Konten Youtube sebagai Collateral Fidusia: Pendekatan Mitigasi Droit de Suite terhadap Ancaman Copyright Strike Platform

Authors

  • Annora Himahta Niendy Universitas Pelita Harapan Surabaya
  • Cicik Septiani Universitas Pelita Harapan Surabaya
  • Esther Setianingrum Universitas Pelita Harapan Surabaya
  • Mu’amanah Mu’amanah Universitas Pelita Harapan Surabaya
  • Daniashara Dafa Universitas Pelita Harapan Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v4i4.3832

Keywords:

Droit de Suite, Ekonomi Kreatif, Fidusia Digital, Hukum Perdata, Konten Youtube

Abstract

Perkembangan ekonomi digital mendorong perubahan cara pandang dalam hukum perdata, terutama terkait pengakuan kekayaan intelektual sebagai objek jaminan dalam perjanjian utang-piutang. Konten YouTube, sebagai karya cipta audio-visual yang dapat menghasilkan pendapatan berkelanjutan melalui adsense, sponsorship, hingga monetisasi pihak ketiga, pada dasarnya memenuhi unsur objek jaminan fidusia sebagaimana diatur dalam KUH Perdata, Undang-Undang Jaminan Fidusia, dan Undang-Undang Hak Cipta. Namun, penerapannya sebagai jaminan tidak berjalan mulus karena sejumlah hambatan struktural yang masih belum teratasi. Tantangan utama muncul dari belum adanya standar valuasi yang jelas terhadap nilai ekonomi konten digital, ketidakpastian mekanisme eksekusi ketika debitur wanprestasi, serta tingginya risiko hilangnya objek jaminan secara tiba-tiba akibat kebijakan platform seperti copyright strike, content removal, atau penonaktifan kanal. Situasi ini menciptakan kerentanan hukum bagi kreditur maupun debitur karena objek yang dijaminkan dapat lenyap bukan karena tindakan para pihak, tetapi karena intervensi platform. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif melalui pendekatan statute dan konseptual untuk menilai kelayakan konten YouTube sebagai objek fidusia serta menggali kemungkinan penerapan konsep droit de suite sebagai pendekatan mitigasi. Konsep ini menekankan bahwa hak kebendaan tetap mengikuti objeknya, sehingga dapat menjadi dasar perlindungan ketika konten berpindah bentuk, dialihkan, atau terkena tindakan administratif dari platform. Temuan penelitian menunjukkan perlunya perumusan kerangka fidusia digital yang lebih adaptif, termasuk mekanisme penilaian nilai ekonomi konten, perlindungan terhadap risiko kontrol platform, serta kepastian eksekusi ketika terjadi wanprestasi. Reformasi kebijakan diperlukan untuk memastikan kekayaan intelektual dapat dimanfaatkan secara efektif sebagai jaminan sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Afrialldi, R. (2022, Desember 8). YouTube Indonesia Rilis 'YouTube Impact Report 2022'. CXO Media. Diakses pada 16 November, 2025, melalui https://www.cxomedia.id/general-knowledge/20221207173441-55-177383/youtube-indonesia-rilis-youtube-impact-report-2022

Amu, M. R., & Isima, N. (2024). Menjembatani Teknologi dan Syariah: Tinjauan Hukum Islam atas Monetisasi YouTube AdSense. Al-'Aqdu: Journal of Islamic Economics Law, 4(1), 54–72. http://dx.doi.org/10.30984/ajiel.v4i1.3190

Budiman, A., & Rahadiyan, I. (2024). Kelemahan Pengaturan Konten Youtube Sebagai Agunan Kredit dan Implikasinya Terhadap Perlindungan Bank. Prosiding Seminar Hukum Aktual Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia, 2(2), 191–209. https://journal.uii.ac.id/psha/article/view/34114

Copyright Claim vs Strike On YouTube: What's the Difference? (2022, Augustus 17). Track Club. Diakses pada 19 November, 2025, melalui https://www.trackclub.com/resources/copyright-claim-vs-strike.

Dasar-dasar Teguran Pedoman Komunitas di YouTube - Bantuan YouTube. Diakses pada 19 November, 2025, melalui https://support.google.com/youtube/answer/2802032?hl=id.

