Pengaruh Work Life Balance dan Work Environment terhadap Kinerja Perawat Rumah Sakit Umum Haji Medan
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.9635Keywords:
Work Life Balance, Work Environment, Kinerja PerawatAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh work life balance dan work environment terhadap kinerja perawat di Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Medan. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada data Key Performance Indicator (KPI) RSU Haji Medan periode 2021–2025 yang menunjukkan capaian berkisar antara 74,12% hingga 78,88%, masih di bawah standar sangat baik yang ditetapkan sebesar 80–90%. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh perawat rawat inap RSU Haji Medan yang berjumlah 111 orang dan seluruhnya dijadikan sampel (total sampling). Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) work life balance berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perawat dengan nilai t hitung 10,225 > t tabel 1,982 dan sig. 0,000 < 0,05; (2) work environment berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perawat dengan nilai t hitung 9,161 > t tabel 1,982 dan sig. 0,000 < 0,05; (3) secara simultan, work life balance dan work environment berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perawat dengan nilai F hitung 87,615 > F tabel 3,081 dan sig. 0,000 < 0,05. Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,619 menunjukkan bahwa kedua variabel bebas mampu menjelaskan 61,9% variasi kinerja perawat. Persamaan regresi yang diperoleh adalah Y = 5,268 + 0,732X1 + 0,525X2 + e.
Downloads
References
[1] A. K. Ummah and S. Murdiana, “Gaya Kelekatan dan Kesepian pada Mahasiswa Perantau,” Psikobuletin Bul. Ilm. Psikol., vol. 5, no. 1, p. 8, 2024, doi: 10.24014/pib.v5i1.23314.
[2] A. Tiara and W. Q. Khotimah, “Inklusi Pada Organisasi Dalam Membangun Kemampuan Komunikasi Asertif Individu,” KAGANGA KOMUNIKA J. Commun. Sci., vol. 5, no. 2, pp. 222–236, 2023, doi: 10.36761/kagangakomunika.v5i2.3024.
[3] A. A. Pulungan, “Bahasa sebagai Oleh-Oleh: Pemerolehan Bahasa Kedua di Perantauan Language as Souvenir: Second Language Acquisition in Overseas,” in Seminar Nasional Humaniora, 2025.
[4] S. Salma, Mengenal Komunikasi Asertif: Apa itu Komunikasi Asertif, Manfaat dan Cara Melakukannya. Tim Elementa, 2022.
[5] S. T. Shabira and R. Rinawati, “Pola Komunikasi Antarbudaya Mahasiswa Perantau Asal Pontianak di Kota Bandung,” Bandung Conf. Ser. Public Relations, vol. 3, no. 2, pp. 992–998.
[6] M. K. Amrullah, Fridiyanto, and M. Taridi, Metode Penelitian Kualitatif. CV. Literasi Nusantara Abadi, 2022.
[7] M. Billig, The Resolution of Conflict: Constructive and Destructive Processes. 1973.
[8] I. Y. Ardi, N. Feoh, and S. A. Jani, “Pengaruh Self Compassion pada Kemampuan Penyesuaian Diri Mahasiswa Perantau,” Ranah Res., vol. 7, no. 1, pp. 433–440, 2024, doi: https://doi.org/10.38035/rrj.v7i1.
[9] L. A. Coser, The Functions of Social Conflict. The Free Press, 1964.
[10] A. Deswita and R. Loisa, “Strategi Komunikasi Mahasiswa dalam Membangun Relasi Berdasarkan Teori Akomodasi Komunikasi,” Koneksi, vol. 8, no. 2, pp. 453–462, 2024, doi: 10.24912/kn.v8i2.27660.
[11] S. D. Susanti, M. Naim, and N. Hayat, “Strategi Adaptasi Mahasiswa Perantau Dalam Menghadapi Culture Shock Di Kota Jakarta (Studi Kasus Mahasiswa Di Desa Kadugadung),” EDU SOCIATA (Jurnal Pendidik. Sosiologi), vol. 7, no. 1, pp. 118–130, 2024, doi: 10.33627/es.v7i1.1766.
[12] M. B. Sitepu, R. W. S. Ningsih, and F. Fauzan, “Konflik Dalam Masyarakat Global,” J. Bakti Sos., vol. 1, no. 1, pp. 56–62, 2022.
[13] K. W. Thomas and R. H. Kilmann, “Profile And Interpretive Report,” 2008.
[14] Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2019.
[15] W. S. Sibarani, E. E. Hasibuan, S. A. F. Harahap, and Y. A. A. Aswaruddin, “Konflik Dalam Komunikasi Interpersonal,” J. Rev. Pendidik. dan Pengajaran, vol. 8, no. 1, pp. 1857–1863.
[16] D. H. Oktawirawan and B. Kristiyanti, “Kawan Dalam Keberagaman: Realitas Hubungan Pertemanan Beda Agama Di Indonesia,” J. Empati, vol. 13, no. 2, pp. 54–64, 2024, doi: 10.14710/empati.2024.43412.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 William Girsang, Sienny Sienny

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















