Manajemen Sumber Daya Manusia di Instalasi Rawat Inap dan Rawat Jalan Rumah Sakit Otak Dr. Drs. M. Hatta Bukittinggi

Authors

  • Husnawati Husnawati Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau
  • Khairil Armal Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau
  • Ikhwanul Khairi Nurhakim Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau
  • ⁠Egi Evanda Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau
  • Ezra Maresa Br. Simamora Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau
  • Putri Dewica Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau
  • Amanda Putri Pratiwi Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau
  • Cindy Ayu Lestari Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau
  • Larasati Dinda Meditha Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau
  • Selvi Aulia Wibowo Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau
  • Siti Khodijah Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau
  • yahmi Anola Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau
  • Cindy Novia Rahmasari Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i1.8050

Keywords:

SDM Kefarmasian, WISN, Beban Kerja, Pelayanan Farmasi

Abstract

Pengelolaan tenaga kefarmasian yang tepat menjadi faktor kunci dalam menjamin mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit. Kompleksitas pelayanan farmasi, baik pada unit rawat inap maupun rawat jalan, menuntut adanya keseimbangan antara jumlah tenaga dengan beban kerja yang ada. Penulisan ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan sumber daya manusia (SDM) tenaga kefarmasian berdasarkan beban kerja aktual pada instalasi farmasi rumah sakit. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif menggunakan data sekunder berupa jumlah pasien, jenis pelayanan, serta aktivitas kefarmasian. Analisis dilakukan menggunakan metode Workload Indicators of Staffing Need (WISN) dan dibandingkan dengan metode rasio sesuai standar pelayanan kefarmasian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan tenaga kefarmasian pada unit rawat inap telah terpenuhi secara optimal, baik untuk apoteker maupun tenaga teknis kefarmasian, sehingga beban kerja dapat terdistribusi secara merata. Sebaliknya, pada unit rawat jalan ditemukan adanya kekurangan tenaga, terutama apoteker, yang menyebabkan tingginya beban kerja dan berpotensi menurunkan kualitas pelayanan. Pembahasan menunjukkan bahwa perbedaan karakteristik pelayanan antara rawat inap dan rawat jalan mempengaruhi kebutuhan tenaga. Rawat jalan memiliki beban kerja yang lebih tinggi dan fluktuatif, sehingga membutuhkan jumlah tenaga yang lebih besar. Kesimpulannya, perencanaan SDM berbasis beban kerja sangat penting untuk mencapai keseimbangan antara kebutuhan dan ketersediaan tenaga, khususnya pada unit rawat jalan yang memerlukan penambahan tenaga guna meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien.

Downloads

Download data is not yet available.

References

G. Pamungkas and N. Aulia, “Dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan di Klinik PM 1,” vol. 17, no. 1, 2025.

A. Halim and U. M. Mamuju, “Pengaruh implementasi pengembangan talenta berbasis kompetensi terhadap kinerja tenaga kesehatan di rsud kabupaten mamuju,” vol. 2, pp. 135–141, 2026.

F. Nurdianna, “PELAKSANAAN PROMOSI KESEHATAN DI RUMAH SAKIT UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA,” Jurnal Promkes, vol. 5, no. 2, pp. 217–231, 2017.

M. Fatimah, H. W. Utama, and D. Susanti, “ANALISIS KEBUTUHAN SUMBER DAYA MANUSIA KESEHATAN (SDMK) DI KLINIK LKC DOMPET DHUAFA (DD) PALEMBANG,” pp. 1311–1322, 2024, doi: 10.62567/micjo.v1i3.158.

M. E. Herwanto, J. Posangi, and W. S. Surya, “ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PROSES PENDISTRIBUSIAN OBAT DAN ALAT KESEHATAN DARI DI RSU GMIM BETHESDA TOMOHON,” vol. 6, 2022.

N. Oktaviana, R. Etikasari, and A. S. M, “ANALISIS KESESUAIAN PELAYANAN FARMASI KLINIK BERDASARKAN PERMENKES NO. 73 TAHUN 2016 DI APOTEK KABUPATEN JEPARA,” vol. 5, no. 8, pp. 300–312, 2026.

L. D. Marandhani, S. Julaiha, and E. V. Sembiring, “Gambaran pelaksanaan pelayanan farmasi klinik pada pasien rawat inap di instalasi rawat inap rumah sakit x bandar lampung.,” vol. 6, no. 129, pp. 3086–3095, 2025.

Y. Affandy, M. A. Iqbal, and M. Juhad, “Pengembangan Sumber Daya Manusia dalam Meningkatkan Kinerja Pegawai pada Dinas Kesehatan Lombok Timur,” vol. 2, Nov. 2025.

Ramla, Erwin Purwaningsih, and D. M., “SDM DI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK ‘AISYIYAH SAMARINDA 2025,” vol. 9, pp. 2264–2272, 2025.

N. Novannisa, B. Hidayat, and Z. Lavinia, “EVALUASI METODE PENGUKURAN BEBAN KERJA (WISN) DI FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN: SYSTEMATIC [REVIEW],” vol. 8, pp. 4441–4447, 2024.

A. Kesuma, T. Handayani, and R. Pratiwi, “Implementasi Manajemen Strategis Rumah Sakit untuk Menjaga Mutu Pelayanan dan Efisiensi Biaya,” 2026.

P. R. Pravitasari, I. W. S. Wijaya, N. Putu, and I. Rosita, “Peran Manajemen Sumber Daya Manusia Rumah Sakit pada Masa Implementasi BPJS Kesehatan untuk Mengurangi Keluhan Pasien,” vol. 4, no. 4, pp. 1029–1040, 2025, doi: 10.54259/sehatrakyat.v4i4.5812.

S. F. U. H. N, “Analisis Pengelolaan Sumber Daya Manusia dalam Upaya Meningkatkan.,” vol. 7, no. 2, pp. 347–356, 2024.

A. R. Myfirda, “ANALISIS KETIMPANGAN TENAGA KERJA FARMASI RUMAH SAKIT BERDASARKAN METODE WISN : KAJIAN LITERATUR,” JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI, vol. 7, no. 1, pp. 576–585, Mar. 2026.

Bunga Astha Rizky and A. C. L. V. G. M, “Pentingnya Perencanaan Sumber Daya Manusia Dalam Sebuah Organisasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Wijaya Kusuma Surabaya,” vol. 2, no. 2, pp. 144–155, 2024.

Downloads

Published

21-04-2026

How to Cite

[1]
H. Husnawati, “Manajemen Sumber Daya Manusia di Instalasi Rawat Inap dan Rawat Jalan Rumah Sakit Otak Dr. Drs. M. Hatta Bukittinggi”, RIGGS, vol. 5, no. 1, pp. 13949–13956, Apr. 2026.