Effendi, M., & Evandri, T. S. (2010). Ham Dalam Dimensi/Dinamika Yuridis, Sosial, Politik; Dan Proses Penyusunan/Aplikasi Ha-Kham (Hukum Hak Asasi Manusia) Dalam Masyarakat (Edisi Ke-3). Perpustakaan Nasional.

Firdaus, A. H., Susanti, D. O., & Puspaningrum, G. (2023). Karakteristik Konten Youtube sebagai Objek Jaminan Utang Di Bank. Al Itmamiy: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 5(2), 15—27. https://doi.org/10.55606/ai.v5i2.680

Gervais, D. J. (2008). Intellectual Property And Human Rights: Learning To Live Together. In P. L. C. Torremans (Ed.), Intellectual Property And Human Rights: Enhanced Edition Of Copyright And Human Rights. Kluwer Law International.

Global Media Insight. (2025, 5 Juni ). Youtube Statistics 2025 (Demographics, Users By Country & More). Diakses pada 19 November 2025, melalui https://www.globalmediainsight.com/blog/youtube-users-statistics/#YouTube_Users_by_Country_2025

Gunawan, A. B., & Nurwulan, P. (2024). Konten YouTube sebagai objek jaminan fidusia berbasis pembiayaan kekayaan intelektual. Prosiding Seminar Hukum Aktual Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia, 2(6), 138—151. https://journal.uii.ac.id/psha/article/view/37929

Humas OJK. (2025, Oktober 9). Siaran Pers: Sektor Jasa Keuangan yang Stabil dan Adaptif Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional. OJK. Diakses pada November 16, 2025, melalui https://ojk.go.id/id/berita-dan-kegiatan/siaran-pers/Pages/RDKB-September-2025.aspx

Jasmindhia, R. (2024). Pembebanan Jaminan Fidusia atas Hak Kekayaan Intelektual. Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora Dan Politik, 4(5), 1419–1427. https://doi.org/10.38035/jihhp.v4i5.2285

Kaunang, N. D. C. (2024). Analisis Yuridis Atas Kekayaan Intelektual Sebagai Jaminan Fidusia. Lex Privatum, 13(5). https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/lexprivatum/article/view/57033

Kemp, S. (2025, November 5). Digital 2026: Indonesia. Diakses pada 17 November 2025, melalui https://datareportal.com/reports/digital-2026-indonesia

Laksono, T. A. P., & Isfardiyana, S. H. (2024). Legal issues in implementing the legislation provisions regarding YouTube content as fiduciary collateral. Journal of Private and Commercial Law, 1(1), 89—110. https://doi.org/10.20885/JPCOL.vol1.iss1.art5

Lana, V. P., Ariapramuda, S. D., Angela, I. M., Utami, A. R., & Gustin, V. (2022). Urgensi Kelengkapan Teknis dalam Regulasi Penggunaan Konten YouTube sebagai Jaminan. Padjajaran Law Review, 10(2), https://doi.org/10.56895/plr.v10i2.1035

Mochtar, Z. A., & Hiariej, E. O. S. (2021). Dasar-Dasar Ilmu Hukum: Memahami Kaidah, Teori, Asas Dan Filsafat Hukum. Perpustakaan Nasional.

Nugraha, F. A. (2025, Oktober 29). Menekraf: Sektor ekraf sumbang Rp1.500 triliun kepada PDB nasional. ANTARA. Diakses pada November 16, 2025, melalui https://www.antaranews.com/berita/5206309/menekraf-sektor-ekraf-sumbang-rp1500-triliun-kepada-pdb-nasional

Pemerintah Indonesia. (1999). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia. Lembaran Negara Republik Indonesia, Tahun 1999 Nomor 168, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3389.

Pemerintah Indonesia. (2014). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Lembaran Negara Republik Indonesia, Tahun 2014 Nomor 266, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5599.

Pemerintah Indonesia. (2022). Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 2022 tentang Ekonomi Kreatif. Lembaran Negara Republik Indonesia, Tahun 2022 Nomor 151, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6802.

Pemerintah Indonesia. (2025). Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2025 - 2029. Lembaran Negara Republik Indonesia, Tahun 2025 Nomor 19.

