Pengaruh Penggunaan Glass Powder dan Crab Shell Waste pada Campuran Aspal Wearing Course (AC-WC) untuk Perkerasan Jalan

Authors

  • Isna Zahrotul Nihaya Universitas Islam Sultan Agung
  • Sinta Mutmainatun Nurjanah Universitas Islam Sultan Agung
  • Juny Andry Sulistyo Universitas Islam Sultan Agung

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i1.6492

Keywords:

AC-WC, Glass Powder, Crab Shell Waste, Marshall Test

Abstract

Meningkatnya produksi limbah akibat aktivitas manusia menjadi salah satu permasalahan lingkungan yang signifikan karena dapat menyebabkan pencemaran tanah, air, dan udara serta berdampak negatif terhadap keberlanjutan ekosistem dan kualitas hidup manusia. Oleh karena itu, diperlukan inovasi pemanfaatan limbah sebagai bahan alternatif dalam bidang teknik sipil, khususnya pada konstruksi perkerasan jalan, guna mengurangi dampak lingkungan sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya alam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan limbah glass powder dan crab shell waste sebagai bahan tambahan dalam campuran aspal panas serta pengaruhnya terhadap karakteristik Marshall. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan variasi penambahan glass powder sebesar 0%, 2%, 4%, dan 8%, serta crab shell waste sebesar 0%, 1%, 3%, dan 5%. Seluruh proses pengujian dilaksanakan di Laboratorium Perkerasan Jalan Fakultas Teknik Universitas Islam Sultan Agung Semarang menggunakan metode Marshall Test untuk mengevaluasi parameter stabilitas, Void in Mix (VIM), Void in Mineral Aggregate (VMA), Void Filled with Bitumen (VFB), flow, dan Marshall Quotient (MQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai VIM, VMA, stabilitas, dan flow tertinggi diperoleh pada campuran dengan variasi glass powder 8% dan crab shell waste 3%, yaitu masing-masing sebesar 4,82%; 21%; 1055,52 kg; dan 3,70 mm. Sementara itu, nilai VFB tertinggi sebesar 80,20% diperoleh pada campuran glass powder 0% dan crab shell waste 3%. Hasil ini menunjukkan bahwa pemanfaatan limbah glass powder dan crab shell waste berpotensi meningkatkan kinerja campuran aspal sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan dan ramah lingkungan

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ali, M. F., & Ramadianti, K. (2023). Analisis Penunjang untuk Perancangan Jalan dengan Perkerasan Beraspal sebagai Infrastruktur Jalan yang Andal, Mandiri, dan Berkelanjutan. Jurnal HPJI, 9(1), 57–66. https://doi.org/10.26593/jhpji.v9i1.6441.57-66

Wibowo, A., & Susilowati, E. (2022). Sustainable Road Infrastructure Development: Challenges and Opportunities in Indonesia. Journal of Infrastructure Development, 14(2), 112-128.

Putra, M. T., Destania, H. R., & Febryandi, F. (2023). Analisis Karakteristik Marshall Campuran Aspal Modifikasi pada Asphalt Concrete – Wearing Course (AC – WC) dengan Penambahan Serbuk Ban Kendaraan. Jurnal Teknik Sipil, 19(2), 335–350. https://doi.org/10.28932/jts.v19i2.5580

Tapkın, S., Çevik, A., & Usar, U. (2010). Prediction of Marshall Test Results for Polypropylene Modified Dense Bituminous Mixtures Using Neural Networks. Expert Systems with Applications, 37(6), 4660-4670.

Ahmedzade, P., & Sengoz, B. (2009). Evaluation of Steel Slag Coarse Aggregate in Hot Mix Asphalt Concrete. Journal of Hazardous Materials, 165(1-3), 300-305.

Brasileiro, L., Moreno-Navarro, F., Tauste-Martínez, R., Matos, J., & Rubio-Gámez, M. C. (2019). Reclaimed Polymers as Asphalt Binder Modifiers for More Sustainable Roads: A Review. Sustainability, 11(3), 646.

Mallua', M. (2021). Studi Pemanfaatan Limbah Serbuk Kaca yang di Gunakan sebagai Substitusi Agregat Halus pada Campuran Aspal AC-WC.

Sucipto, S., & Sari, Y. A. (2021). Analisa Karakteristik Campuran Aspal Menggunakan Serbuk Kaca. Journal of Civil Engineering and Planning, 2(1), 84–98. https://doi.org/10.37253/jcep.v2i1.728

Adawy, M. E., Mohamed, A. A., & Saleh, S. M. (2021). Utilizing Waste Glass Powder as a Partial Replacement of Fine Aggregate in Hot Mix Asphalt. Ain Shams Engineering Journal, 12(1), 89-96.

Jiang, W., Sha, A., Xiao, J., Li, Y., & Huang, Y. (2015). Experimental Study on Properties of Porous Asphalt Pavement Material Using Waste Glass. Construction and Building Materials, 93, 1041-1049.

Ratri, A. B. C. (2021). Pemanfaatan Limbah Cangkang Kepiting sebagai Bahan Penambahan Pakan Ternak Berkalsium Tinggi dalam Tinjauan Moderasi Beragama, 2(1).

Luthfiyana, N., Nurjanah, S., & Hidayat, T. (2022). Pemanfaatan Limbah Cangkang Kepiting sebagai Material Pengganti dalam Konstruksi. Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan, 6(2), 45-58.

Handayani, L., Zuhrayani, R., Thalib, A., & Raihanum. (2019). Karakteristik Kimia Tepung Cangkang Kepiting. Depik, 8(3), 185–192. https://doi.org/10.13170/depik.8.3.12090

Huseien, G. F., Mirza, J., Ismail, M., Ghoshal, S. K., & Hussein, A. A. (2017). Geopolymer Mortars as Sustainable Repair Material: A Comprehensive Review. Renewable and Sustainable Energy Reviews, 80, 54-74.

Mohammed, B. S., Haruna, S., Wahab, M. M. A., & Liew, M. S. (2019). Optimization and Characterization of Cast In-situ Alkali-activated Pastes by Response Surface Methodology. Construction and Building Materials, 225, 776-787.

Diansari, S. (2016). Aspal Modifikasi dengan Penambahan Plastik Low Linear Density Poly Ethylene (LDPE) Ditinjau dari Karakteristik Marshall dan Uji Penetrasi pada Lapisan Aspal Beton (AC-BC).

Modarres, A., & Hamedi, H. (2014). Effect of Waste Plastic Bottles on the Stiffness and Fatigue Properties of Modified Asphalt Mixes. Materials & Design, 61, 8-15.

Ziari, H., Oruc, S., Goli, H., & Sadeghpour Galooyak, S. (2014). Investigating the Effects of Amorphous Carbon Powder on the Moisture Susceptibility of Asphalt Mixtures. Construction and Building Materials, 66, 598-604.

Downloads

Published

24-02-2026

How to Cite

[1]
I. Z. Nihaya, S. M. Nurjanah, and J. A. Sulistyo, “Pengaruh Penggunaan Glass Powder dan Crab Shell Waste pada Campuran Aspal Wearing Course (AC-WC) untuk Perkerasan Jalan”, RIGGS, vol. 5, no. 1, pp. 5225–5232, Feb. 2026.