Peran Kepemimpinan Autentik dan Modal Psikologis terhadap Keterikatan Kerja Pegawai

Authors

  • Fauziah Wijayanti Universitas Negeri Jakarta
  • Sus Budiharto Universitas Islam Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i1.7024

Keywords:

Kepemimpinan Autentik, Keterikatan Kerja, Modal Psikologis

Abstract

Keterikatan kerja merupakan kondisi psikologis positif yang ditandai dengan semangat (vigor), dedikasi (dedication), dan penyerapan (absorption) dalam pekerjaan, yang berperan vital dalam meningkatkan kinerja serta kesejahteraan pegawai di lingkungan birokrasi. Pegawai dengan keterikatan kerja tinggi cenderung menunjukkan antusiasme, komitmen kuat, serta ketahanan dalam menghadapi dinamika tuntutan pekerjaan publik yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam pengaruh kepemimpinan autentik dan modal psikologis terhadap keterikatan kerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada sebuah instansi pemerintah daerah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 70 orang responden melalui teknik sampling jenuh. Instrumen pengukuran menggunakan skala standar yang telah divalidasi, yaitu Utrecht Work Engagement Scale (UWES-9), Authentic Leadership Questionnaire (ALQ), dan Psychological Capital Questionnaire (PCQ-24). Data dianalisis menggunakan teknik regresi linear berganda setelah memenuhi syarat uji asumsi klasik. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kepemimpinan autentik dan modal psikologis secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keterikatan kerja dengan kontribusi sebesar 52,3%. Secara parsial, modal psikologis ditemukan memberikan kontribusi yang lebih dominan dibandingkan kepemimpinan autentik. Dimensi moral yang terinternalisasi serta dimensi harapan (hope) menunjukkan korelasi terkuat dalam membentuk keterikatan kerja. Temuan ini menegaskan pentingnya strategi pengembangan sumber daya manusia melalui pelatihan kepemimpinan yang transparan dan penguatan resiliensi psikologis guna menciptakan keterikatan kerja pegawai yang berkelanjutan di sektor publik.

Downloads

Download data is not yet available.

References

W. Schaufeli and A. B. Bakker, “Job demands, job resources, and their relationship with burnout and engagement,” Journal of Organizational Behavior, vol. 25, pp. 293–315, 2004, doi: 10.1002/job.248.

B. A. Firdaus, “Pengaruh kepemimpinan autentik terhadap work engagement melalui psychological capital sebagai variabel intervening (studi pada karyawan bagian kantor PT Perkebunan Nusantara X Pabrik Gula Lestari di Nganjuk),” Jurnal Ilmu Manajemen, vol. 6, no. 3, pp. 288–295, 2018.

D. Umihastanti and A. Frianto, “Pengaruh dukungan organisasi dan employee engagement terhadap kinerja pegawai badan kepegawaian daerah,” Jurnal Ilmu Manajemen, vol. 10, no. 1, pp. 219–232, 2022, doi: 10.26740/jim.v10n1.p219-232.

Idawani, S. Musnadi, and M. Ibrahim, “Pengaruh kompetensi, beban kerja dan stres kerja terhadap work engagement dan implikasinya pada kinerja dinas pekerjaan umum dan penataan ruang Aceh,” Jurnal Magister Manajemen, vol. 2, no. 3, pp. 264–271, 2018.

B.-K. Joo, D. H. Lim, and S. Kim, “Enhancing work engagement: The roles of psychological capital, authentic leadership, and work empowerment,” Leadership & Organization Development Journal, vol. 37, no. 8, pp. 1117–1134, 2016, doi: 10.1108/LODJ-01-2015-0005.

A. B. Bakker and M. P. Leiter, Work Engagement: A Handbook of Essential Theory and Research. New York, USA: Psychology Press, 2010, doi: 10.4324/9780203853047.

S. Markos and M. S. Sridevi, “Employee engagement: The key to improving performance,” International Journal of Business and Management, vol. 5, pp. 89–96, 2010, doi: 10.5539/ijbm.v5n12p89.

R. Niswaty, H. Wirawan, Akib, M. S. Saggaf, and D. Daraba, “Investigating the effect of authentic leadership and employees’ psychological capital on work engagement: Evidence from Indonesia,” Heliyon, 2021, doi: 10.1016/j.heliyon.2021.e06992.

