Pengaruh Kegiatan One Week One Story Terhadap Kemampuan Berbicara Anak Usia 5-6 Tahun di RA Uswatun Hasanah Palembang
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v5i1.6485Keywords:
One Week One Story, Kemampuan Berbicara, Anak Usia DiniAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kegiatan One Week One Story terhadap kemampuan berbicara anak usia 5–6 tahun di RA Uswatun Hasanah Palembang. Kemampuan berbicara merupakan aspek fundamental dalam perkembangan bahasa anak usia dini yang berperan penting dalam mendukung kemampuan komunikasi, interaksi sosial, dan kesiapan belajar anak pada jenjang pendidikan selanjutnya. Perkembangan kemampuan berbicara anak sangat dipengaruhi oleh strategi pembelajaran yang digunakan guru. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa proses pembelajaran masih cenderung bersifat konvensional dan kurang memberikan ruang bagi anak untuk aktif mengekspresikan gagasan secara lisan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen pra-eksperimental melalui desain one-group pretest–posttest. Subjek penelitian berjumlah 15 anak kelompok B usia 5–6 tahun. Teknik pengumpulan data meliputi tes lisan, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan uji-t untuk mengetahui perbedaan kemampuan berbicara anak sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan berbicara anak setelah diterapkannya kegiatan One Week One Story. Nilai rata-rata posttest lebih tinggi dibandingkan nilai rata-rata pretest dan hasil uji-t menunjukkan perbedaan yang signifikan pada taraf signifikansi 0,05. Temuan ini menunjukkan bahwa kegiatan One Week One Story berpengaruh positif terhadap kemampuan berbicara anak usia dini dan dapat dijadikan sebagai alternatif strategi pembelajaran bahasa yang efektif dan kontekstual.
Downloads
References
Andayani. (2021). Strategi Pembelajaran Bahasa Indonesia. Pustaka Pelajar.
D. Fitriani. (2022). Pengembangan kemampuan berbicara anak usia dini melalui metode bermain peran. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(3).
Dhieni, Nurbiana, dkk. (2008). Metode Pengembangan Bahasa. Jakarta: Universitas Terbuka.
Evi Rahayu. (2024). Perkembangan Anak Usia Dini. Jambi: PT Sonpedia Publishing Indonesia.
Filtri, H. (2018). Perkembangan kognitif anak usia 5-6 tahun di tinjau dari tingkat pendidikan ibu di PAUD kasih ibu kecamatan rumbai. PAUD Lectura: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 1(02), 169–178.
Hapsari, D. (2022). Storytelling-Based Speaking Activities to Improve Students’ Motivation in EFL Classrooms. Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris, 12(1).
Hurlock, E. B. (2011). Perkembangan Anak (Jilid 1, Alih Bahasa: M. Tjandra & M. Zarkasih). Jakarta: Erlangga.
Mulyati, dkk. (2009). Keterampilan Berbahasa Indonesia SD. Jakarta: Universitas Terbuka.
Neli Aprianti, dkk. (2023). Manfaat Storytelling dalam Meningkatkan Kemampuan Berbicara Anak Usia Dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 1(1).
Nuraeni, D. (2022). Pembelajaran Keterampilan Berbicara: Teori dan Praktik di Sekolah. Bandung: Alfabeta.
Nurhayati, S. (2021). Faktor-faktor yang Memengaruhi Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini. Jurnal Pendidikan Anak, 10(2), 112–120.
Istiarini, R. (2014). Peningkatan kemampuan berbicara melalui bermain balok. Jurnal Pendidikan Usia Dini, 8(1), 145–154.
Putri, A. D. (2024). Pelatihan Metode Bercerita Anak Usia Dini Pada Guru Paud di Kelurahan Sukadana Tengah Lampung Timur. Peduli: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(04).
Susanto. (2011). Perkembangan Anak Usia Dini: Teori dan Praktik di Pendidikan Anak Usia Dini. Kencana.
Tarigan, H. G. (2018). Berbicara. Angkasa.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ellanda Putri Remma, Febriyanti Febriyanti, Izza Fitri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















