Pengelolaan Sumber Daya Perikanan Berbasis Masyarakat Negeri Akoon Kecamatan Nusalaut

Authors

  • Margret Inggrit Solissa Universitas Satya Wiyata Mandala

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v4i2.1238

Keywords:

Pengelolaan, Sumber Daya, Perikanan, Masyarakat, Nusalaut

Abstract

Pengelolaan Sumberdaya Perikanan Berbasis Masyarakat (PSPBM) yang merupakan proses pemberian wewenang, tanggung jawab dan kesempatan kepada masyarakat untuk mengelola sumberdaya perikanannya sendiri telah menjadi populer pada saat ini Tata cara Pelaksanaan Sistem Pengawasan Masyarakat dalam Pengelolaan dan Pemanfaatan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan  Keinginan masyarakat yang saling bertentangan atau berkompetisi merupakan salah satu alamiah masyarakat Pulau Nusalaut adalah sebuah Pulau kecil di antara gugusan Pulau – Pulau Wilayah Maluku sebagian besar penduduk Pulau Nusalaut  adalah nelayan hal ini dimungkinkan karena letak Pulau Nusalaut berada di tengah laut yang luas yakni laut Banda. Penelitian ini dilaksanakan di pada bulan  Februari - Maret 2024 di Negeri Akoon, Kecamatan Nusalaut, Kabupaten Maluku Tengah. Pengumpulan data  Data yang di kumpulkan dalam penelitian ini terdiri atas data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui pengamatan lapangan, wawancara, kuisioner, Focus Grup Discussion (FGD). Penelitian ini untuk menjawab tujuan yang ingin dicapai dilakukan dengan cara Focus Grup Discussion (FGD) dan wawancara langsung dengan berpedoman pada daftar pertanyaan yang telah dirancang dan disiapkan sebelumnya. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 3 responden. Analisis AHP merupakan suatu model pendukung keputusan yang dikembangkan oleh Thomas L. Saaty. Merumuskan prioritas strategi pengeloaan sumber daya perikanan di Kecamatan Nusalaut menjadikan alternatif 4 (peningkatan sosial yang mendukung untuk pengelolaan sumber daya perikanan) dengan bobot nilai 22,3%, alternatif 7 (peningkatan sumber daya manusia) dengan bobot nilai 14,4%, alternatif 5 (peningkatan kerja sama yang baik antara pihak pihak terkait) dengan bobot nilai 13,7% sebagai alternatif yang harus diprioritaskan. 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Mutiarawati, Tino.2009. Penanganan Pasca Panen Hasil Pertanian. Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran Bandung.

Nugroho, Iwan. Ekowisata dan Pembangunan Berkelanjutan.Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2011.

Harahab,N. 2009. Pengaruh Ekosistem Hutan Mangrove Terhadap Produksi PerikananTangkap (Studi Kasus di KabupatenPasuruan Jawa Timur). Jurnal Perikanan(J.Fish. Sci.) XI (1) : 124-13

Suhartini. 2009. Peran Konservasi Keanekaragaman Hayati dalam Menunjang Pembangunan yang Berkelanjutan.

Prosiding Seminar Nasional Penelitian Pendidikan dan Penerapan MIPA. Yogyakarta: Fakultas MIPA UNY

Suyatno, Bagong. Anatomi Kemiskinan dan Strategi Penanganannya. Malang: In-Trans, 2013.

Tuwo, Ambo Tuwo. Pendekatan Ekologis dalam Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut dalam buku Membangun Sumberdaya Kelautan Indonesia, Bogor: IPB Press, 2013.

Undang – Undang RI Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau – Pulau Kecil.

Undang – Undang RI Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan.

Winarno, Budi. Etika Pembangunan. Yogyakarta: Center for Academic Publising Services (CAPS), 2013.

Downloads

Published

01-07-2025

How to Cite

[1]
M. I. Solissa, “Pengelolaan Sumber Daya Perikanan Berbasis Masyarakat Negeri Akoon Kecamatan Nusalaut ”, RIGGS, vol. 4, no. 2, pp. 4397–4402, Jul. 2025.

Issue

Section

Articles