Dinamika Tata Kelola dan Akurasi Penargetan Program Bantuan Sosial di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur dalam Upaya Penanggulangan Kemiskinan

Authors

  • Pasha Al Hafiz Dafa Institut Pemerintahan Dalam Negeri
  • Daniashara Dafa Universitas Hasanuddin

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i1.7101

Keywords:

Kesenjangan Tata Kelola, Bantuan Sosial, Akurasi Penargetan, Pengentasan Kemiskinan, Akuntabilitas Kelembagaan

Abstract

Studi ini meneliti kesenjangan tata kelola dan akurasi penargetan dalam implementasi program bantuan sosial yang bertujuan untuk pengentasan kemiskinan di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKU Timur), Indonesia. Meskipun skema perlindungan sosial ini dirancang untuk mengurangi kerentanan sosial ekonomi, efektivitasnya sangat bergantung pada kapasitas kelembagaan, integritas data, dan akuntabilitas administratif. Penelitian ini menerapkan pendekatan studi kasus kualitatif, dengan menggunakan data statistik kemiskinan, dokumen kebijakan, dan laporan pengawasan untuk secara kritis menilai keselarasan antara kerangka peraturan dan implementasi di lapangan. Temuan menunjukkan kelemahan struktural dalam identifikasi penerima manfaat, khususnya terkait pembaruan dan verifikasi Basis Data Kesejahteraan Sosial Terpadu (DTKS). Kelemahan ini berkontribusi pada kesalahan inklusi (rumah tangga yang tidak memenuhi syarat menerima bantuan) dan kesalahan eksklusi (rumah tangga yang memenuhi syarat tidak termasuk). Lebih lanjut, koordinasi antar lembaga yang terbatas, inkonsistensi prosedural, dan mekanisme pemantauan yang tidak memadai memperburuk kesenjangan antara desain kebijakan dan hasil praktis. Studi ini berpendapat bahwa peningkatan manajemen data teknis saja tidak cukup tanpa memperkuat tata kelola kelembagaan, transparansi, dan mekanisme validasi berbasis masyarakat. Oleh karena itu, model tata kelola yang lebih terintegrasi dan akuntabel sangat penting untuk meningkatkan ketepatan sasaran dan memastikan bahwa program bantuan sosial secara efektif berkontribusi pada pengurangan kemiskinan berkelanjutan di tingkat lokal.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arnstein, S. R. (1969). A ladder of citizen participation. Journal of the American Institute of Planners, 35(4), 216–224. https://doi.org/10.1080/01944366908977225

Badan Pusat Statistik Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur. (2024). Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur dalam angka 2024. BPS Kabupaten OKU Timur.

Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Selatan. (2024). Profil kemiskinan di Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2024. BPS Provinsi Sumatera Selatan.

Badan Pusat Statistik Republik Indonesia. (2024). Profil kemiskinan di Indonesia Maret 2024. BPS RI.

Bovens, M. (2007). Analysing and assessing accountability: A conceptual framework. European Law Journal, 13(4), 447–468. https://doi.org/10.1111/j.1468-0386.2007.00378.x

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Mansuri, G., & Rao, V. (2013). Localizing development: Does participation work? World Bank Publications.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Oates, W. E. (1999). An essay on fiscal federalism. Journal of Economic Literature, 37(3), 1120–1149. https://doi.org/10.1257/jel.37.3.1120

Sumarto, S., Suryahadi, A., & Yumna, A. (2019). Social protection reform in Indonesia: Progress and challenges. Asian Economic Policy Review, 14(1), 19–36. https://doi.org/10.1111/aepr.12237

United Nations Development Programme (UNDP). (1997). Governance for sustainable human development. UNDP Policy Document.

arrientos, A., & Hulme, D. (2008). Social protection for the poor and poorest in developing countries: Reflections on a quiet revolution. Oxford Development Studies, 36(3), 279–297. https://doi.org/10.1080/13600810802262720

Besley, T., & Kanbur, R. (1993). Principles of targeting. In M. Lipton & J. van der Gaag (Eds.), Including the poor: Proceedings of a symposium organized by the World Bank and the International Food Policy Research Institute (pp. 67–90). World Bank.

Cornwall, A. (2008). Unpacking ‘participation’: Models, meanings and practices. Community Development Journal, 43(3), 269–283. https://doi.org/10.1093/cdj/bsn010

Grindle, M. S. (2004). Good enough governance: Poverty reduction and reform in developing countries. Governance, 17(4), 525–548. https://doi.org/10.1111/j.0952-1895.2004.00256.x

Hickey, S., & Mohan, G. (2004). Participation: From tyranny to transformation? Exploring new approaches to participation in development. Zed Books.

Howlett, M., Ramesh, M., & Perl, A. (2009). Studying public policy: Policy cycles and policy subsystems (3rd ed.). Oxford University Press.

Kabeer, N. (2006). Social exclusion and the MDGs: The challenge of ‘durable inequalities’. IDS Bulletin, 37(3), 64–78.

Lipsky, M. (2010). Street-level bureaucracy: Dilemmas of the individual in public services (30th anniversary ed.). Russell Sage Foundation.

OECD. (2018). Social protection system review of Indonesia. OECD Publishing.

Ravallion, M. (2009). How relevant is targeting to the success of an antipoverty program? World Bank Research Observer, 24(2), 205–231. https://doi.org/10.1093/wbro/lkp003

Sen, A. (1999). Development as freedom. Oxford University Press.

World Bank. (2012). Targeting poor and vulnerable households in Indonesia. World Bank Report.

World Bank. (2020). Indonesia economic prospects: The long road to recovery. World Bank.

Downloads

Published

05-03-2026

How to Cite

[1]
P. A. H. Dafa and D. Dafa, “Dinamika Tata Kelola dan Akurasi Penargetan Program Bantuan Sosial di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur dalam Upaya Penanggulangan Kemiskinan”, RIGGS, vol. 5, no. 1, pp. 6950–6957, Mar. 2026.