Pengaruh TPAK Perempuan, Human Development Index, Tenaga Kerja Formal terhadap Tingkat Kemiskinan di Indonesia Periode 2010-2025

Authors

  • Agnes Monica Sianipar Universitas Negeri Medan
  • Enjel Widia Sari Gea Universitas Negeri Medan
  • Respa Mellia Sirait Universitas Negeri Medan
  • Bonaraja Universitas Negeri Medan

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.9548

Keywords:

Kemiskinan, TPAK Perempuan, Indeks Pembangunan Manusia, Tenaga Kerja Formal

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja perempuan, Indeks Pembangunan Manusia, dan proporsi Tenaga Kerja Formal terhadap tingkat kemiskinan di Indonesia periode 2010–2025. Data time series tahunan diolah menggunakan EViews 12. Prosedur meliputi pemeriksaan stasioneritas, estimasi regresi linear berganda, uji asumsi klasik, serta uji signifikansi parsial dan simultan. Hasil menunjukkan ketiga variabel berpengaruh signifikan secara simultan (F-hitung = 166,1567 > F-tabel 3,490; p = 0,000, p < 0,05) dan bersama-sama menjelaskan 97,65% variasi tingkat kemiskinan (Adjusted R2 = 0,976492). Secara parsial, TPAK perempuan (β = 0,1145) memiliki t-hitung 2,652 > t-tabel 2,17881 dan p = 0,0019 (< 0,05), sehingga berpengaruh positif signifikan, IPM (β = -0,6244) memiliki t-hitung 17,081 > t-tabel 2,17881 dan p = 0,000 (< 0,05), sehingga berpengaruh negatif signifikan, Tenaga Kerja Formal (β = -0,1305) memiliki t-hitung 3,960 > t-tabel 2,17881 dan p = 0,000 (< 0,05), sehingga berpengaruh negatif signifikan. Interpretasi hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena added worker effect menyebabkan peningkatan TPAK Perempuan belum efektif menekan kemiskinan karena mayoritas terserap di sektor informal, sementara IPM terbukti sebagai instrumen terkuat dalam menurunkan kemiskinan secara struktural dan formalisasi tenaga kerja berperan menjaga stabilitas pendapatan rumah tangga. Oleh karena itu, kebijakan pengentasan kemiskinan yang efektif memerlukan kombinasi investasi pada pendidikan dan kesehatan, percepatan formalisasi tenaga kerja, serta pemberdayaan ekonomi perempuan yang menekankan kualitas pekerjaan demi tercapainya target SDGs 2030.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amin, M. A., & Marta, J. (2026). Pengaruh pendidikan dan tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) wanita terhadap kemiskinan di Indonesia. Jurnal Kajian Ekonomi dan Pembangunan, 8(1), 140-149.

Arifin, A. S. (2024). Human capital investment: Meningkatkan daya saing bangsa melalui pendidikan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Azmi, A. A., & Cholily, V. H. (2023). Analisis pengaruh partisipasi tenaga kerja dan pendidikan perempuan terhadap tingkat kemiskinan di Indonesia tahun 2010-2020. Langgas: Jurnal Studi Pembangunan, 2(1), 45-58.

Badan Pusat Statistik. (2025). Laporan indikator kesejahteraan rakyat 2024. Jakarta: BPS Indonesia.

Becker, G. S. (1993). Human capital: A theoretical and empirical analysis, with special reference to education (3rd ed.). Chicago: University of Chicago Press.

Brata, A. G. (2005). Investasi sektor publik di daerah. Yogyakarta: Andi Offset.

Doeringer, P. B., & Piore, M. J. (1971). Internal labor markets and manpower analysis. Lexington: D.C. Heath and Company.

Fatimah, F. (2024). Analisis pengaruh indeks pembangunan gender dan upah minimum terhadap partisipasi kerja perempuan. Makassar: Universitas Hasanuddin.

Ginting, A. L. (2023). Teori pembangunan ekonomi: Perspektif Amartya Sen dalam pengentasan kemiskinan. Medan: Unimed Press.

Ghozali, I. (2018). Aplikasi analisis multivariete dengan program IBM SPSS 25 (Edisi 9). Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Gujarati, D. N., & Porter, D. C. (2009). Basic econometrics (5th ed.). New York: McGraw-Hill/Irwin.

International Labour Organization. (2021). World employment and social outlook: Trends 2021. Geneva: ILO.

Mulyadi, S. (2014). Ekonomi sumber daya manusia dalam perspektif pembangunan. Jakarta: Rajawali Pers.

Nurhaila, N. (2024). Analisis pengaruh tingkat partisipasi angkatan kerja dan pendidikan terhadap kemiskinan. Jurnal Ekonomi Regional, 12(2), 89-102.

Schaner, S., & Das, S. (2016). Female labor force participation in Asia: Indonesia country study. ADB Economics Working Paper Series No. 474. Manila: Asian Development Bank.

S. G. et al. (2023). Rural poverty and labour force participation: Evidence from Indonesia's Village fund program. PLOS ONE, 18(6), e0283041.

Sukirno, S. (2016). Makroekonomi teori pengantar. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Tambunan, T. (2015). Perekonomian Indonesia: Masalah, potensi, dan tantangan. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Tasmilah, T. (2021). Pengaruh modal manusia terhadap transisi tenaga kerja formal di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia, 21(1), 12-25.

Todaro, M. P., & Smith, S. C. (2011). Economic development (11th ed.). Boston: Addison-Wesley.

World Bank. (2024). Poverty and shared prosperity 2024: Pathways out of the polycrisis. Washington, DC: World Bank.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (Edisi 2). Bandung: Alfabeta.

Widarjono, A. (2018). Ekonometrika: Pengantar dan aplikasinya disertai panduan EViews (Edisi 5). Yogyakarta: UPP STIM YKPN.

Widodo, T. (2019). Dasar-dasar analisis statistik dengan SPSS. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Downloads

Published

01-06-2026

How to Cite

[1]
A. M. Sianipar, E. W. S. Gea, R. M. Sirait, and B. Purba, “Pengaruh TPAK Perempuan, Human Development Index, Tenaga Kerja Formal terhadap Tingkat Kemiskinan di Indonesia Periode 2010-2025”, RIGGS, vol. 5, no. 2, pp. 5898–5908, Jun. 2026.

Issue

Section

Articles