Pemerintah Indonesia. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Bandung: Citra Umbara.

Prasetya Adi, I. M. A. A., & Ratnawati, E. (2024). Mekanisme Eksekusi Konten Youtube Sebagai Jaminan Hutang Di Bank. Ensiklopedia of Journal, 6(2), 160–165. https://doi.org/10.33559/eoj.v6i2.2080

Rahmatullah, I. (2015). Aset Hak Kekayaan Intelektual Sebagai Jaminan Dalam Perbankan. Deepublish.

Ringkasan & persyaratan kelayakan Program Partner YouTube. (n.d.). Google Support. https://support.google.com/youtube/answer/72851?hl=id&co=GENIE.Platform%3DAndroid

Sarjana, I. M., Kasih, D. P. D., & Kartika, I. G. A. (2015). Menguji asas droit de suite dalam jaminan fidusia. Udayana Master Law Journal, 4(3), 425–441. https://doi.org/10.24843/JMHU.2015.v04.i03.p01

Smith, R. K. M., et.al. (2008). Hukum Hak Asasi Manusia. Pusham UII.

Sugeng, S., Sanaky, M. S. R., & Fitria, A. (2023). John Locke’s ethics: Reflection of the concept of property rights. Digital Press Social Sciences and Humanities, 9(00018), 1—9. https://doi.org/10.29037/digitalpress.409450

Sulistya, A. R. (2025, April 13). Cara Menghitung AdSense YouTube. Tempo.co. Diakses pada November 16, 2025, melalui https://www.tempo.co/digital/cara-menghitung-adsense-youtube-1230777

Supriyadi. (2020). Hukum Perkreditan Dan Penyelesaiannya (Telaah Penyelesaian Secara Non Litigasi). Qahar Publisher.

Suwandono, A. (2023). Konten Youtube Sebagai Jaminan Bagi Pelaku Ekonomi Kreatif Dalam Perspektif Hukum Jaminan. UNES Law Review, 5(4), 2728–2740. https://doi.org/10.31933/unesrev.v5i4.588

Syakura, A., Wicaksono, R. A., Madani, A. I., & Riswandi, B. A. (2024). Transplantasi Pengaturan Resale Rights (Droit De Suite) Prancis ke dalam Sistem Hukum Hak Cipta Indonesia. Journal Of Intellectual Property (Jipro), 7(1), 54–72, https://doi.org/10.20885/jipro.vol7.iss1.art4

We Are Social & Meltwater. (2025, Februari 4). Digital 2025 Global Overview Report. We Are Social. Diakses pada November 16, 2025, melalui https://wearesocial.com/uk/blog/2025/02/digital-2025/

Willinsky, J. (2018). The Intellectual Properties of Learning: A Prehistory From Saint Jerome To John Locke. The University Of Chicago Press.

YouTube policy update: New rules for gambling, violent gaming videos and streaming. (n.d.). PocketGamer.biz. https://www.pocketgamer.biz/youtube-policy-update-new-rules-for-gambling-violent-gaming-videos-and-streaming/

YouTube’s community guidelines. (n.d.). Google Support. https://support.google.com/youtube/answer/9288567

Yulistiawaty, Y., Nasseri, J., & Basuki. (2024). Kepastian Hukum Jaminan Kredit Fidusia Terkait Hak Cipta Konten Youtube. SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, 1(8), 625–634. https://doi.org/10.62335/fwtbs689

Zakaria, Z., Sudirman, & Umar, W. (2023). Penggunaan Properti Virtual sebagai Objek Jaminan Fidusia: Potensi dan Tantangan. Halu Oleo Law Review, 7(1), 1–12. https://doi.org/10.33561/holrev.v7i1.10

Downloads

Published

27-11-2025

How to Cite

[1]
A. H. Niendy, C. Septiani, E. Setianingrum, M. Mu’amanah, and D. Dafa, “Konten Youtube sebagai Collateral Fidusia: Pendekatan Mitigasi Droit de Suite terhadap Ancaman Copyright Strike Platform”, RIGGS, vol. 4, no. 4, pp. 2588–2596, Nov. 2025.