Implementasi Collaborative For Academic, Social, And Emotional Learning (Casel) Dalam Penanganan Kasus Bullying
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.9931Keywords:
CASEL, Bullying, Academic Learning, Social Learning, Emotional LearningAbstract
Bullying masih menjadi permasalahan yang sering ditemukan di lingkungan sekolah dan berdampak negatif terhadap perkembangan akademik, sosial, serta emosional peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Collaborative for Academic, Social, and Emotional Learning (CASEL) dalam penanganan kasus bullying di SMP Negeri 2 Muara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru, guru bimbingan konseling, dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi CASEL dilakukan melalui integrasi Academic Learning, Social Learning, dan Emotional Learning dalam kegiatan pembelajaran dan budaya sekolah. Academic Learning diterapkan melalui integrasi nilai anti-bullying dalam pembelajaran, pembinaan karakter, penguatan positif, dan pembelajaran kolaboratif. Social Learning diwujudkan melalui keteladanan guru, pembiasaan perilaku sosial positif, kerja sama antar siswa, dan pengembangan keterampilan sosial. Emotional Learning dilakukan melalui pengembangan kesadaran emosi, empati, pengendalian diri, komunikasi positif, serta layanan konseling. Implementasi CASEL secara terpadu melibatkan kepala sekolah, guru, guru BK, siswa, dan orang tua dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas bullying. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pendekatan CASEL berkontribusi dalam meningkatkan empati, keterampilan sosial, pengendalian diri, serta mengurangi potensi perilaku bullying di lingkungan sekolah.
Downloads
References
Bandura, A. (1986). Social Foundations of Thought and Action: A Social Cognitive Theory. Englewood Cliffs, NJ: Prentice-Hall.
Barkley, E. F., Cross, K. P., & Major, C. H. (2014). Collaborative learning techniques: A handbook for college faculty (2nd ed.). Jossey-Bass.
Coloroso, B. (2014). The bully, the bullied, and the not-so-innocent bystander: From preschool to high school and beyond (Updated ed.). Harper Collins.
Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Darmawan, C. (2020). Pendidikan Karakter Melalui Pengembangan Kompetensi Sosial Emosional. Jakarta: Prenadamedia.
Daryanto, & Karim, E. (2017). Konsep dan Implementasi Kurikulum 2013. Yogyakarta: Gava Media.
Direktorat Sekolah Dasar. (2021). Stop perundungan/bullying. Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Edward, Achmad, dkk. (2024). Teori Belajar dan Pembelajaran : Jambi. Son Pedia
Goleman, D. (2005). Emotional Intelligence. New York: Bantam Books.
Greenstein, L. (2012). Assessing 21st century skills: A guide to evaluating mastery and authentic learning. Thousand Oaks, CA: Corwin Press.
Iswadi, Neti Karnati, Andry B. (2023). Studi Kasus Desain dan Metode Robert K.Yin. Indramayu: Adab
John W. Santrock. (2022). Life-Span Development (18th ed.). New York: McGraw-Hill Education.
Jeanne Ellis Ormrod. (2021). Educational Psychology: Developing Learners (10th ed.). Boston: Pearson Education.
Johnson, D. W., & Johnson, R. T. (2017). Joining together: Group theory and group skills (12th ed.). Boston, MA: Pearson.
Komalasari, K. (2013). Pembelajaran kontekstual: Konsep dan aplikasi. Bandung: Refika Aditama.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2015). Panduan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan. Jakarta: Kemendikbud.
Mayer, J. D., Salovey, P., & Caruso, D. R. (2004). Emotional intelligence: Theory, findings, and implications. Psychological Inquiry, 15(3), 197–215.Matthew B. Miles, A. Michael Huberman, & Johnny Saldaña. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya. Olweus, D. (1993). Bullying at School: What We Know and What We Can Do.Blackwell Publishing.
Olweus, D. (1993). Bullying at school: What we know and what we can do. Blackwell Publishing.
Patton, M. Q. (2015). Qualitative Research & Evaluation Methods (4th ed.). SAGE Publications.
Santrock, J. W. (2018). Adolescence (17th ed.). McGraw-Hill Education.
Salovey, P., & Mayer, J. D. (1990). Emotional intelligence. Imagination, Cognition and Personality, 9(3), 185–211
Schunk, D. H. (2012). Learning theories: An educational perspective (6th ed.). Pearson Education.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suryosubroto, B. (1997). Proses belajar mengajar di sekolah. Jakarta: Rineka Cipta.
Suh, S. (2011). Cooperative learning: Theory, research, and practice. Seoul: Seoul National University Press.
Sukmadinata, N. S. (2015). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Slavin, R. E. (2018). Educational psychology: Theory and practice (12th ed.).Boston, MA: Pearson.
Santrock, John W. 2022. Educational Psychology. 8th Edition. New York: McGraw-Hill Education.
UNICEF. (2019). Ending Violence in Schools: A Guide for Policymakers. UNICEF Publications.
Winataputra, U. S. (2004). Strategi belajar mengajar. Jakarta: Universitas Terbuka
Boiliu, N. I., dkk. (2020). “Kajian Penerapan Teori Pembelajaran Bermakna Ausubel Berdasarkan Perspektif Alkitabiah.” Polyglot: Jurnal Ilmiah, 16(1), 1–15.
