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Erlangga.

Massa, N., & Rahman, M. (2020). Dampak Keluarga Broken Home terhadap Perilaku Sosial Anak. Jambura Journal of Community Empowerment (JJCE), 1(1), 45–54.

Merton, R. K. (1957). Social Theory and Social Structure. Free Press.

Novianti, E., & Ardi, R. (2021). Hubungan Keharmonisan Keluarga dengan Kecerdasan Emosional Remaja. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling, 3(2), 130–141.

Nurtia, S. (2020). Konflik Keluarga dan Dampaknya terhadap Anak di Era Modern. Jurnal Sosiologi Keluarga dan Pendidikan, 3(1), 1–12.

Parsons, T., & Bales, R. F. (1955). Family, Socialization and Interaction Process. Free Press.

Putri, A. R., & Kumalasari, D. L. (2020). Disfungsi Keluarga Buruh Pabrik di Kelurahan Kutorejo Pasuruan. Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan, 7(2), 158–167.

Riski, F., & Maulana, R. (2020). Perubahan Struktur Peran dan Fungsi Keluarga di Era Modernisasi. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 5(3), 160–173.

Sarwono, S. W. (2017). Sosiologi Keluarga: Interaksi, Relasi, dan Perubahan Sosial. Rajawali Pers.

Setiawan, D., & Utami, A. (2022). Pengaruh Perceraian terhadap Kondisi Psikologis Anak dan Strategi Penanganannya. Jurnal Psikologi dan Konseling, 9(2), 77–89.

Soelaeman, M. I. (2019). Keluarga dan Masyarakat: Pendekatan Sosiologis. Remaja Rosdakarya.

Suharto, E. (2020). Analisis Disfungsi Sosial dalam Keluarga Modern Indonesia. Jurnal Ilmu Sosial dan Politik, 11(3), 205–218.

Utami, F., & Kurniawati, S. (2023). Dinamika Anak dari Keluarga Broken Home: Kajian Sosiologis dan Psikologis. Jurnal Kajian Sosial dan Pendidikan, 10(1), 12–25.

Zahra, F., & Wulandari, P. (2022). Analisis Disfungsi Keluarga pada Remaja Urban. Jurnal Pendidikan dan Perubahan Sosial, 6(1), 22–33.

Downloads

Published

01-05-2026

How to Cite

[1]
M. Safrianto, V. Y. Nora, A. Gaffar, and N. F. Marh, “Disfungsi Keluarga dan Dampaknya terhadap Anak pada Keluarga Broken Home di Nagari Tanjung Pondok Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan”, RIGGS, vol. 5, no. 2, pp. 219–229, May 2026.

Issue

Section

Articles