Inovasi dan Digitalisasi dalam Fundraising Pesantren

Authors

  • Nur Fitrah Aniza Universitas Darunnajah
  • Kautsar Alghifari Universitas Darunnajah
  • Kamiliya Jihan Universitas Darunnajah
  • Rizman Reza Universitas Darunnajah
  • Samiyono Samiyono Universitas Darunnajah
  • Ade Sofyan Mulazid Universitas Darunnajah

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.9687

Keywords:

Digitalisasi, Fundraising, Kemandirian Ekonomi, Pesantren, Usaha Produktif

Abstract

Pesantren dituntut membangun kemandirian keuangan tanpa meninggalkan fungsi pendidikan, sosial, dan dakwah. Penelitian ini bertujuan menganalisis model fundraising Pesantren Darunnajah 2 Cipining serta merumuskan strategi inovasi dan digitalisasi yang sesuai dengan karakter organisasi pesantren. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif dengan desain studi kasus tunggal. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pimpinan, pengurus tata usaha, dan pengelola unit usaha; observasi operasional; serta dokumentasi kegiatan dan pencatatan keuangan selama Januari–Maret 2025. Data dianalisis secara tematik melalui reduksi, penyajian, penafsiran, dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fundraising pesantren bertumpu pada tujuh unit usaha produktif, yaitu koperasi/DNC Mart, kantin, percetakan/fotokopi, perkebunan, warung telepon, laundry, dan Darunnajah Fried Chicken. Model tersebut menciptakan sirkulasi ekonomi internal yang relatif berkelanjutan, sedangkan penghimpunan dana eksternal masih terbatas pada santunan sosial dan panggung gembira tahunan. Digitalisasi diperlukan pada dua jalur yang saling melengkapi: penguatan tata kelola usaha melalui sistem kasir, persediaan, pelaporan, dan dashboard keuangan; serta perluasan fundraising melalui QRIS, media sosial, siaran langsung, crowdfunding, dan pengelolaan basis data donatur. Implementasi disarankan dilakukan bertahap dengan memperhatikan akuntabilitas, keamanan data, literasi digital, dan kesesuaian nilai pesantren. Penelitian ini juga menghasilkan roadmap implementasi dan indikator evaluasi yang dapat digunakan oleh pengelola. Temuan ini menegaskan bahwa digitalisasi sebaiknya memperkuat, bukan menggantikan, filosofi kemandirian ekonomi yang telah menjadi fondasi fundraising pesantren.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] D. S. Muhyiddin, N. Ahmad, A. Suhartini, H. Ahyani, and N. Mutmainah, “Community Economic Empowerment Through the One Pesantren One Product Program at Pagelaran III Islamic Boarding School, Subang, Indonesia,” Journal of Islamic Economics Lariba, vol. 8, no. 1, pp. 101–122, 2022, doi: 10.20885/jielariba.vol8.iss1.art7.

[2] M. A. Nur and N. Yaqien, “Kepemimpinan Kiai dalam Mengembangkan Wirausaha di Pesantren,” J-MPI (Jurnal Manajemen Pendidikan Islam), vol. 8, no. 1, 2023, doi: 10.18860/jmpi.v1i1.20506.

[3] A. Bashith, M. Yunus, A. M. K. Amrullah, A. M. Ridwan, R. L. Mkumbachi, S. Amin, and W. S. Adji, “Change in Santri’s Entrepreneurial Mindset Through the Salafi Model Quality Management System in Indonesia Pesantren,” Abjadia: International Journal of Education, vol. 7, no. 1, 2022, doi: 10.18860/abj.v7i1.15768.

[4] F. Qalbia and M. R. Saputra, “Kontribusi Pondok Pesantren dalam Meningkatkan Pemberdayaan Ekonomi Umat,” Jurnal Riset Manajemen, vol. 1, no. 4, pp. 437–449, 2023, doi: 10.54066/jurma.v1i4.2666.

[5] Z. Abidin, “Pemberdayaan Ekonomi Pesantren Melalui Pengembangan Bisnis Usaha Mandiri,” Jurnal ABDINUS: Jurnal Pengabdian Nusantara, vol. 6, no. 2, pp. 374–385, 2022, doi: 10.29407/ja.v6i2.16575.

[6] M. F. A. Muzakir, M. Maisaroh, and T. Tatik, “Pelatihan E-Commerce untuk Mendorong Terwujudnya Wirausaha Santri pada Yayasan ASWAJA Nusantara, Sleman, Yogyakarta,” Jurnal Abdimas Madani dan Lestari, vol. 4, no. 1, pp. 17–24, 2022, doi: 10.20885/jamali.vol4.iss1.art3.

