Perbedaan Intensitas Nyeri Ibu Pasca Sectio Caesarea yang Dilakukan Mobilisasi Dini dengan Metode Distraksi Musik Bali

Authors

  • Ni Putu Melania Surya Mahendri Poltekkes Kemenkes Denpasar
  • Ni Wayan Armini Poltekkes Kemenkes Denpasar
  • Regina Tedjasulaksana Poltekkes Kemenkes Denpasar

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.8160

Keywords:

Sectio Caesarea, Nyeri, Mobilisasi Dini, Musik Bali

Abstract

Nyeri pascaoperasi Sectio caesarea merupakan keluhan umum yang sering dialami ibu setelah tindakan pembedahan dan dapat menghambat proses pemulihan fisik maupun psikologis. Penatalaksanaan nyeri tidak hanya dilakukan melalui terapi farmakologis, tetapi juga dapat menggunakan pendekatan nonfarmakologis yang aman, sederhana, dan minim efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan intensitas nyeri pada ibu pasca Sectio caesarea yang diberikan intervensi mobilisasi dini dibandingkan dengan distraksi musik tradisional Bali di RSU Semara Ratih tahun 2025. Penelitian menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan non-equivalent control group. Jumlah sampel sebanyak 42 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan dibagi menjadi dua kelompok intervensi. Intensitas nyeri diukur menggunakan instrumen Visual Analog Scale (VAS), kemudian dianalisis secara bivariat menggunakan uji Mann-Whitney dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kedua kelompok dengan nilai p<0,001. Kelompok yang memperoleh distraksi musik Bali mengalami penurunan intensitas nyeri lebih besar dibandingkan kelompok mobilisasi dini. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa terapi musik Bali lebih efektif dalam menurunkan nyeri pasca Sectio caesarea. Musik tradisional dapat dijadikan terapi pendukung dalam pelayanan keperawatan pascaoperasi untuk meningkatkan kenyamanan, relaksasi, serta kualitas pemulihan pasien secara optimal. Penerapan intervensi musik tradisional juga berpotensi membantu stabilitas emosional ibu, meningkatkan kualitas istirahat, serta mengurangi kecemasan selama masa perawatan. Temuan ini diharapkan menjadi bahan pertimbangan bagi tenaga kesehatan dalam mengembangkan pelayanan maternitas yang holistik, humanis, dan berbasis budaya lokal sehingga kebutuhan pasien dapat terpenuhi secara optimal.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Y. Amerry, R. V. T. Novita, dan W. H. Susilo, "The effectiveness of Nusantara Instrumental As Music Therapy for Decreasing Pain In the First Stage of Labor," Media Keperawatan Indones., vol. 5, no. 1, hlm. 22, 2022, doi: 10.26714/mki.5.1.2022.22-27

J. Bradt dan C. Dileo, "Music interventions for mechanically ventilated patients," Cochrane Database Syst. Rev., vol. 2014, no. 12, 2014, doi: 10.1002/14651858.CD006902.pub3.

K. El-Boghdadly et al., "Peri-operative pain management in adults: a multidisciplinary consensus statement from the Association of Anaesthetists and the British Pain Society," Anaesthesia, hlm. 1220–1236, 2024, doi: 10.1111/anae.16391.

I. Fuadi dan I. S. Redjeki, "Perbandingan Efek Pemberian Analgesia Pre-emtif Parecoxib dengan Parasetamol terhadap Nyeri Pascaoperasi Radikal Mastektomi Menggunakan Numeric Rating Scale," J. Anestesi Perioperatif, vol. 4, no. 2, hlm. 111–116, 2020, doi: 10.15851/jap.v4n2.825.

E. Holland, L. S. Sudhof, dan C. Zera, "Optimal pain management for cesarean delivery," Int. Anesthesiol. Clin., vol. 58, no. 2, hlm. 42–49, 2020, doi: 10.1097/AIA.0000000000000272.

I. Iswahyudi, I. G. A. P. Kartika, S. P. M. Purwani, dan I. B. G. F. Manuaba, "Implementation of Regulation About Enhanced Recovery After Caesarean Surgery in Indonesia: A Literature Review," J. Penelit. Pendidik. IPA, vol. 9, Special Issue, hlm. 8–15, 2023, doi: 10.29303/jppipa.v9ispecialissue.6175.

A. Kakde et al., "Effect of music listening on perioperative anxiety, acute pain and pain catastrophizing in women undergoing elective cesarean delivery: a randomized controlled trial," BMC Anesthesiol., vol. 23, no. 1, hlm. 1–6, 2023, doi: 10.1186/s12871-023-02060-w.

B. Karshikoff, K. Wåhlén, J. Åström, M. Lekander, L. Holmström, dan R. K. Wicksell, "Inflammatory Blood Signature Related to Common Psychological Comorbidity in Chronic Pain," Biomedicines, vol. 11, no. 3, hlm. 1–20, 2023, doi: 10.3390/biomedicines11030713.