Barus, D., Chatrine, C., Manalu, B. F., & Saragih, E. L. L. (2025). Analisis pengaruh bullying terhadap prestasi belajar dan pendidikan karakter siswa di SMP Swasta Hosana Medan. Jurnal Basataka (JBT), 8(1), 265–275.
Desy Ruth Sianturi dkk. (2024). “Implementation of Christian Ethical Values for HKI Seisemayang Medan Special Resort Sunday School Children through the Cheerful Sunday Method by IAKN Tarutung Students.” Asian Journal of Philosophy and Religion, 3(4), 215–223.
Espelage, D. L., & Holt, M. K. (2012). Bullying and victimization during early adolescence: Peer influences and psychosocial correlates. Journal of Emotional Abuse, 2(2–3), 123–142.
Khairunnisya. (2025). Pembelajaran sosial emosional: Konsep, permasalahan, solusi dan gagasan pengembangan di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Tuntas, 3(2), 36–42.
Kristianto, A., & Wakhudin. (2025). Analysis of the implementation of social emotional learning to address bullying behavior in elementary schools. Terampil: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar, 12(2), 289–303.
Mahbubi, A. (2021). The implementation of character education to prevent bullying in schools. Journal of Education and Practice, 12(3), 45–52. https://journal.civiliza.org/index.php/gej/article/view/1224/1079
Marpaung, Sri Rizki. 2023. “Kecerdasan Emosional Menurut Matius 5:1-48 dan Implikasinya dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Untuk Remaja di Era Digital.” Regula Fidei: Jurnal Pendidikan Agama Kristen, Vol. 8 No. 2.
Nurdiana. (2025). Paradigma baru dalam pedagogik: Menyongsong deep learning sebagai pendekatan pembelajaran di Indonesia abad ke-21. Sindoro: Cendikia Pendidikan, 17(3), 121–130
Nickerson, A. B., Fredrick, S. S., Allen, K. P., & Jenkins, L. N. (2019). Social emotional learning (SEL) practices in schools: Effects on perceptions of bullying victimization. Journal of School Psychology, 73, 74–88. https://doi.org/10.1016/j.jsp.2019.03.002
Niat Jeserlin Gea, & Apriliana Lase. (2024). “Pendidikan Multikultural Berbasis Kearifan Lokal Bagi Mahasiswa IAKN Tarutung.” Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora, 2(3), 120–128.a
Olweus, D. (2013). School bullying: Development and some important challenges. Annual Review of Clinical Psychology, 9, 751–780. https://doi.org/10.1146/annurev clinpsy-050212-185516.
Sianipar, D. (2021). “Pentingnya Alkitab Sebagai Sumber Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen dalam Pembentukan Karakter.” Jurnal Ichtus, 2(1), 55–66.
Simanjuntak, R. (2022). “Strategi Pembelajaran Berbasis Alkitab untuk Membentuk Karakter Anak Usia Dini.” Jurnal Kadesi Bogor, 3(2), 70–82.
a. Swearer, S. M., & Hymel, S. (2015). Understanding the psychology of bullying: Moving toward a social-ecological diathesis–stress model. American Psychologist, 70(4), 344–353. https://doi.org/10.1037/a0038929
Taylor, R. D., Oberle, E., Durlak, J. A., & Weissberg, R. P. (2020). School-wide social emotional learning (SEL) and bullying victimization. Journal of School Psychology, 78, 1–14. https://doi.org/10.1016/j.jsp.2019.12.004
Tanyid, M. (2021). “Komparansi Metode Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen dalam Perspektif Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.” Jurnal RAH, 2(1), 45–57. https://doi.org/10.52960/r.v4i2.394
Telaumbanua, A. (2019). “Model Pembelajaran Yesus Berdasarkan Alkitab.” Jurnal Eleos, 1(1), 12–23. https://doi.org/10.53814/eleos.v1i1.3
Wijayanti, A., Sari, D. P., & Nugroho, R. (2023). Implementasi collaborative for academic, social and Emotional Learning (CASEL) dalam ruang lingkup budaya sekolah di SMP. Jurnal Pendidikan Karakter, 13(2), 145–156. https://doi.org/10.36989/didaktik.v9i04.1810
Wilson, S. J., & Lipsey, M. W. (2007). School-based interventions for aggressive and disruptive behavior: Update of a meta-analysis. American Journal of Preventive Medicine, 33(2), 130–143. https://doi.org/10.1016/j.amepre. 2007.04.011
Yuliani, E., Agustina, B., & Rofiih. (2024). Analisis perilaku bullying terhadap motivasi belajar siswa sekolah dasar dan cara pencegahannya. SIRAJUDDIN: Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam, 4(2). 10.55120/sirajuddin.v4i2.2074
CASEL. (2017). Core SEL Competencies. Collaborative for Academic, Social, and Emotional Learning (CASEL). Tersedia pada: https://casel.org. Diakses tanggal 15 Maret 2026.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jusuf JR Simanjuntak, Robert Juni Tua Sitio, Iwan Setiawan Tarigan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















