Ameliorasi dan Peyorasi Istilah Medis dalam Diskursus Publik di Platform X
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v4i4.4192Keywords:
Perubahan Makna, Ameliorasi, Peyorasi, Istilah Medis, Semantik, Media Sosial, Platform XAbstract
Perubahan makna merupakan fenomena semantik yang produktif dalam bahasa Indonesia, terutama dalam ekosistem digital yang dinamis. Salah satu manifestasi dari perubahan ini adalah proses ameliorasi dan peyorasi yang terjadi pada terminologi medis yang semakin intens muncul dalam diskursus publik di platform media sosial X. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan bentuk-bentuk pergeseran makna yang dialami oleh terminologi medis, dan (2) menganalisis konteks pragmatik yang berkontribusi terhadap terjadinya transformasi semantik tersebut. Penelitian ini mengadopsi metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik simak dan catat (observasi non-partisipan) dalam proses pengumpulan data. Korpus data penelitian terdiri dari lima belas (15) cuitan anonim dari platform X yang mengandung penggunaan istilah medis dengan makna yang telah bergeser. Analisis data dilakukan dengan menerapkan metode padan referensial untuk membandingkan makna leksikal (denotatif) dengan makna kontekstual, serta metode agih (distribusional) untuk mengidentifikasi pola penyebaran dan lingkungan tuturan digital. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa terminologi medis mengalami perubahan makna melalui proses metaforisasi. Proses ini menghasilkan: ameliorasi (peningkatan makna) pada istilah seperti positif, imun, overdosis, trauma, stabil, dan sehat; serta peyorasi (penurunan makna) pada istilah seperti drop, kronis, sesak, kritis, dan alergi. Pergeseran makna ini dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti kreativitas linguistik pengguna, kebutuhan ekspresif, dan dinamika interaksi sosial di media digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa platform X memiliki peran signifikan dalam memfasilitasi inovasi semantik dan memperluas fungsi terminologi medis sebagai metafora sosial dalam komunikasi kontemporer.
Downloads
References
Aminuddin. 2011. Semantik Pengantar Studi tentang Makna. Bandung: Sinar Baru Algensindo.
Chaer, Abdul. 2009. Pengantar Semantik: Rineka Cipta.
Ernawati, Y. (2021). Perubahan makna kata bahasa Indonesia di media sosial. Silistik, 1(1), 29–39.
Hafifah, S. (2020). Perubahan makna Leksem “Racun” dalam Media sosial: Kajian Semantik. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/
Jayadi, A. (2021). Analisis Perubahan Makna dalam Bahasa Indonesia Kontemporer di Media Sosial. Universitas Mataram. https://e-journal.unram.ac.id/
Lakoff, G., & Johnson, M. (2017). Metaphors we live by. University of Chicago Press.
Maharani, D., Sabam Simanjuntak, H., Cahyani, N., & Hazizah, R. (2025). Makna dalam Era Digital: Kajian Semantik terhadap Bahasa di Media Sosial Indonesia. Jejak Digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1(4), 841–862.
Moleong, Lexy J. 2010. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosakarya.
Silaban, N., Silaban, P., Simamora, F., Nadeak, O., & Sari, Y. (2025). Perubahan Makna Kata dalam Bahasa Remaja: Tinjauan Semantik terhadap Bahasa Slang di Media Digital. Jejak Digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1(4), 696–703
Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Kombinasi (Mix Methods). Bandung : Alfabeta.
Tagg, C., & Seargeant, P. (2019). Social media and language change: Observations and implications for linguistics. Journal of Sociolinguistics, 23(2), 109–123. https://doi.org/10.1111/josl.12345
Ullman, Stephen. 2014. Pengantar Semantik Bahasa Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Belajar.
Wijana, I. D. P. (2017). Semantik: Teori dan analisis. Pustaka Pelajar.
Wiyanti, E., Heppy, H., & Esthie, I. (2022). Pergeseran Makna Kosakata Bahasa Indonesia: Generalisasi, Spesialisasi, Ameliorasi, Peyorasi. Prosiding SINASTRA.
Zulli, D., & Zulli, D. J. (2020). Extending the internet meme: Conceptualizing repetition and imitation online. New Media & Society, 23(9), 2713–2732.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Meyvia Kiara Mahirsah, Bakdal Ginanjar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















