Dampak Polarisasi Media Sosial Terhadap Hak Kelompok Minoritas Dalam Menyampaikan Pendapat
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v4i2.705Keywords:
polarisasi, minoritas, diskriminasi, ujaran kebencianAbstract
Umat Kristen sebagai bagian dari kelompok minoritas di Indonesia kerap menjadi sasaran ujaran kebencian dan diskriminasi digital yang diperkuat oleh algoritma media sosial. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data. Data dikumpulkan melalui observasi wawancara, dan dokumentasi. Di dalam penelitian ini, berjumlah lima responden. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana polarisasi media sosial memengaruhi hak kelompok agama minoritas dalam menyampaikan pendapat secara bebas dan aman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa polarisasi opini publik terhadap umat Kristen terwujud dalam bentuk stereotip negatif, konten provokatif yang mengaitkan agama dengan isu politik, serta penguatan echo chamber oleh algoritma TikTok yang menampilkan konten kontroversial. Bentuk diskriminasi meliputi ujaran kebencian, pelabelan seperti “tidak nasionalis” dan “sesat”, serta tekanan sosial yang menyebabkan mahasiswa Kristen mengalami ketakutan berekspresi. Fenomena self-censorship menjadi dampak utama, di mana mahasiswa Kristen enggan mengunggah atau membahas isu keagamaan karena khawatir mendapat perundungan digital.Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa media sosial, alih-alih menjadi ruang dialog yang sehat, justru mempersempit kebebasan berekspresi umat Kristen dan memperkuat intoleransi melalui algoritma dan kurangnya regulasi. Oleh karena itu, diperlukan upaya sistemik berupa literasi digital kritis, pengawasan konten media sosial, serta penguatan nilai toleransi di lingkungan akademik dan masyarakat luas.
Downloads
References
Abdillah, L. A. (2022). Peranan Media Sosial Modern.
Annas, F. B., Petranto, H. N., & Pramayoga, A. A. (2019). Opini Publik Dalam Polarisasi Politik Di Media Sosial. Jurnal PIKOM (Penelitian Komunikasi Dan Pembangunan), 20(2), 111.
Arifianto, S., & Yonatan, A. (2021). Kerukunan Umat Beragama dalam Bingkai Iman Kristen di Era Disrupsi. Literasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Inovasi, 1(1), 35–43.
Habsy, B. A., Tarigan, K. L., Assalsabila, F., Indriyani, A. F., & Arisa, A. J. (2024). Kajian Psikoanalisis Sigmund Freud Berbasis Novel Karya Tulus Setiyadi untuk Menangani Kecemasan. Tsaqofah, 4(3), 1771–1789.
Haidarrani, A., Hairani, J., & Niken, S. (n.d.). Diskriminasi dalam Penegakan Hukum terhadap Kelompok Minoritas Agama : Studi Kasus Pembatasan Ruang Publik di Indonesia. 156–196.
Haryoko, S., Bahartiar, & Arwadi, F. (2020). Analisis Data Penelitian Kualitatif (Konsep,Teknik, & Prosedur Analisis).
John, H. N. (2024). Kebebasan Berpendapat di Ruang Digital: Tantangan dan Harapan untuk Generasi Muda Indonesia. Friedrich Naumann Foundation.
Joshua, P. S. (2020). Polarisasi dan Media Sosial Sifat Gelap Ekonomi Informasitle. Pusat Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Etika Dan Masyarakat.
KOMNASHAM. (2020). Standar Norma Dan Pengaturan Hak Atas Kebebasan Berpendapat Dan Berekspresi.
KOMNASHAM. (2022). Komnas HAM: Pelanggaran Kebebasan Berekspresi dan Berpendapat Terjadi di Ruang Digital
D., Dan, K., Film, D., Or, R., Oleh, N. O. T., Olpin, B., & Gillet, T. (2021). Ekspresi verbal dan non-verbal dalam mengungkapkan ketakutan dan kemarahan dalam film ready or not oleh bettinelli – olpin, tyler gillet (analisis psikolinguistik). 1–16.
Norma, S., & Pengaturan, D. A. N. (2008). STANDAR NORMA DAN PENGATURAN HAK ATAS KEBEBASAN BERPENDAPAT DAN BEREKSPRESI. 34, 1–79.
Pratidina, N. D., & Mitha, J. (2023). Dampak Penggunaan Media Sosial terhadap Interaksi Sosial Masyarakat: Studi Literature. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 23(1), 810. https://doi.org/10.33087/jiubj.v23i1.3083
Retnani, G. W. (2021). Tantangan Kebebasan Berpendapat di Era Digital: Hoaks dan Ujaran Kebencian. Friedrich Naumann Foundation.
Ringkas, P., & Masyarakat, U. (n.d.). Melawan ujaran kebencian , Menjaga. Rositawati, Dian; Tedjaseputra, J. A. (2023). Melindungi Ekspresi Analisis Pidana dan HAM Putusan Pengadilan di Indonesia. Andrew’s Disease of the Skin Clinical Dermatology.
Rumagit, S. K. (2013). Kekerasan dan Diskriminasi Antar Umat Beragama di Indonesia. Lex Administratum, 1(2), 56–65.
Tampubolon, M. (2020). Praktek Hukum Kelompok Minoritas Kristen Menjaga Hak Kebebasan Beragama Praktek Hukum.
Tobias, B., Mantong, A. W., Sastra, A., Suryahudaya, E. G., & Sianturi, R. P. (2018). Unintended Consequences : Dampak Sosial dan Politik UU Informasi dan Transaksi. 1–46.
Wandik, W. (2020). Pemerintah Diskriminatif, DPP GAMKI: Tidak Ada kesepakatan Bersama Di Atas UUD 1945. Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia.
Wulandari, V., Rullyana, G., & Ardiansah, A. (2021). Pengaruh algoritma filter bubble dan echo chamber terhadap perilaku penggunaan internet. Berkala Ilmu Perpustakaan Dan Informasi, 17(1), 98–111.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Davina Suci Laudya, Parlaungan Gabriel Siahaan, Novridah Reanti Purba, Ricarda Fani Aryanti Giawa, Renova Catherina Manurung, Fadia yulia Putri, Ilsa Mariska Nasution, Yoshelin Belvri Saragih

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















