Eksistensi Camilan Khas Makassar di Era Digital: Perilaku Penjual Online dalam Membangun Kepercayaan Konsumen
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.9540Keywords:
Eksistensi Camilan, Penjual Online, Kepercayaan Konsumen, Fenomenologi, Siri' na PacceAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi penjual online dalam mempertahankan eksistensi camilan khas Makassar sekaligus membangun kepercayaan konsumen di ruang digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk menggali pengalaman subjektif dari delapan informan penjual camilan online di Kota Makassar. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi media sosial (netnografi), dan dokumentasi. Mengumpulkan bukti berupa tangkapan layar (screenshot) testimoni pelanggan, konten promosi, jangkauan analitik media sosial mereka, serta foto produk camilan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksistensi camilan lokal dipertahankan melalui rekonstruksi visual produk menjadi lebih estetis dan premium. Bahwa eksistensi camilan khas Makassar di era digital tidak lagi bergantung pada pasar tradisional atau ruang sakral adat (seperti upacara pernikahan), melainkan dikonstruksi ulang melalui ruang digital. Untuk membangun kepercayaan konsumen, penjual menerapkan perilaku "transparansi dapur" melalui konten video proses pembuatan yang higienis serta optimalisasi ulasan organik komunitas digital sebagai validasi rasa. Selain itu, penjual memitigasi risiko logistik dengan memberikan garansi produk instan demi menjaga reputasi. Secara kultural, penjual menginternalisasikan nilai kearifan lokal Siri’ na Pacce (harga diri dan empati) sebagai fondasi etika bisnis digital mereka. Kesimpulannya, keberhasilan adaptasi digital kuliner tradisional tidak hanya ditentukan oleh teknologi, melainkan oleh konsistensi perilaku humanis dan kejujuran layanan penjual dalam merawat kepercayaan konsumen.
Downloads
References
1. Alalwan, A. A. (2022). Investigating the factors influencing consumer trust and risk perception in online Shopping environments. International Journal of Information Management, 63, 102– 115. https://doi.org/10.1016/j.ijinfomgt.2021.102444
2. Afiah, N., Hasan, M., Ratnah, S., & Nur, A. (2022). Pemanfaatan Aplikasi TikTok sebagai Media Pemasaran Digital bagi Pelaku UMKM Kuliner di Kota Makassar. Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya, 2(3), 145–158.
3. Amalia, R., & Yulianti, L. (2022). Pengaruh transparansi informasi dan persepsi risiko terhadap kepercayaan konsumen online. Jurnal Kajian Manajemen Bisnis, 11(2), 143–155.
4. Gunawan, A., Setiawan, B., Lestari, D., & Wijaya, K. (2024). Pemanfaatan media sosial untuk mendongkrak penjualan usaha mikro kue tradisional. Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 6(1), 112–125. (Catatan: Format APA mengharuskan semua nama penulis ditulis lengkap di daftar pustaka, tidak menggunakan "et al.")
5. Grand View Research. (2024). Cakes & pastries market size, share & trends analysis report by product (cakes, pastries), by distribution channel (artisanal bakers, online, supermarkets & hypermarkets), by region, and segment forecasts 2024 - 2030 (Report No. GVR-4-2678).
6. Grand View Research. Kim, Y. H. (2018). Trust in online shopping: The role of seller benevolence, ability, and integrity. Journal of Electronic Commerce Research, 19(2), 115–130.
7. Lestari, D. P., Ramadhan, A., & Kartika, S. (2024). Inovasi Produk dan Digital Branding Camilan Lokal di Pasar Digital: Strategi Rebranding Generasi Z. Jurnal Manajemen Kreatif dan Pemasaran Digital, 5(1), 34–48.
8. Like, R., & Fadlurahma, M. (2023). Kualitas informasi produk dan transparansi data penjual sebagai prediktor kepercayaan konsumen dalam belanja online. Jurnal Riset Manajemen dan Bisnis, 8(1), 77–89.
9. Mayer, R. C., Davis, J. H., & Schoorman, F. D. (1995). An integrative model of organizational trust. Academy of Management Review, 20(3), 709–734. https://doi.org/10.5465/amr.1995.9508080332 MDPI Journal. (2025). Special Issue: The Digital Revolution in the Bakery Sector: Inventory Management and Automation in Home Industries. Foods, 14(2), 210–225. https://doi.org/10.3390/foods14020210
10. Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2019). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (4th ed.). SAGE Publications.
11. Ningsih, S. R. (2020). Pengaruh dimensi kepercayaan (ability, benevolence, integrity) terhadap loyalitas konsumen pada e-commerce. Jurnal Manajemen dan Bisnis Digital, 4(1), 45–58.
12. Ochoa, J., Kotler, P., & Santos, M. (2025). Consumer Determinants in Bakery Product Purchases: Applying Economic Theory of Consumer Behavior to Digital Food Ecosystems. International Journal of Gastronomy and Food Science, 31(1), 100-115.
13. Pratama, A. Y., & Wijaya, M. (2023). Dinamika Kepuasan Pelanggan pada Layanan Pesan Antar Makanan (Food Delivery Apps) terhadap Niat Beli Ulang Camilan Cepat Saji. Jurnal Manajemen Dan Bisnis Digital, 4(2), 89–102.
14. Sari, D. P., & Hidayat, M. R. (2025). Digitalisasi kuliner nusantara: Strategi adaptasi perilaku penjual kue tradisional di pasar digital. Jurnal Manajemen Pemasaran Modern, 13(1), 34–48.
15. Susanto, A., & Wardhana, A. (2023). Strategi manajemen reputasi digital dan peran electronic word of mouth (E-WOM) dalam membangun e-trust konsumen. Jurnal Ilmiah Manajemen Pemasaran, 17(2), 189–204.
16. Syam, S., & Rahmah, N. (2022). Strategi Bertahan UMKM Kuliner Tradisional melalui Digital Marketing di Era Disrupsi. Jurnal Riset Ekonomi dan Bisnis, 15(2), 112–126.
17. Yusuf, A., & Pratama, R. (2024). Analisis Dampak Pemasaran Micro-Influencer terhadap Peningkatan Laba Bersih Kuliner Rumahan di Kota Makassar. Kajian Ekonomi Jurnal Edunomika, 8(2), 201–215.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Hikmah Hikmah, Isma Azis Riu, Sukarno Hatta

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















