Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kesehatan Pekerja Migran: Scoping Review

Authors

  • Tri Aan Agustiansyah Institut Teknologi dan Kesehatan Muhammadiyah Kalimantan Barat
  • Lidia Hastuti Institut Teknologi dan Kesehatan Muhammadiyah Kalimantan Barat
  • Lilis Lestari Institut Teknologi dan Kesehatan Muhammadiyah Kalimantan Barat
  • Haryanto Haryanto Institut Teknologi dan Kesehatan Muhammadiyah Kalimantan Barat

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v4i4.5224

Keywords:

Pekerja Migran, Kesehatan Migran, Determinan Kesehatan, Scoping Review

Abstract

Pekerja migran merupakan kelompok populasi yang rentan terhadap berbagai permasalahan kesehatan akibat interaksi kompleks antara faktor individu, pekerjaan, lingkungan kerja, psikososial, serta keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan di negara tujuan. Karakteristik pekerjaan yang didominasi sektor berisiko tinggi, beban kerja berat, jam kerja panjang, serta kondisi sosial dan hukum yang tidak selalu mendukung semakin meningkatkan kerentanan kesehatan pekerja migran. Meskipun berbagai penelitian telah mengkaji kesehatan pekerja migran dari beragam perspektif, bukti ilmiah yang tersedia masih tersebar, heterogen, dan belum terpetakan secara sistematis. Oleh karena itu, scoping review ini bertujuan untuk memetakan dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan pekerja migran berdasarkan bukti ilmiah yang tersedia. Metode yang digunakan mengikuti kerangka Arksey dan O’Malley yang disempurnakan oleh Levac et al. (2010). Pencarian literatur dilakukan pada basis data PubMed, Scopus, ScienceDirect, dan Google Scholar terhadap artikel yang diterbitkan dalam kurun waktu 2015–2025. Kriteria inklusi mencakup studi dengan desain kuantitatif, kualitatif, dan mixed methods yang membahas determinan kesehatan pekerja migran. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa sepuluh artikel memenuhi kriteria inklusi. Temuan utama mengelompokkan faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan pekerja migran ke dalam lima tema utama, yaitu faktor individu, faktor pekerjaan dan lingkungan kerja, faktor psikososial, akses terhadap layanan kesehatan, serta faktor sosial dan kebijakan. Kesimpulan dari scoping review ini menunjukkan bahwa kesehatan pekerja migran dipengaruhi oleh faktor multidimensional yang saling berinteraksi, sehingga diperlukan pendekatan kebijakan dan intervensi kesehatan yang komprehensif, lintas sektor, dan berorientasi pada perlindungan serta peningkatan kesejahteraan pekerja migran secara berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Asri, A. (2024). Experiences of Male Indonesian Migrant Workers During the COVID-19 Pandemic to Post-Pandemic Period in Taiwan: A Ph…. www.ihv.org

Asri, Y., & Chuang, K. Y. (2023). Prevalence of and Factors Associated with Depressive Symptoms among Indonesian Migrant Workers in Taiwan. International Journal of Environmental Research and Public Health, 20(5). https://doi.org/10.3390/ijerph20054056

Bhandari, P. (2023). Prevalence of cardiovascular risk factors among Asian migrant workers in South Korea. PLoS ONE, 18(7 JULY). https://doi.org/10.1371/journal.pone.0288375

Chan, B., Mi, A. &, & Hayati, N. (2009). Toxoplasmosis among Indonesian Migrant Workers in Malaysia. In Malaysian Journal of Medicine and Health Sciences (Vol. 5, Issue 1).

Chen, J., Chen, S., & Landry, P. F. (2021). Rural–urban migrants and health in China: Evidence from a cross-sectional study. International Journal of Environmental Research and Public Health, 18(4), 1987.

