Analisis Disparitas Ekonomi di Jawa Timur pada Masa Pandemi dan Pascapandemi Covid-19 Tahun 2020-2025

Authors

  • Sasy Kirana Prabowo Universitas Terbuka
  • Albert Gamot Malau Universitas Terbuka

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.9842

Keywords:

Disparitas Ekonomi, Indeks Williamson, Ketimpangan, Pandemi COVID-19, Tipologi Klassen

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat disparitas ekonomi antar kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur selama periode pandemi dan pascapandemi COVID-19 tahun 2020–2025. Kajian ini dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan tingkat pembangunan dan pertumbuhan ekonomi antarwilayah yang berpotensi menimbulkan kesenjangan kesejahteraan masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder yang diperoleh dari publikasi resmi lembaga statistik dan instansi terkait. Objek penelitian mencakup 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur. Analisis dilakukan menggunakan Indeks Williamson untuk mengukur tingkat disparitas ekonomi antarwilayah serta Tipologi Klassen untuk mengidentifikasi pola pertumbuhan dan tingkat pendapatan daerah berdasarkan klasifikasi kuadran pembangunan ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat disparitas ekonomi antar kabupaten/kota di Jawa Timur tergolong sangat tinggi dan cenderung meningkat selama periode pengamatan. Nilai Indeks Williamson tercatat sebesar 0,97 pada tahun 2020 dan terus meningkat hingga mencapai 1,0 pada tahun 2024 dan 2025. Kondisi tersebut mengindikasikan semakin lebarnya kesenjangan ekonomi antarwilayah pada masa pemulihan pascapandemi. Berdasarkan hasil analisis Tipologi Klassen, pada masa pandemi sebagian besar wilayah, yaitu 25 kabupaten/kota, berada dalam kategori daerah relatif tertinggal (Kuadran IV). Memasuki periode pascapandemi terjadi perubahan struktur pertumbuhan ekonomi yang ditandai dengan meningkatnya jumlah daerah maju dan cepat tumbuh (Kuadran I) menjadi 7 kabupaten/kota. Meskipun demikian, wilayah relatif tertinggal masih mendominasi dengan jumlah 17 kabupaten/kota. Temuan ini menunjukkan bahwa dampak pandemi COVID-19 tidak hanya menyebabkan perlambatan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperlebar disparitas antarwilayah. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan pembangunan yang lebih inklusif, merata, dan berorientasi pada pengurangan kesenjangan ekonomi antardaerah di Provinsi Jawa Timur.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur. (2021). Pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur Tahun 2020. Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur. https://jatim.bps.go.id/id/pressrelease/2021/02/05/1225/ekonomi-jawa-timur-tahun-2020-terkontraksi-2-39-persen.html

Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur. (2026). Pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur Triwulan IV-2025. Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur. https://jatim.bps.go.id/id/pressrelease/2026/02/05/1550/pdrb-harga-berlaku-jawa-timur-tahun-2025-mencapai-rp3-403-17-triliun-dengan-pdrb-per-kapita-rp80-86-juta.html

Hakim, A. (2022). Teknik dan Analisis Ekonomi. Universitas Terbuka.

Ilmi, A. H., & Lathifah, N. (2025). Analisis Disparitas Kemiskinan di Provinsi Jawa Timur Tahun 2015-2024: Pendekatan Indeks Williamson. Independent: Journal of Economics, 5(3), 23–32.

Irawan, A. C., & Muljanto, M. A. (2025). Ketimpangan Pembangunan Antarwilayah di Jawa Timur 2019-2023. ICODEV: Indonesian Community Development Journal, 6(2), 93–102.

Kaimuddin, A. M. (2024). Determinan Ketimpangan Antar Wilayah Jawa Timur. Cita Ekonomika: Jurnal Ilmu Ekonomi, 18(2), 99–106. https://doi.org/https://doi.org/10.51125/citaekonomika.v18i2.12170

Kementrian Kesehatan RI. (2020). Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (COVID-19). Kementrian Kesehatan RI. https://www.bing.com/search?q=Kementrian Kesehatan RI. (2020). Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (COVID-19). Kementrian Kesehatan RI.&qs=n&form=QBRE&sp=-1&lq=0&pq=kementrian kesehatan ri. (2020). pedoman pencegahan dan pengendalian coronavirus disease (covid-19). kementrian kesehatan ri.&sc=0-125&sk=&cvid=D167302F49FE4B47B2AABCE73BD34AA0

Kuncoro, M. (2010). Ekonomika Pembangunan: Masalah, Kebijakan, dan Politik. Erlangga.

Melati, W. P. (2023). Pandemi Covid-19 Dan Menurunnya Perekonomian Indonesia. Kementrian Keuangan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. https://www.djkn.kemenkeu.go.id/artikel/baca/16064/Pandemi-Covid-19-Dan-Menurunnya-Perekonomian-Indonesia.html

Mustațea, N. M. (2013). Growth Poles - An Alternative To Reduce Regiobal Disparities. Case Study - IAŞI Growth Pole. Romanian Review of Regional Studies, IX(1).

Nuraini, A. P., & Suman, A. (2024). Analisis Dampak COVID-19 Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Regional Jawa Timur. Journal of Development Economic and Social Studies, 3(1), 59–71. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.21776/jdess.2024.03.1.5

Sjafrizal. (2008). Ekonomi Regional: Teori dan Aplikasi. Badouse Media.

Sugiyono. (2021). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Tambunan, N., & Fauziyah, S. (2023). Analisis Dampak Pandemi Covid 19 Terhadap Perekonomian di Indonesia. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 9(22), 719–726. https://doi.org/https://doi.org/10.5281/zenodo.10134216

Warsito, T. (2021). Bagaimana Covid-19 Mengubah Struktur Perekonomian Kota Besar di Pulau Jawa? Ekuivalensi, 7(2), 398–413.

Downloads

Published

09-06-2026

How to Cite

[1]
S. K. Prabowo and A. G. Malau, “Analisis Disparitas Ekonomi di Jawa Timur pada Masa Pandemi dan Pascapandemi Covid-19 Tahun 2020-2025 ”, RIGGS, vol. 5, no. 2, pp. 7421–7428, Jun. 2026.

Issue

Section

Articles