H. Wirawan, M. Jufri, and A. Saman, “The effect of authentic leadership and psychological capital on work engagement: The mediating role of job satisfaction,” Leadership & Organization Development Journal, vol. 41, no. 8, pp. 1139–1154, 2020, doi: 10.1108/LODJ-10-2019-0433.

D. R. I. Hayuningtyas and A. F. Helmi, “Peran kepemimpinan otentik terhadap work engagement dosen dengan efikasi diri sebagai mediator,” Gadjah Mada Journal of Psychology, vol. 1, no. 3, pp. 167–179, 2015.

W. Schaufeli, M. Salanova, V. González-Romá, and A. Bakker, “The measurement of engagement and burnout: A two sample confirmatory factor analytic approach,” Journal of Happiness Studies, vol. 3, pp. 71–92, 2002, doi: 10.1023/A:1015630930326.

F. O. Walumbwa, B. J. Avolio, W. L. Gardner, T. S. Wernsing, and S. J. Peterson, “Authentic leadership: Development and validation of a theory-based measure,” Journal of Management, vol. 34, no. 1, pp. 89–126, 2008, doi: 10.1177/0149206307308913.

A. B. Bakker and E. Demerouti, “Towards a model of work engagement,” Career Development International, vol. 13, no. 3, pp. 209–223, 2008, doi: 10.1108/13620430810870476.

F. Luthans, B. J. Avolio, J. B. Avey, and S. M. Norman, “Positive psychological capital: Measurement and relationship with performance and satisfaction,” Personnel Psychology, vol. 60, pp. 541–572, 2007, doi: 10.1111/j.1744-6570.2007.00083.x.

S. Penger and M. Černe, “Authentic leadership, employees’ job satisfaction, and work engagement: A hierarchical linear modelling approach,” Economic Research, vol. 27, no. 1, pp. 508–526, 2014, doi: 10.1080/1331677X.2014.974340.

B. J. Avolio, W. L. Gardner, F. O. Walumbwa, F. Luthans, and D. R. May, “Unlocking the mask: A look at the process by which authentic leaders impact follower attitudes and behaviors,” The Leadership Quarterly, vol. 15, pp. 801–823, 2004.

D. Sweetman and F. Luthans, “The power of positive psychology: Psychological capital and work engagement,” in Work Engagement: A Handbook of Essential Theory and Research, A. B. Bakker and M. P. Leiter, Eds. New York, USA: Psychology Press, 2010.

A. B. Bakker and W. B. Schaufeli, “Positive organizational behavior: Engaged employees in flourishing organizations,” Journal of Organizational Behavior, vol. 29, no. 2, pp. 147–154, 2008, doi: 10.1002/job.515.

I. F. Kristiana, Fajrianthi, and U. Purwono, “Analisis rasch dalam Utrecht Work Engagement Scale-9 (UWES-9) versi Bahasa Indonesia,” Jurnal Psikologi, vol. 17, no. 2, pp. 204–217, 2017, doi: 10.14710/jp.17.2.204-217.

F. O. Walumbwa, P. Wang, H. Wang, J. Schaubroeck, and B. J. Avolio, “Psychological processes linking authentic leadership to follower behaviors,” The Leadership Quarterly, vol. 21, pp. 901–914, 2010 (retracted).

F. Luthans, C. M. Youssef, and B. J. Avolio, Psychological Capital: Developing the Human Competitive Edge. Oxford, UK: Oxford University Press, 2007.

D. I. Retnoningtyas, “Analisis pengaruh remunerasi dan employee engagement terhadap kinerja pegawai Lembaga Sandi Negara,” Jurnal MIX, vol. 4, no. 1, pp. 100–113, 2014.

Zamralita, “Gambaran keterikatan kerja pada dosen tetap ditinjau dari karakteristik personal,” Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni, vol. 1, no. 1, pp. 338–345, 2017, doi: 10.24912/jmishumsen.v1i1.374.

Downloads

Published

09-03-2026

How to Cite

[1]
F. Wijayanti and S. Budiharto, “Peran Kepemimpinan Autentik dan Modal Psikologis terhadap Keterikatan Kerja Pegawai”, RIGGS, vol. 5, no. 1, pp. 7523–7530, Mar. 2026.