Relevansi Pemikiran Paulo Friere Bagi Pendidikan Agama Kristen di Era Digital
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.9986Keywords:
Pendidikan Agama Kristen, Paulo Freire, Pedagogis Kritis, Era Digital, Pendidikan Dialogis, Kesadaran KritisAbstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis relevansi pemikiran Paulo Freire bagi pengembangan Pendidikan Agama Kristen di era digital. Transformasi teknologi telah memperluas akses terhadap informasi dan media pembelajaran, tetapi sekaligus menghadirkan persoalan berupa banjir informasi, rendahnya literasi digital, berkurangnya interaksi dialogis, serta kecenderungan peserta didik menerima pengetahuan secara pasif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Data diperoleh dari karya-karya yang membahas pedagogi kritis Paulo Freire, Pendidikan Agama Kristen, pembelajaran dialogis, kesadaran kritis, dan pendidikan digital. Data dianalisis melalui analisis isi dengan tahapan identifikasi konsep, klasifikasi tema, interpretasi, dan sintesis hubungan antarkonsep. Hasil kajian menunjukkan bahwa kritik Freire terhadap pendidikan gaya bank, gagasan dialog, kesadaran kritis, humanisasi, dan praksis memiliki relevansi kuat bagi pembaruan Pendidikan Agama Kristen. Pendekatan tersebut menempatkan peserta didik sebagai subjek aktif yang menghubungkan ajaran iman dengan pengalaman, persoalan sosial, serta dinamika kehidupan digital. Implementasinya dapat dilakukan melalui pembelajaran berbasis masalah, diskusi reflektif, analisis kasus digital, proyek kolaboratif, dan tindakan sosial yang bertanggung jawab. Pemikiran Freire juga memperkuat peran guru sebagai fasilitator dialog, pendamping refleksi iman, dan teladan etika digital. Dengan demikian, integrasi pedagogi kritis dalam Pendidikan Agama Kristen berpotensi menghasilkan pembelajaran yang partisipatif, kontekstual, humanis, transformatif, serta mampu membentuk peserta didik yang kritis, beriman, dan bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi.
Downloads
References
[1] R. P. Gulo, E. Zai, and A. Harefa, “Pendidikan Agama Kristen dalam Masyarakat Majemuk:,” ELEOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, vol. 2, no. 2, pp. 81–90, 2023, doi: 10.53814/eleos.v2i2.32.
[2] E. R. Boiliu and S. Telaumbanua, “Inovasi Pembelajaran Digital dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa: Suatu Analisis Pendidikan Agama Kristen,” REAL DIDACHE: Journal of Christian Education, vol. 2, no. 2, pp. 90–100, Sep. 2022, doi: 10.53547/rdj.v2i2.242.
[3] P. Filosofis et al., “PEMIKIRAN FILOSOFIS PAULO FREIRE TERHADAP PERSOALAN PENDIDIKAN DAN RELEVANSINYA DENGAN SISTEM MERDEKA BELAJAR DI INDONESIA”, [Online]. Available: http://ojs.uhnsugriwa.ac.id/index.php/GW
[4] Yohana Penina Zefanya Ribka, Y. Tanasyah, and J. A. Tan, “Perencanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Melalui Teori Behavioristik,” 2023. doi: 10.46362/ptaki.v1i1.1.
[5] Maria Elisa Tulangouw, “Pendidikan Agama Kristen di sekolah,” Educatio Christi, vol. 1, no. 3, pp. 212–223, 2020, [Online]. Available: http://e-journal.stakanakbangsa.ac.id/index.php/ijce/article/view/38
[6] I. Galis Cahyani, S. Wibowo, P. Guru, and S. Dasar, “Systematic Literature Review: Filsafat Paulo Freire dalam Dunia Pendidikan Berbasis Kritis dan Humanisasi,” Jurnal Filsafat Indonesia, vol. 8, 2025.
[7] Sugiyono, Metodologi Penelitian Kualitatif, no. March. 2022. [Online]. Available: https://scholar.google.com/citations?user=O-B3eJYAAAAJ&hl=en
[8] P. M. Zaini et al., Metodologi Penelitian Kualitatif, no. May. 2023.
[9] M. R. Fadli, “Memahami desain metode penelitian kualitatif,” Humanika, vol. 21, no. 1, pp. 33–54, 2021, doi: 10.21831/hum.v21i1.38075.
[10] H. Ipa Hafsiah Yakin, METODE PENELITIAN KUALITATIF CV. AKSARA GLOBAL AKADEMIA 2023.
[11] D. Astutik, “Analisis Pedagogi Kritis Paulo Freire dalam Pro Kontra Penghapusan Ujian Nasional pada Kurikulum Merdeka Belajar,” Pendidikan Dan Humaniora, vol. 8, no. 2, 2024, doi: 10.36526/js.v3i2.4820.
[12] A. E. Nugraha, D. Wibowo, and B. Hendrawan, “Paulo Freire’s Critical Pedagogy Analysis Of Educational Transformation,” MSJ : Majority Science Journal, vol. 2, no. 2, pp. 220–228, May 2024, doi: 10.61942/msj.v2i2.157.
[13] N. Nurhemah and A. Rahma, “PENGARUH ERA DIGITAL TERHADAP PENDIDIKAN DI INDONESIA,” 2024.
[14] Gerbin Tamba, “Integrasi Pendidikan Agama Kristen dalam Era AI dan Teknologi Digital: Tantangan dan Peluang,” Jurnal Ilmiah Multidisiplin, vol. 2, no. 1, pp. 74–86, Mar. 2025, doi: 10.62282/juilmu.v2i1.74-86.
[15] J. Manullang, R. Maria, and A. Manullang, “Relevansi Pendidikan Humanis Paulo Freire Dengan Pendidikan Agama Kristen Jenjang Sekolah Menengah Atas,” Jurnal Educatio FKIP UNMA, vol. 7, no. 2, pp. 482–490, Jun. 2021, doi: 10.31949/educatio.v7i2.1088.
[16] F. Keriapy, H. Legi, and Y. Giban, “Pendidikan Kesadaran Kristis: Sebuah Tantangan dalam Pendidikan Agama Kristen,” Didache: Journal of Christian Education, vol. 3, no. 2, p. 148, Dec. 2022, doi: 10.46445/djce.v3i2.623.
[17] Ebenezer Gulo, Denisman Laia, and Sandra Rosiana Tapilaha, “Strategi Guru Pendidikan Agama Kristen Dalam Membentuk Karakter Peserta Didik Di Era Digital,” Lumen: Jurnal Pendidikan Agama Katekese dan Pastoral, vol. 3, no. 1, pp. 13–25, Apr. 2024, doi: 10.55606/lumen.v3i1.288.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ry Valen Papilaya, Agustina Siahaya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