Kemenkes RI, "Profil Kesehatan Indonesia 2023," Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta, 2024. [Daring]. Tersedia: https://www.kemkes.go.id/downloads/resources/download/pusdatin/profil-kesehatan-indonesia/Profil-Kesehatan-2021.pdf

J. H. Lee, "The Effects of Music on Pain: A Meta-Analysis," J. Music Ther., vol. 53, no. 4, hlm. 430–477, 2016.

X.-Y. Liu, X.-B. Chen, Y.-L. Wen, X.-P. Guo, dan X.-B. Zhou, "Effect of psychological nursing intervention combined with acupressure on postoperative recovery of women after cesarean section," World J. Clin. Cases, vol. 12, no. 21, hlm. 4527–4535, 2024, doi: 10.12998/wjcc.v12.i21.4527.

G. Marcianò et al., "The Pharmacological Treatment of Chronic Pain: From Guidelines to Daily Clinical Practice," Pharmaceutics, vol. 15, no. 4, hlm. 1–25, 2023, doi: 10.3390/pharmaceutics15041165.

V. J. Orhurhu, J. S. Roberts, dan S. P. Cohen, "Ketamine In Acute and Chronic Pain Management," dalam StatPearls, Treasure Island (FL): StatPearls Publishing, 2019. [Daring]. Tersedia: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/30969646

M. N. Ovanaki dan M. Ghahramani, "New aspects of cellular adaptation in physical activity: A delayed muscle pain approach," J. Bas. Res. Med. Sci., vol. 7, no. 4, hlm. 4–11, 2020.

H. Pelle et al., "Wound infection after cesarean section," Infect. Control, vol. 7, hlm. 456–461, 2021, doi: 10.1017/S019594170006495X.

Y. Permatasari dan W. Yant Kartolo, "Pemberian Lidocain-Ketorolac sebagai Analgesi Lokal Infiltrasi dibandingkan dengan Parasetamol Intravena untuk Manajemen Nyeri Pascaoperasi Seksio Sesarea (SC) di RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua," J. Anestesi Obstet. Indones., vol. 2, no. 1, hlm. 1–7, 2020, doi: 10.47507/obstetri.v2i1.28.

A. H. Santoso, Y. Uyun, dan S. Rahardjo, "Perbandingan antara Tramadol 100 mg dan Natrium Diklofenak 100 mg Suppositoria untuk Penanganan Nyeri Pasca Seksio Sesarea dengan Blok Subarakhnoid," J. Anestesi Obstet. Indones., hlm. 9–17, 2020.

N. K. Somoyani, N. W. Armini, dan N. K. Erawati, "Perbandingan Efektivitas Terapi Musik Klasik dengan Musik Tradisional Bali terhadap Intensitas Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif," J. Skala Husada, vol. 14, no. 1, hlm. 1–8, 2017.

K. A. Suarmini, H. M. Ashari, dan E. Nugraheny, "Relative Effectiveness of Mozart Classical Music and Balinese Traditional Music in Labor Pain Reduction in Buleleng, Bali," dalam Proc. 5th Int. Conf. Public Health, 2019, hlm. 606, doi: 10.26911/theicph.2019.05.05.

T. Sulistiawati, G. Rahmilasari, dan N. A. Puspitasari, "Early mobilization and post-cesarean delivery pain management," Malahayati Int. J. Nurs. Health Sci., vol. 7, no. 2, hlm. 224–230, 2024, doi: 10.33024/minh.v7i2.282.

H. N. B. Tarigan, M. Sinambela, dan R. Novrina, "Pengaruh Pemberian Terapi Musik Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Pada Pasien Pasca Sectio caesarea Di Ruang Hibrida Rsu Sembiring Tahun 2020," J. Penelit. Keperawatan Med., vol. 2, no. 2, hlm. 27–33, 2020.

L. Villadiego dan B. W. Baker, "Improving Pain Management After Cesarean Birth Using Transversus Abdominis Plane Block With Liposomal Bupivacaine as Part of a Multimodal Regimen," Nurs. Women's Health, vol. 25, hlm. 357–365, 2021, doi: 10.1016/j.nwh.2021.07.009.

M. Zarei dan L. Mamashli, "The Effect of Non-Pharmacological Self-Care Training on Pain Control in Cesarean Section Surgery," J. Health Care, vol. 22, no. 1, hlm. 34–43, 2020, doi: 10.29252/jhc.22.1.34.

Downloads

Published

15-05-2026

How to Cite

[1]
N. P. M. S. Mahendri, N. W. Armini, and R. Tedjasulaksana, “Perbedaan Intensitas Nyeri Ibu Pasca Sectio Caesarea yang Dilakukan Mobilisasi Dini dengan Metode Distraksi Musik Bali”, RIGGS, vol. 5, no. 2, pp. 2973–2981, May 2026.

Issue

Section

Articles