Studi Literatur: Dampak Letusan Gunung Kelud Terhadap Aspek Sosial Ekonomi Di Kabupaten Kediri
DOI:
https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i2.8715Keywords:
Erupsi Gunung Kelud, Dampak Sosial Ekonomi, Resiliensi Masyarakat, Mitigasi BencanaAbstract
Letusan Gunung Kelud tahun 2014 memberikan dampak besar terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat di Kabupaten Kediri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak erupsi Gunung Kelud terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat serta memahami proses resiliensi yang dilakukan masyarakat pascabencana. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur melalui pengumpulan data dari jurnal ilmiah, buku, laporan penelitian, dan dokumen resmi yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa erupsi Gunung Kelud menyebabkan kerusakan lahan pertanian, penurunan produktivitas ekonomi, terganggunya aktivitas sosial, serta perubahan mata pencaharian masyarakat. Sektor pertanian sebagai sumber penghidupan utama mengalami dampak paling besar akibat tertutupnya lahan oleh abu vulkanik dan material erupsi. Dalam menghadapi kondisi tersebut, masyarakat melakukan berbagai bentuk adaptasi seperti diversifikasi pekerjaan, pemanfaatan sektor pertambangan pasir, peternakan, perdagangan, hingga pengembangan wisata. Selain itu, solidaritas sosial, gotong royong, dan kearifan lokal menjadi faktor penting dalam memperkuat resiliensi masyarakat. Pemerintah dan lembaga terkait turut berperan melalui bantuan rehabilitasi, rekonstruksi, dan pelatihan mitigasi bencana, meskipun pelaksanaannya masih menghadapi beberapa kendala koordinasi dan distribusi bantuan. Dalam jangka panjang, pengalaman menghadapi erupsi mendorong meningkatnya kesiapsiagaan masyarakat melalui pembentukan sistem mitigasi berbasis komunitas seperti Desa Tangguh Bencana dan Kampung Siaga Bencana. Penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat Kabupaten Kediri mampu membangun resiliensi adaptif melalui kombinasi strategi ekonomi, kekuatan sosial, dan kesiapsiagaan bencana.
References
Adger, W. N. (2000). Social and ecological resilience: Are they related? Progress in Human Geography, 24(3), 347–364. https://doi.org/10.1191/030913200701540465
Anam, M. K., & Rahmawati, D. (2025). Menelisik bentuk adaptasi oleh masyarakat Desa Puncu Kabupaten Kediri terhadap ancaman erupsi Gunung Kelud. Jurnal Sains dan Seni ITS, x(x).
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Devi, G. A. S., Sarwono, & Siswidiyanto. (2015). Pengembangan pariwisata Gunung Kelud pasca erupsi tahun 2014 (Studi pada kawasan wisata Gunung Kelud Kabupaten Kediri). Jurnal Administrasi Publik (JAP), 3(1), 2077–2083.
Firdaus, M., et al. (2014). Dampak letusan Gunung Kelud terhadap pelaku usaha perikanan di Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur. Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 4(2), 145–157.
Hafida, S. H. N. (2019). Perubahan kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana erupsi gunung berapi. JUPIIS: Jurnal Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial, 11(2), 396–407. https://doi.org/10.24114/jupiis.v11i2.13955
Hanif, M., Dewi, Y., Hidajad, A., Fikri, A., & Saleh, F. (2022). Menguatkan kembali penanggulangan bencana berbasis masyarakat: Belajar dari kearifan lokal di Indonesia. IJD: International Journal of Demos, 4(4), 1295–1307.
Holling, C. S. (1973). Resilience and stability of ecological systems. Annual Review of Ecology and Systematics, 4(1), 1–23. https://doi.org/10.1146/annurev.es.04.110173.000245
Ika Sulistyowati, M., Ekowati, J., & Toto Poernomo, A. (2016). Pelatihan budidaya jamur sebagai upaya pemberdayaan kelompok usaha di Kabupaten Kediri pasca erupsi Gunung Kelud. JPM17: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 61–63.
Illu, A. R., Muhaimin, A. W., & Setiawan, B. (2021). Farmers’ livelihoods strategy based on asset in Pandansari Village post eruption of Mount Kelud. Agricultural Socio-Economics Journal, 21(4), 277–284. https://doi.org/10.21776/ub.agrise.2021.021.4.3
Imaniyah, R. (2019). Dampak erupsi Gunung Kelud 2014 terhadap mata pencaharian petani (Tesis).
