Abreviasi nggak menjadi ga- sebagai Variasi Bahasa Gaul di Media Sosial X

Authors

  • Diaz Nur Afifah Universitas Sebelas Maret
  • Bakdal Ginanjar Universitas Sebelas Maret

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v4i4.4278

Keywords:

Pemendekan, Bahasa Gaul, Corporate Governance, Media Sosial X

Abstract

Pemendekan atau abreviasi merupakan salah satu ciri utama bahasa gaul yang digunakan warganet di media sosial X. Fenomena ini muncul karena pengguna ingin menyampaikan pesan secara cepat, ringkas, dan selaras dengan ritme komunikasi digital yang serba instan. Dalam ruang komunikasi yang ditandai oleh kecepatan arus informasi, abreviasi menjadi strategi linguistik yang memudahkan interaksi tanpa menghilangkan makna pesan. Berbagai bentuk abreviasi, seperti akronim, singkatan tidak baku, pemotongan kata, hingga penyederhanaan fonologis, dimanfaatkan untuk menciptakan gaya tutur yang lebih santai, ekspresif, dan sesuai dengan karakter percakapan daring. Salah satu bentuk abreviasi yang banyak ditemukan di X adalah perubahan kata “nggak” menjadi “ga-”. Bentuk ini tidak hanya berfungsi sebagai pemendekan ujaran, tetapi juga mencerminkan proses penyederhanaan fonologis yang khas dalam bahasa gaul anak muda. Penggunaan “ga-” dianggap lebih efisien, mudah diketik, dan mampu menghadirkan kesan keakraban antarpengguna. Selain itu, variasi tersebut menunjukkan fleksibilitas warganet dalam memodifikasi bahasa Indonesia baku agar sesuai dengan identitas dan kebiasaan komunitas digital. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk abreviasi di media sosial X dengan fokus pada variasi “nggak” menjadi “ga-”, serta menjelaskan alasan dan fungsi sosial-linguistik penggunaannya. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan data berupa tangkapan layar cuitan, komentar, dan percakapan. Hasil analisis menunjukkan bahwa “ga-” berfungsi sebagai penanda gaya tutur digital yang merepresentasikan efisiensi komunikasi, keakraban, identitas, dan partisipasi dalam budaya komunikasi daring yang dinamis dan adaptif.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Bauer, L. (1983). English word-formation. Cambridge University Press.

Cenderamata, R. C., & Sofyan, A. N. (2019). Abreviansi dalam percakapan sehari-hari di media sosial: Suatu kajian morfologi. Prasasti: Journal of Linguistics, 4(1). https://doi.org/10.20961/prasasti.v4i1.24166

Dewi, R. (2021). Pemendekan bentuk kata pada bahasa gaul di Instagram. Jurnal Linguistik dan Kebahasaan.

Fahmi, M. (2021). Analisis pemanfaatan abreviasi pada media sosial. Jurnal Linguistik Dan Sastra Indonesia, 11(2), 45–58.

Kridalaksana, H. (2007). KamusLlinguistik. Gramedia Pustaka Utama.

Moleong, L. J. (2019). Metodologi Penelitian Kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.

O’Grady, W., & Archibald, J. (2016). Contemporary Linguistics: An introduction. Bedford/St. Martin’s.

Pratama, D. (2022). Abreviasi Bahasa Gaul pada Kalangan Mahasiswa FKIP Universitas Galuh. Jurnal Diksatrasia.

Putri, A. (2024). Abreviasi dalam media sosial. Kajian Linguistik dan Sastra, 15(1), 280–290.

Rahayu, A. (2022). Kreativitas bahasa gaul pada komunikasi digital remaja. Bahtera Indonesia, 4(2), 98–108.

Rahmawati, R., & Nurhadi, D. (2022). Pemendekan pada percakapan pengguna Twitter. Salingka: Jurnal Ilmu Komunikasi, 10(1), 1–15.

Ramlan, M. (2009). Morfologi bahasa Indonesia. CV Karyono.

Siregar, M. (2024). Abreviasi Bahasa Gaul Remaja dalam Media Sosial. Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia.

Surya, N. (2023). Bentuk-bentuk Abreviasi Bahasa Gaul dalam Media Sosial Twitter: Suatu Kajian Morfologi. Jurnal Lingua Graha.

Wardana, B. (2023). Abreviasi Bahasa Gaul di Media Sosial: Studi kasus pada Mahasiswa Universitas Mataram. Jurnal Nasional Terindeks Sinta.

Downloads

Published

23-12-2025

How to Cite

[1]
D. N. Afifah and B. Ginanjar, “Abreviasi nggak menjadi ga- sebagai Variasi Bahasa Gaul di Media Sosial X”, RIGGS, vol. 4, no. 4, pp. 6681–6687, Dec. 2025.