Tata Kelola Pariwisata di Kota Gorontalo (Studi Kasus Benteng Otonaha dan Tamendao Beach)

Authors

  • Fitria Samadi Universitas Negeri Gorontalo
  • Asna Aneta Universitas Negeri Gorontalo
  • Yanti Aneta Universitas Negeri Gorontalo

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v4i4.4351

Keywords:

Tata Kelola Pariwisata, Governance, Benteng Otanaha, Tamendao Beach, Kota Gorontalo

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tata kelola pariwisata di Kota Gorontalo dengan fokus pada dua objek wisata, yaitu Benteng Otanaha dan Tamendao Beach. Kedua destinasi ini dipilih sebagai representasi wisata budaya-sejarah dan wisata alam yang memiliki potensi besar namun masih menghadapi berbagai tantangan pengelolaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan pemerintah, pengelola wisata, serta masyarakat lokal. Analisis dilakukan dengan menggunakan teori governance Pierre & Peters (2020), yang mencakup lima indikator utama: networked governance, kolaborasi, ko-governance, konflik dan negosiasi, serta multi-level governance. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata kelola pariwisata di Kota Gorontalo belum berjalan optimal. Pada aspek networked governance, kerja sama antaraktor masih lemah dan belum terstruktur. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha belum terbentuk secara strategis karena belum adanya kesepakatan peran yang jelas. Ko-governance menunjukkan bahwa pemerintah masih dominan, sementara peran masyarakat belum seimbang. Pada aspek konflik dan negosiasi, ditemukan perbedaan kepentingan terutama terkait lahan dan pengembangan fasilitas wisata. Sementara itu, multi-level governance belum berjalan terpadu karena kurangnya sinkronisasi antara pemerintah kota, provinsi, dan pihak pengelola. Penelitian ini menegaskan perlunya penguatan koordinasi, peningkatan kapasitas SDM pariwisata, perbaikan infrastruktur, serta model tata kelola partisipatif untuk mewujudkan pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan di Kota Gorontalo.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amalia Yunia Rahmawati. (2020). Tata Pemerintahan Yang Baik Dalam Konteks Pemerintahan. July, 1–23.

Aneta, Y., Prahara, S., Aneta, A., & Ahmad, J. (2023). Optimizing Village Bureaucracy Transformation : Gorontalo , Indonesia. 7(3), 211–236.

Aneta, Y., Aneta, A., Tohopi, R., Ibrahim, D., Hulinggi, P.A., & Warsono, P. (2025). KEMANDIRIAN FISIKAL DAERAH PEMANFAATAN SUMBER DAYA LOKAL SEBAGAI SOLUSI. PT Media Penerbit Indonesia Royal.

Aneta, Y., Isa, R., Usulu, E., & Gobel, L. Van. (2024). Budaya dan Perilaku Birokrasi Menyelami Dimensi-Dimensi Organisasi Publik. PT Media Penerbit Indonesia.

Asnawiyah, S. (2023). STRATEGI PENGELOLAAN PARIWISATA DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH ( PAD ).

Fresneda fuentes, S., Fuentes ruiz, P. De, & Lobo gallardo, A. (2022). Sustainability dimensions and World Heritage Site management : the case of the Royal Alcazar of Seville , Spain. 1–21.

Kirana, C. A. dara, & Artisa, R. A. (2020). Pengembangan Desa Wisata Berbasis Collaborative Governance di Kota Batu. 6(April), 68–84.

Mapodji, S., Samudin, moh tofan, & Nurmiati. (2024). STRATEGI PENGEMBANGAN PARIWISATA PULAU KELELAWAR DI DESA TOMOLI KECAMATAN TORIBULU KABUPATEN PARIGI MOUTONG. 3, 54–67.

Nurul Hasanah, Fitri Kurnianingsih, & Chaereyranba Sholeh. (2024). Network Governance dalam Pengembangan Destinasi Wisata Berbasis Masyarakat di Kota Lama Tanjungpinang. Sosial Simbiosis : Jurnal Integrasi Ilmu Sosial Dan Politik, 1(3), 308–319. https://doi.org/10.62383/sosial.v1i3.619

Patadjenu, S., Silitonga, M. S., & Asropi, A. (2023). TATA KELOLA KOLABORATIF PENGEMBANGAN PARIWISATA LIKUPANG , KABUPATEN MINAHASA Tourism Development Collaborative Governance of Likupang , North Minahasa Regency. 17(1), 23–48.

Polontalo, M. S. M. I., Tahir, A., Abdussamad, Z., & Aneta, Y. (2023). FACTORS DETERMINING THE EFFECTIVENESS OF REGIONAL TOURISM DEVELOPMENT POLICIES IN GORONTALO PROVINCE. XI(12), 317–325.

Putri, F. E., Ariadi, B., Syarkawi, I., & Mulyati, R. (2022). Strategi Pengembangan Pariwisata Kabupaten Solok Selatan. Jurnal AKuntansi, Auditing, Dan Investasi (JAADI), 2(2), 43–50. www.jurnal.akuntansi.upb.ac.id

Ratna, Jusriadi, E., & Maklassa. (2021). Tata kelola pengembangan destinasi pariwisata kabupaten mamuju. 10, 235–243.

Sugiyono. (2020). Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D.

Tohopi, R., Nani, Y. N., Tui, F. P., & Abdussamad, J. (2024). Tata Kelola Kebijakan Dana Desa dan Partisipasi Kultural Masyarakat Desa di Kabupaten Boalemo Village Fund Policy Governance and Cultural Participation of Village Communities in Boalemo Regency. 02(01), 11–21.

Downloads

Published

17-12-2025

How to Cite

[1]
F. Samadi, A. Aneta, and Y. Aneta, “Tata Kelola Pariwisata di Kota Gorontalo (Studi Kasus Benteng Otonaha dan Tamendao Beach)”, RIGGS, vol. 4, no. 4, pp. 5436–5442, Dec. 2025.