Imaniyah, R., Rachmansyah, A., & Riniwati, H. (2020). The impact of Kelud volcanoes eruption in 2014 on farmers’ decision making to choose livelihoods. Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis (JEPA), 4(2), 298–309. https://doi.org/10.21776/ub.jepa.2020.004.02.8
Indraningsih, K. S. (2011). Pengaruh penyuluhan terhadap keputusan petani dalam adopsi inovasi teknologi usahatani terpadu. Jurnal Agro Ekonomi, 29(1), 1–24. https://doi.org/10.21082/jae.v29n1.2011.1-24
JUWITASARI, R. (2015). Reaksi pasar modal terhadap bencana erupsi Gunung Kelud di Kediri tahun 2014 (Event study pada saham sektor pertanian dan sub sektor semen di Bursa Efek Indonesia).
Khoiri, A. S. (2025). Pengaruh letusan Gunung Kelud 2014 terhadap hasil panen mitra petani tebu Pabrik Gula Pesantren Baru Kota Kediri tahun 2014–2018. Avatara: Jurnal Pendidikan Sejarah, 16(4), 1–14.
Khoirul Anam, M., Dhanino Rachmawan, F., & Rafif Habiburrahman, M. (2025). Harmonising social capital and community participation in Puncu Village: A digital approach to mitigating the threat of Mount Kelud’s eruption. Journal of Southern Sociological Studies, 1(3), 245–266.
Laili, N., Prabowo, K. R., Wiwit, R., & Rohmatin, N. (2023). Optimizing the implementation of mount eruption disaster mitigation. Jurnal Inovasi, Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat, 3(1), 1–6.
Nurinayanti, R., Hidayat, R., & Haryani, D. S. (2015). Analisis resiliensi masyarakat korban erupsi Gunung Kelud 2014 di Dusun Puncu, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Jurnal Dialog Penanggulangan Bencana, 6(1), 24–35.
Prayuda Saputra, D., Muhammad Alfaritdzi, R., & Kriswibowo, A. (2020). Model manajemen bencana gunung meletus di Gunung Kelud. Public Administration Journal of Research, 2(2), 109–126.
Putnam, R. D. (2000). Bowling alone: The collapse and revival of American community. Simon & Schuster.
Rachmini Saparita, Djoko Puguh Wibowo, Reza Amarta Prayoga, Eko Wahyono, Siti Fatimah, Lis Purbandini, Nuzul Solekhah, Fatwa Nurul Hakim, & Jainu. (2024). Menghadapi bencana, mengubah masa depan: Transformasi sistem penghidupan yang tangguh (A. Winarko & M. Helmiawan, Eds.). Penerbit BRIN. https://doi.org/10.55981/brin.943
Rahma, F. N., Larasati, D. A., & Pd, S. (2019). Strategi penghidupan pasca erupsi Gunung Kelud Desa Sugihwaras Kecamatan Ngancar Kabupaten Kediri. Swara Bhumi, 1(1).
Rianto, A., & Ma’ruf, M. F. (2015). Peran Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Timur dalam penanggulangan pasca bencana letusan Gunung Kelud. Journal Publika, 3(6).
Scoones, I. (1998). Sustainable rural livelihoods: A framework for analysis. IDS Working Paper No. 72. Institute of Development Studies.
Setiawan, L. (2018). Studi fenomenologi: Kehidupan masyarakat pasca erupsi Gunung Kelud tahun 2014 di Desa Puncu Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri. Jurnal Penelitian Keperawatan, 4(2), 88–100.
Syifa’ul, A., & Hermawan, E. S. (2025). Pengaruh letusan Gunung Kelud 2014 terhadap hasil panen mitra petani tebu Pabrik Gula Pesantren Baru Kota Kediri tahun 2014–2018. Avatara: Jurnal Pendidikan Sejarah, 16(4), 1–14.
Wahid, N. (2018). Potensi konflik pasca bencana: Komunitas Islam dan Khatolik di Desa Ngargomulyo. Rusyan Fikr, 14(1), 33–59.
Wahyuningtyas, N., Purnomo, A., & Ratnawati, N. (2017). Strategi penghidupan ekonomi berkelanjutan kaum perempuan rumah tangga petani Desa Pandansari Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang pasca erupsi Gunungapi Kelud tahun 2014. MKG, 18(2), 91–106.
Wardhani, N. E., Hastuti, S., & Setiawan, B. (2016). Pendampingan inovasi bagi perajin berbasis tanah liat di Kabupaten Magelang pascabencana abu vulkanik Gunung Merapi dan Kelud. Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP, 4(2), 75–76.
Winarti, A. (2019). Pelatihan kewirausahaan perempuan memberdayaan masyarakat pasca bencana alam. Cendekia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 13(1), 67–74. https://doi.org/10.30957/cendekia.v13i1.249
Windani, R. (2015). Partisipasi masyarakat dalam pengembangan desa tangguh bencana pasca erupsi Gunung Kelud. Jurnal Kebijakan dan Manajemen Publik, 3(2), 45–56.
Yusuf, M. (2021). Gunung Kelud proses dan budayanya (M. P. Hendra Pratama, Ed.; 1st ed.). Haura Publishing.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.













