Analisis Asuhan Keperawatan pada Ny.C dengan Gangguan System Persyarafan Akibat Suspek Hypoxic Ischemic Encephalopathy dengan Penerapan Intervensi Suction di Ruang ICU
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.9547Keywords:
Hypoxic Ischemic Encephalopathy, ICU, Suction , Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif, Asuhan KeperawatanAbstract
Hypoxic Ischemic Encephalopathy (HIE) merupakan cedera otak global akibat gangguan suplai oksigen dan perfusi serebral yang menyebabkan disfungsi neurologis, termasuk penurunan kesadaran dan gangguan fungsi respirasi. Pada pasien dewasa yang dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU), kondisi ini sering disertai penggunaan ventilator mekanik dan peningkatan risiko retensi sekret akibat menurunnya refleks proteksi jalan napas. Bersihan jalan napas tidak efektif menjadi salah satu diagnosis keperawatan prioritas yang memerlukan intervensi segera dan sistematis. Penulisan ini bertujuan untuk menganalisis asuhan keperawatan pada Ny. C usia 70 tahun dengan diagnosis medis penurunan kesadaran suspek HIE di ruang ICU, dengan fokus pada penerapan intervensi suction dalam mengatasi masalah bersihan jalan napas tidak efektif. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, partisipasi aktif dalam pemberian asuhan, wawancara dengan keluarga dan tenaga kesehatan, serta studi dokumentasi rekam medis dan literatur ilmiah. Hasil menunjukkan bahwa implementasi suction secara tepat dan sesuai standar operasional prosedur mampu meningkatkan patensi jalan napas, menurunkan jumlah sekret, mempertahankan stabilitas saturasi oksigen, serta mencegah komplikasi hipoksemia. Closed suction diprioritaskan karena pasien menggunakan ventilator mekanik dengan PEEP, sehingga metode ini lebih aman dalam mempertahankan oksigenasi dan stabilitas hemodinamik. Evaluasi selama empat hari menunjukkan tren perbaikan parameter respirasi secara konsisten. Asuhan keperawatan berbasis Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia (SDKI), Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI), dan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) terbukti efektif dalam mendukung stabilisasi kondisi pasien kritis dengan suspek HIE.
Downloads
References
Adams, R. D., Victor, M., & Ropper, A. H. (2019). Principles of Neurology. McGraw-Hill.
American Association for Respiratory Care (AARC). (2022). Clinical practice guideline: Artificial airway suctioning. Respiratory Care.
Anggriawan, A. (2016). Tinjauan klinis hypoxic-ischemic encephalopathy. Continuing Medical Education (CME) – CDK, 43(8), 582–586.
Chiumello, D., et al. (2020). Effects of endotracheal suctioning on oxygenation in critically ill patients. Intensive Care Medicine, 46(4), 660–672.
Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPP PPNI). (2017). Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia (SDKI). Jakarta: DPP PPNI.
Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPP PPNI). (2018). Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI). Jakarta: DPP PPNI.
Dewi, N. P., Sari, R., & Putra, A. R. (2024). Penggunaan closed suction sistem terhadap status oksigenasi pasien dengan ventilator mekanik di ICU. Jurnal Keperawatan Intensif, 8(1), 25–32.
Dewi, S. A., Septimar, Z. M., & Elidia. (2024). Closed suction sistem pada pasien dengan ventilator mekanik di ICU. Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia, 8(2), 101–109.
Diringer, M. N., et al. (2019). Management of severe brain injury. Critical Care Medicine.
Fariqoini, A., Sholehah, B., & Fauzi, A. K. (2024). Penerapan kolaborasi pemberian inhalasi dan close suction untuk bersihan jalan napas tidak efektif pada pasien terpasang ETT di ICU. TRILOGI: Jurnal Ilmu Teknologi, Kesehatan, dan Humaniora, 5(3), 438–446.
Greer, D. M., et al. (2020). Hypoxic–ischemic brain injury in adults. The Lancet Neurology, 19(9), 792–804.
Guyton, A. C., & Hall, J. E. (2021). Textbook of Medical Physiology (14th ed.). Philadelphia: Elsevier.
Haines, D. E., & Mihailoff, G. A. (2020). Fundamental Neuroscience for Basic and Clinical Applications. Elsevier.
Ignatavicius, D. D., & Workman, M. L. (2021). Medical-Surgical Nursing. Elsevier.
Nolan, J. P., Sandroni, C., Böttiger, B. W., Cariou, A., Cronberg, T., Friberg, H., Genbrugge, C., Haywood, K., Lilja, G., Moulaert, V. R. M., Nikolaou, N., Olasveengen, T. M., Skrifvars, M. B., Taccone, F. S., & Soar, J. (2021). Post–cardiac arrest syndrome. Resuscitation, 162, 204–214.
Potter, P. A., & Perry, A. G. (2011). Buku ajar fundamental keperawatan: Konsep, proses, dan praktik (7th ed., Buku 3). Jakarta: Elsevier.
Pratama, A., Widodo, S., & Lestari, P. (2023). Asuhan keperawatan pada pasien penurunan kesadaran dengan bersihan jalan napas tidak efektif. Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas, 7(1), 44–52.
Puspandari, R. A., Chayati, N., & Agriyanto, D. H. (2025). Status oksigenasi pasien status epileptikus di ICU dengan bersihan jalan napas tidak efektif. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 7(2), 979–986.
Rahmawati, D., & Nugroho, A. (2022). Hubungan penggunaan ventilator mekanik dengan tingkat kesadaran pasien di ruang Intensive Care Unit (ICU). Jurnal Keperawatan, 10(2), 85–92.
Sandroni, C., et al. (2021). Prognostication after hypoxic–ischemic brain injury. Intensive Care Medicine, 47(12), 1393–1412.
Sari, D., & Handayani, R. (2022). Penerapan tindakan suction terhadap perubahan saturasi oksigen pada pasien kritis. Jurnal Keperawatan Medikal Bedah Indonesia, 10(1), 15–22.
Smeltzer, S. C., Bare, B. G., Hinkle, J. L., & Cheever, K. H. (2020). Brunner & Suddarth’s Textbook of Medical-Surgical Nursing (14th ed.). Philadelphia: Wolters Kluwer.
Sumendap, R., et al. (2024). Pengaruh tindakan suction terhadap status oksigenasi pasien dengan gangguan kesadaran. Mapalus Nursing Science Journal, 6(3), 233–241.
Wildayanti, A. R. (2025). Implementasi suction pada bersihan jalan napas tidak efektif untuk meningkatkan saturasi oksigen di ICU. Jurnal Media Keperawatan. Politeknik Kesehatan Makassar Repository.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ardila R, Kusmiran E

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















