Perkembangan Islam di Banten: Sebuah Analisis Historis
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v5i1.5756Keywords:
Perkembangan Islam, Banten, Historiografi, Kesultanan Banten, Sejarah Sosial-BudayaAbstract
Penelitian ini membahas perkembangan Islam di Banten melalui pendekatan historis-kualitatif dengan menitikberatkan pada dinamika sosial, politik, ekonomi, dan budaya yang menyertai proses Islamisasi sejak abad ke-16. Wilayah Banten yang sebelumnya berada dalam pengaruh Hindu-Buddha dan menjadi bagian dari Kerajaan Sunda mengalami transformasi besar seiring masuk dan berkembangnya Islam. Perubahan ini tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan melalui proses bertahap yang relatif damai, terutama melalui jalur perdagangan internasional yang menghubungkan Banten dengan dunia Islam di Asia dan Timur Tengah. Para pedagang Muslim, ulama, serta mubalig memainkan peran penting dalam menyebarkan ajaran Islam kepada masyarakat lokal. Proses ini kemudian diperkuat oleh dukungan elite lokal yang melihat Islam sebagai basis legitimasi sosial dan politik. Kondisi tersebut melahirkan Kesultanan Banten sebagai kekuatan politik Islam yang berpengaruh di Nusantara. Tokoh-tokoh sentral seperti Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati), Maulana Hasanuddin, dan Sultan Ageng Tirtayasa memiliki peran strategis dalam konsolidasi Islam, baik sebagai sistem kepercayaan maupun sebagai fondasi pemerintahan. Penelitian ini juga menelaah historiografi tradisional dan kolonial untuk menunjukkan bagaimana narasi sejarah Banten dibentuk oleh beragam kepentingan dan sudut pandang. Hasil kajian menunjukkan bahwa Islam di Banten tidak hanya membentuk struktur pemerintahan dan jaringan perdagangan, tetapi juga melahirkan sintesis budaya lokal-Islam yang khas. Hal ini tercermin dalam institusi pendidikan, arsitektur masjid dan keraton, serta kesenian tradisional seperti debus. Dengan demikian, sejarah Islam di Banten merupakan proses kompleks yang memperkaya khazanah peradaban Islam Nusantara dan relevan untuk dipahami secara kritis dalam konteks historiografi Indonesia.
Downloads
References
A. Syafrizal, A. Thalib, and B. Umayah, “Sejarah islam nusantara”.
B. Husaeni, “Sejarah Pembinaan Hukum Islam di Enam Periode terhadap berbagai paradigma baru dalam kehidupan sebagai akibat kemajuan ilmu pengetahuan,” J. Faidatuna, vol. 3, no. 4, 2022.
B. E. inayati Nur`izzah, Solihah Dian, “Dalam Angka 2025,” 2025.
I. Nur, Provinsi BantenDalam Angka: Badan Pusat StatistikProvinsi Banten. Serang: BPS-Statistics Banten Province, 2025. [Online]. Available: https://banten.bps.go.id
M. R. Fadli, “Memahami desain metode penelitian kualitatif,” vol. 21, no. 1, pp. 33–54, 2021, doi: 10.21831/hum.v21i1.
I. Fistiyanti, “Lentera Pustaka : Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan , Informasi dan Kearsipan Lentera Pustaka : Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan , Informasi dan Kearsipan,” vol. 10, no. 2, pp. 160–176, 2024.
A. Mubayadi, siti, Awaliyah, Abdul Muhammad Aziz, Mu`ti, “Islamisasi banten: dinamika sejarah, budaya, dan politik dalam penyebaran islam di ujung barat jawa,” vol. 2, pp. 1–8, 2025.
C. Kusumajati, “Jurnal Literasi Indonesia ( JLI ),” vol. 1, no. 6, pp. 240–247, 2024.
H. A. Said, “ISLAM DAN BUDAYA DI BANTEN :,” vol. 10, pp. 109–138, 2016.
M. Ali, “Kebijakan Politik Pragmatis Strategis Maulana Hasanuddin Banten ( 1546-1570 ) terhadap Portugis,” vol. 7, no. 1, pp. 26–37, 2022.
A. Wirdi, “Islam Sebagai Sistem Nilai Tradisi Lokal Banten,” vol. 2, no. 1, pp. 1130–1138, 2025.
T. R. Hardhi, M. N. Rokhman, and M. Pd, “DAKWAH SUNAN GUNUNG JATI DALAM PROSES ISLAMISASI Oleh : DAKWAH SUNAN GUNUNG JATI DALAM PROSES ISLAMISASI DI KESULTANAN CIREBON TAHUN 1479-1568,” 2014.
D. S. Anggraheni and H. Attamimi, “Perkembangan Kerajaan Islam di Banten pada Masa Sultan Ageng Tirtayasa dalam Aspek Politik dan Sosial,” vol. 7, no. 2, pp. 146–159.
M. Zulkarnaen et al., “Peran kesultanan banten terhadap perkembangan islam di wilayah banten,” vol. 3, pp. 15–19, 2023.
K. M. Hakiki, “Ketahanan Budaya di Era Modern : Analisis Antropologis Terhadap Tradisi Debus Banten,” vol. 9, no. 02, 2024.
M. T. Iman and K. A. Fitria, “Penerangan Eksistensi Debus sebagai Bentuk Autentisitas Budaya Banten : Suatu Pendekatan Hermeneutika,” vol. 10, no. 1, pp. 79–94, 2024, doi: 10.15408/ushuluna.v10i01.43255.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Benies Husaeni, Amaliah Kadir, Komarudin Komarudin, Ahmad Wahyudin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















