Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Meningkatkan Kemandirian Belajar Peserta Didik di MI Yasiska
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v4i4.4682Keywords:
Implementasi, Kurikulum Merdeka, Kemandirian BelajarAbstract
Kurikulum Merdeka dirancang dengan penekanan kuat pada pemberdayaan peserta didik, yang terutama bertujuan untuk menumbuhkan kemampuan mereka dalam belajar secara mandiri. Kurikulum ini memperkenalkan perspektif baru tentang proses pembelajaran dengan menempatkan siswa sebagai subjek aktif yang diharapkan dapat meningkatkan otonomi siswa dalam belajar. Secara umum, Pendidikan sekolah dimaksudkan untuk memelihara keterampilan siswa sehingga semua tujuan Pendidikan dapat tercapai. Pembelajaran mandiri dipandang sebagai faktor penting yang berkontribusi terhadap keberhasilan akademik serta pembentukan keterampilan belajar sepanjang hayat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Kurikulum Merdeka dalam meningkatkan kemandirian belajar siswa, dengan fokus pada: (1) Strategi guru dalam meningkatkan kemandirian belajar, (2) Strategi keberlanjutan program kemandirian belajar, dan (3) Evaluasi kemandirian belajar siswa. Peneliti bermaksud untuk mencari tahu tantang yang dihadapi selama proses pembelajaran dan mengidentifikasi solusi potensial untuk meningkatkan pembelajaran yang lebih efektif dan kemandirian siswa yang lebih besar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka di MI yasiska mampu meningkatkan kemandirian belajar siswa melalu pembelajaran interaktif yang didukung perangkat teknologi seperti Chromebook dan koneksi internet. Chromebook membantu siswa mengakses sumber daya Pendidikan digital secara mandiri, meningkatkan literasi digital, dan mengembangkan keterampilan belajar sepanjang hayat. Selain itu, evaluasi formatif dan sumatif yang diterapkan oleh guru membantu siswa mengenali kekuatan dan kelemahan mereka, mendorong refleksi diri, dan meningkatkan tanggung jawab terhadap proses belajar.
Downloads
References
Andrade, H. L., & Brookhart, S. M. (2020). Classroom Assesment and Grading That Work. New York: Pearson
Angrosino, M. (2007). Doing Ethnographic and Observational Research. London: Sage Publications.
Bioto, A., Suking, A., & Manajemen Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan, J. (2022). Student Journal of Educational Management Kesiapan Guru Dalam Menghadapi Asesmen Nasional.
Bogdan, R. C., & Biklen, S. K. (2007). Qualitative Research for Education: An Introduction to Theory and Methods. Boston: Pearson.
Bowen, G. A. (2009). Document analysis as a qualitative research method. Qualitative Research Journal, 9(2), 27–40.
Brookhart, S. M. (2013). How to Create and Use Rubrics for Formative Assessment and Grading. Alexandria: ASCD.
BUJoE.193.3.Koehleretal. (n.d.).
Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (4th ed.). Thousand Oaks: Sage Publications.
Deci, E. L., & Ryan, R. M. (1985). Intrinsic Motivation and Self-Determination in Human Behavior. New York: Springer.
Garrison, D. R., & Kanuka, H. (2004). Blended learning: Uncovering its transformative potential in higher education. Internet https://doi.org/10.1016/j.iheduc.2004.02.001
Harlen, Wynne. (2013). Assessment & inquiry-based science education : issues in policy and practice. Global Network of Science Academies.
Hattie, J. (n.d.). VISIBLE LEARNING FOR TEACHERS MAXIMIZING IMPACT ON LEARNING.
Jalil, A., & Shobrun, Y. (2023). Pembelajaran Berbasis Proyek: Tinjauan Filosofi Pembelajaran Abad 21. In ELIPS: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA (Vol. 4, Issue 1). http://journal.unpacti.ac.id/index.php/ELIPS
Kemendikbudristek. (2022). Buku Saku: Tanya Jawab Kurikulum Merdeka. Kemendikbudristek, 9 46. ult.kemdikbud.go.id
Koehler, M. J. (2006). Technological Pedagogical Content Knowledge: A Framework for Teacher Knowledge PUNYA MISHRA. Teachers College Record, 108(6), 1017–1054.
Kvale, S. (1996). InterViews: An Introduction to Qualitative Research Interviewing. Thousand Oaks: Sage Publications.
Lai, C. L., & Hwang, G. J. (2016). A self-regulated flipped classroom approach to improving students' learning performance in a mathematics course. Computers & Education, 100, 126–140.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. Thousand Oaks: Sage Publications.
Mishra, P., & Koehler, M. J. (2006). Technological pedagogical content knowledge: A framework for teacher knowledge. Teachers College Record, 108(6), 1017–1054.
Nicol, D. J., & Macfarlane-Dick, D. (n.d.). Formative assessment and self-regulated learning: A model and seven principles of good feedback practice. Formative assessment and self-regulated learning: A model and seven principles of good feedback practice.
Putu Bayu Andika, I., Agus Adiwijaya, P., Kelas, D., Putu Bayu Andika, B. I., Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, P., & Markandeya Bali Bangli, I. (n.d.). ANALISIS PENGGUNAAN MEDIA WORDWALL DALAM PEMBELAJARAN IPAS. 7(1), 23.
Yin, R. K. (2018). Case Study Research and Applications: Design and Methods (6th ed.). Thousand Oaks: Sage Publications.
Zimmerman, B. J. (2002). Becoming a self-regulated learner: An overview. Theory Into Practice, 41(2), 64–70.
Zimmerman, B. J., & Schunk, D. H. (2011). Self-Regulated Learning and Academic Achievement: Theoretical Perspectives. New York: Routledge.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Firda Zahraningtyas, Muhammad Zuhdi, Fauzan Fauzan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















