Peran Napping dalam Mengatasi Kelelahan Kerja pada Perawat Shift Malam di Ruangan Intensive Rumah Sakit Petala Bumi Pekanbaru
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.9707Keywords:
Napping, Kelelahan Kerja, Perawat Shift Malam, Ruang IntensifAbstract
Kelelahan kerja merupakan permasalahan serius yang sering dialami perawat shift malam, khususnya di ruang intensif dengan beban kerja tinggi dan tuntutan kewaspadaan terus-menerus. Tidur singkat terencana (napping) diyakini mampu memulihkan kewaspadaan dan menurunkan kelelahan, namun bukti empiris mengenai hubungan keduanya di rumah sakit Indonesia masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara durasi napping dengan tingkat kelelahan kerja pada perawat shift malam di ruang intensif RSUD Petala Bumi Pekanbaru. Desain penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan teknik total sampling terhadap 30 perawat yang berdinas malam di ICU, HCU, dan NICU. Napping diukur melalui pencatatan durasi mingguan dan dikategorikan cukup apabila totalnya ≥90 menit. Kelelahan kerja dinilai menggunakan kuesioner Industrial Fatigue Research Committee (IFRC) 30 item yang telah diadaptasi dan memiliki reliabilitas Cronbach's alpha 0,87. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square dan Fisher's Exact dengan tingkat signifikansi α=0,05. Hasil menunjukkan 93,3% perawat memiliki napping cukup, rerata total durasi 1.360 menit per minggu, dan mayoritas mengalami kelelahan rendah (66,7%). Meskipun demikian, 26,7% mengalami kelelahan sedang dan 6,7% kelelahan tinggi. Seluruh perawat dengan napping kurang mengalami kelelahan tinggi. Diperoleh hubungan yang sangat signifikan antara napping dan kelelahan kerja (p=0,000). Faktor lain seperti beban kerja, jenis kelamin, dan kebisingan ruang intensif turut berkontribusi terhadap kelelahan. Diperlukan kebijakan tertulis mengenai napping dan manajemen kelelahan komprehensif untuk meningkatkan keselamatan pasien serta kesehatan kerja perawat.
Downloads
References
N. Rakhmawati, “Hubungan Shift Kerja dengan Kelelahan Kerja pada Perawat di Ruang Rawat Inap,” J. Kesehat., vol. 10, no. 2, pp. 123–130, 2022.
World Health Organization, State of the World’s Nursing 2020. Geneva: WHO, 2020.
A. Faizal, B. Hermawan, and C. Tarigan, “Prevalensi Kelelahan pada Perawat Shift Malam di Rumah Sakit Jiwa,” J. Keperawatan Jiwa, vol. 4, no. 1, pp. 45–52, 2022.
B. Hermawan and C. Tarigan, “Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan Kerja Perawat di Rumah Sakit,” J. Ilmu Keperawatan, vol. 9, no. 2, pp. 87–95, 2021.
National Safety Council, Fatigue in the Workplace: Causes and Consequences of Employee Fatigue. Itasca, IL: NSC, 2020.
S. Wahyuni, M. M. Dirdjo, and R. Rusdiana, “Tingkat Kelelahan Kerja Perawat di Ruang Intensive Care Unit,” J. Kesehat. Holist., vol. 5, no. 1, pp. 33–40, 2021.
K. Darmayanti, L. Rusdiana, and A. Munawaroh, “Dampak Jam Kerja Berlebihan terhadap Kinerja Perawat,” J. Adm. Kesehat. Indones., vol. 9, no. 3, pp. 201–209, 2021.
A. Munawaroh, S. Prasetya, and N. Sari, “Hubungan Napping dengan Kinerja Perawat Shift Malam,” J. Keperawatan Indones., vol. 26, no. 1, pp. 15–24, 2023.
A. Smith-Coggins et al., “Improving Alertness and Performance in Emergency Department Physicians and Nurses: The Use of a Planned Nap,” Acad. Emerg. Med., vol. 13, no. 5, pp. 503–509, 2006.
M. Takahashi, “The Role of Napping at Work in the Prevention of Fatigue and Accidents,” Ind. Health, vol. 42, no. 1, pp. 47–49, 2004.
H. Kagamiyama, T. Kubo, and S. Takahashi, “Effect of Napping on Night Shift Nurses’ Cumulative Fatigue,” Ind. Health, vol. 57, no. 5, pp. 614–623, 2019.
S. Prasetya, D. Wulandari, and R. Fitriani, “Durasi Napping dan Tingkat Kelelahan Perawat Malam,” J. Kesehat. Masy., vol. 9, no. 2, pp. 112–119, 2021.
N. Sari, “Pengaruh Napping terhadap Kemampuan Kognitif Perawat,” J. Ilm. Keperawatan, vol. 7, no. 1, pp. 55–63, 2023.
E. Pratiwi and F. Setyawan, “Lama Kerja dan Kelelahan Kerja pada Perawat,” J. Keperawatan Soedirman, vol. 12, no. 3, pp. 181–188, 2017.
Chairunnisa, “Hubungan Usia dan Masa Kerja dengan Kelelahan Kerja Perawat,” J. Kesehat. Andalas, vol. 11, no. 1, pp. 23–29, 2022.
F. Suranti, “Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan Kerja pada Perawat di Ruang Rawat Inap,” J. Ilmu Kesehat., vol. 10, no. 3, pp. 140–148, 2022.
S. Wahyuni and M. M. Dirdjo, “Gambaran Kelelahan Kerja Perawat di Ruang Intensive,” J. Kesehat. Holist., vol. 4, no. 2, pp. 77–84, 2020.
R. Rusdiana, “Dampak Shift Kerja Panjang terhadap Kesehatan Pekerja,” J. Kesehat. Kerja, vol. 3, no. 1, pp. 12–19, 2019.
International Labour Organization, Night Work and Shift Work. Geneva: ILO, 2019.
Persatuan Perawat Nasional Indonesia, Survei Kelelahan Kerja Perawat di Empat Provinsi Indonesia. Jakarta: PPNI, 2021.
M. H. Bonnet and D. L. Arand, “We Are Chronically Sleep Deprived,” Sleep, vol. 18, no. 10, pp. 908–911, 1995.
S. M. Dorrian, N. L. Rogers, and D. F. Dinges, “Psychomotor Vigilance Performance: Neurocognitive Assay Sensitive to Sleep Loss,” in Sleep Deprivation: Clinical Issues, Pharmacology, and Sleep Loss Effects, C. A. Kushida, Ed. New York: Marcel Dekker, 2005, pp. 39–70.
K. Richter, J. Acker, M. Adam, and G. Niklewski, “Prevention of Fatigue and Insomnia in Shift Workers – A Review of Non-Pharmacological Measures,” EPMA J., vol. 7, no. 1, p. 16, 2016.
National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH), Plain Language About Shiftwork. Cincinnati: DHHS, 1997.
D. Dawson and K. McCulloch, “Managing Fatigue: It’s About Sleep,” Sleep Med. Rev., vol. 9, no. 5, pp. 365–380, 2005.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nur Pani Alfiatul Wahida, Dilgu Meri, Ika Permanasari, Ahmad Redho

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