DataIndonesia.id. (2024). Kumpulan Data Pekerja Migran Indonesia pada 2024. www.DataIndonesia.id

Dineva R, F., & Choi, H. (2019). Associations of Acculturative Stress, Depression, and Quality of Life among Indonesian Migrant Workers in South Korea. Journal of Korean Academy of Psychiatric and Mental Health Nursing, 28(2), 172–180. https://doi.org/10.12934/jkpmhn.2019.28.2.172

Fauk, N. K., Gesesew, H. A., Seran, A. L., Raymond, C., Tahir, R., & Ward, P. R. (2022). Barriers to Accessing HIV Care Services in Host Low and Middle Income Countries: Views and Experiences of Indonesian Male Ex-Migrant Workers Living with HIV. International Journal of Environmental Research and Public Health, 19(21). https://doi.org/10.3390/ijerph192114377

Ghufron, M. N., Azmi, K. R., & Al-Giffari, H. A. (2024). Peer support and the mental health of Indonesian migrant workers: The mediating role of spiritual well-being and coping strategies. Psikohumaniora, 9(1), 21–36. https://doi.org/10.21580/pjpp.v9i1.20341

Hargreaves, S., Rustage, K., Nellums, L. B., et al. (2019). Occupational health outcomes among international migrant workers: A systematic review. The Lancet Global Health, 7(7), e872–e882.

Hennebry, J., McLaughlin, J., & Preibisch, K. (2016). Out of the loop: Migrant workers and health care in Canada. Journal of International Migration and Integration, 17(2), 521–538.

Heroweti, J., Inayati, D., Budiarti, A., & Ikhsan, M. (2024). Edukasi Penggunaan Obat dan Suplemen Kesehatan untuk Pencegahan Non-Communicable Diseases (NCDs) pada Pekerja Imigran Indonesia di Sanggar Bimbingan Sungai Mulia, Kuala Lumpur, Malaysia. 8, 313–322. https://doi.org/10.34001/jdc.v6i2.6963

Lee, W. C., Chanaka, N. S., Tsaur, C. C., & Ho, J. J. (2022). Acculturation, Work-Related Stressors, and Respective Coping Strategies among Male Indonesian Migrant Workers in the Manufacturing Industry in Taiwan: A Post-COVID Investigation. International Journal of Environmental Research and Public Health, 19(19). https://doi.org/10.3390/ijerph191912600

Noor, N. M., & Shaker, M. N. (2017). Perceived workplace discrimination, coping and psychological distress among unskilled Indonesian migrant workers in Malaysia. International Journal of Intercultural Relations, 57, 19–29. https://doi.org/10.1016/j.ijintrel.2017.01.004

Palupi, K. C., Shih, C. K., & Chang, J. S. (2017). Cooking methods and depressive symptoms are joint risk factors for fatigue among migrant Indonesian women working domestically in Taiwan. Asia Pacific Journal of Clinical Nutrition, 26, S61–S67. https://doi.org/10.6133/apjcn.062017.s3

Reid, A., Ronda-Pérez, E., & Schenker, M. (2020). Migrant workers, essential work, and COVID-19. American Journal of Industrial Medicine, 63(11), 921–929.

Riyandani, E., Deng, J. F., Chen, R. Y., & Yang, C. C. (2025). Work-related factors of low back pain among Indonesian manufacturing workers in Taiwan. Journal of the Chinese Medical Association, 88(4), 323–329. https://doi.org/10.1097/JCMA.0000000000001219

Schenker, M. B. (2018). A global perspective of migration and occupational health. American Journal of Industrial Medicine, 61(5), 363–372.

Weng, S. F., Malik, A., Wongsin, U., Lohmeyer, F. M., Lin, L. F., Atique, S., Jian, W. S., Gusman, Y., & Iqbal, U. (2021). Health service access among indonesian migrant domestic workers in taiwan. International Journal of Environmental Research and Public Health, 18(7). https://doi.org/10.3390/ijerph18073759

Wickramage, K., Vearey, J., Zwi, A. B., Robinson, C., & Knipper, M. (2017). Migration and health: A global public health research priority. BMC Public Health, 17, 987.

WHO. (2022). NONCOMMUNICABLE DISEASES PROGRESS MONITOR 2022.

WHO. (2022). Promoting the health of migrant workers. WHO Press.

WHO. (2022). World report on the health of refugees and migrants.

Downloads

Published

13-01-2026

How to Cite

[1]
T. A. Agustiansyah, L. Hastuti, L. Lestari, and H. Haryanto, “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kesehatan Pekerja Migran: Scoping Review”, RIGGS, vol. 4, no. 4, pp. 10581–10589, Jan. 2026.