[7] R. A. Kasri and N. I. S. Putri, “Fundraising Strategies to Optimize Zakat Potential in Indonesia: An Exploratory Qualitative Study,” Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah, vol. 10, no. 1, 2018, doi: 10.15408/aiq.v10i1.6191.

[8] M. Rizaludin As, “Peran Digitalisasi Zakat dalam Peningkatan Fundraising dan Jumlah Muzakki di Indonesia,” Tadabbur: Jurnal Integrasi Keilmuan, vol. 1, no. 1, 2022, doi: 10.15408/tadabbur.v1i1.27866.

[9] A. Alam, R. Sukmana, D. Priandana, and F. A. Bafana, “Waqf Crowdfunding System on Donation Application: A Conceptual Model Case in Indonesia and Implemented Strategies to Boost Waqf Digitalization,” Al-Awqaf: Jurnal Wakaf dan Ekonomi Islam, vol. 16, no. 1, pp. 1–22, 2023, doi: 10.47411/al-awqaf.Vol16Iss1.178.

[10] H. H. Adinugraha, M. Shulthoni, and Z. H. Sain, “Transformation of Cash Waqf Management in Indonesia: Insights into the Development of Digitalization,” Review of Islamic Social Finance and Entrepreneurship, vol. 3, no. 1, pp. 50–66, 2024, doi: 10.20885/RISFE.vol3.iss1.art4.

[11] A. Nurhidayah and M. Yazid, “Inovasi Digital dalam Pengelolaan Zakat dan Wakaf,” El-Iqtishod: Jurnal Ekonomi Syariah, vol. 8, no. 2, pp. 48–64, 2024, doi: 10.70136/el-iqtishod.v8i2.531.

[12] A. Sarif and R. Ariyanti, “Digital Innovation in Zakat and Waqf Management: Case Study on Sharia Crowdfunding Platforms,” International Journal of Health, Economics, and Social Sciences, vol. 7, no. 1, pp. 410–417, 2025, doi: 10.56338/ijhess.v7i1.6942.

[13] H. Lubis, N. Nuryanti, and E. Z. Adibtia, “Digital-Based Cash Waqf Management at Waqf Institutions in Indonesia,” Management of Zakat and Waqf Journal, vol. 6, no. 1, pp. 19–38, 2024, doi: 10.15642/MZW.2024.6.1.19-38.

[14] M. I. H. Kamaruddin, Z. Shafii, M. M. Hanefah, S. Salleh, and N. Zakaria, “Exploring Shariah Audit Practices in Zakat and Waqf Institutions in Malaysia,” Journal of Islamic Accounting and Business Research, vol. 15, no. 3, pp. 402–421, 2024, doi: 10.1108/JIABR-07-2022-0190.

[15] B. Kasmon, S. S. Ibrahim, D. Daud, R. R. I. Raja Hisham, and S. Dian Wisika Prajanti, “FinTech Application in Islamic Social Finance in Asia Region: A Systematic Literature Review,” International Journal of Ethics and Systems, pp. 213–237, 2024, doi: 10.1108/IJOES-07-2023-0155.

[16] Bank Indonesia, “Tinjauan Kebijakan Moneter Desember 2024,” Bank Indonesia, Jakarta, 2024.

[17] Bank Indonesia, “Pentingnya Penguatan Manajemen Risiko di Tengah Pesatnya Inovasi Digital,” Siaran Pers No. 26/161/DKom, Aug. 3, 2024.

[18] R. K. Yin, Case Study Research and Applications: Design and Methods, 6th ed. Thousand Oaks, CA, USA: SAGE Publications, 2018.

[19] M. B. Miles, A. M. Huberman, and J. Saldaña, Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook, 3rd ed. Thousand Oaks, CA, USA: SAGE Publications, 2014.

[20] J. W. Creswell and C. N. Poth, Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches, 4th ed. Thousand Oaks, CA, USA: SAGE Publications, 2018.

Downloads

Published

31-07-2026

How to Cite

[1]
N. F. Aniza, K. Alghifari, K. Jihan, R. Reza, S. Samiyono, and A. S. Mulazid, “Inovasi dan Digitalisasi dalam Fundraising Pesantren”, RIGGS, vol. 5, no. 2, pp. 21723–21733, Jul. 2026.

Issue

Section

Articles