Analisis Pengadaan dan Perencanaan Sediaan Farmasi di Kimia Farma Apotek Pekanbaru

Authors

  • Enda Mora Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau
  • Rizeka Mughrib Muhammad Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau
  • Falya Aisyah Salam Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau
  • Sri Ayu Fatimah Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau
  • Salsa Bhakti Widya Astuti Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau
  • Frans Timanta Ginting Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau
  • Ade Afrilia Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau
  • Silvia Sari Prastiwi Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.9463

Keywords:

Perencanaan Sediaan Farmasi, Pengadaan Obat, Kimia Farma Apotek, Metode ABC, Metode Kombinasi

Abstract

Ketersediaan sediaan farmasi yang terjamin merupakan faktor kritis dalam pelayanan kefarmasian. Ketidaktepatan pada tahap perencanaan dan pengadaan dapat mengakibatkan kekosongan stok atau penumpukan obat yang berdampak pada mutu pelayanan dan efisiensi biaya. Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk menganalisis sistem perencanaan dan pengadaan sediaan farmasi di Kimia Farma Apotek Pekanbaru. Data dikumpulkan melalui diskusi mendalam dengan Apoteker Penanggung Jawab serta observasi dokumen seperti defecta, kartu stok, dan data historis penjualan selama periode Praktik Kerja Profesi Apoteker (16 Maret – 2 Mei 2026). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan menggunakan tiga metode: epidemiologi (berbasis pola penyakit musiman), konsumsi dengan analisis PARETO/klasifikasi ABC (berdasarkan data penjualan tiga bulan terakhir), dan metode kombinasi sebagai pendekatan utama. Pengadaan dilakukan secara rutin empat kali sebulan melalui Business Manager dengan sistem forecasting serta sistem konsinyasi untuk suplemen dan alat kesehatan. Sistem yang diterapkan telah sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 73 Tahun 2016. Integrasi teknologi informasi melalui aplikasi KFA Online dan pembaruan data PARETO secara berkala menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga ketersediaan stok. Tantangan yang masih dihadapi meliputi akurasi data stok fisik versus digital, ketergantungan pada satu Business Manager, perubahan pola penyakit mendadak, serta keterbatasan sumber daya manusia. Simpulan penelitian ini adalah sistem perencanaan dan pengadaan di Kimia Farma Apotek Pekanbaru berjalan efektif dan sesuai regulasi, namun perlu peningkatan prosedur cadangan, pelatihan staf, dan evaluasi berkala untuk mengantisipasi fluktuasi permintaan yang tidak terduga.

Downloads

Download data is not yet available.

References

K. K. R. Indonesia, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Jakarta: Kemenkes RI, 2023.

K. K. R. Indonesia, Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 73 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek. Jakarta: Kemenkes RI, 2016.

K. K. R. Indonesia, Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2017 tentang Apotek. Jakarta: Kemenkes RI, 2017.

W. L. Prabowo, “Teori tentang pengetahuan peresepan obat,” J. Med. Hutama, vol. 2, no. 2, pp. 402–406, 2021, doi: 10.36685/medika.v2i2.285.

N. F. Arrasily, T. J. Minarsih, B. Hartono, and A. G. Daud, “Regulation of drug procurement and supply chain management in Indonesian hospitals: Implications for drug availability and mitigation of drug shortage,” J. Innov. Econ. Eng., vol. 1, no. 1, pp. 1–12, 2025, doi: 10.69989/yg78vk12.

K. K. R. Indonesia, “Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek,” Kemenkes RI, Jakarta, 2019.

N. N. I. Achyar, Hartoyo, A. W. Palupiningrum, Watazawwadu’Ilmi, and Sendy, “Operational risk management pada PT Kimia Farma Sungwun Pharmacopia,” J. Manaj. dan Bisnis, vol. 20, no. 1, pp. 1–16, 2024, doi: 10.24123/jmb.v20i1.1234.

N. M. Atika and I. M. A. Wirasuta, “Strategi perencanaan pengadaan sediaan farmasi pada beberapa apotek di Kabupaten Gianyar,” Indones. J. Leg. Forensic Sci., vol. 11, no. 1, pp. 50–56, 2021, doi: 10.24843/IJLFS.2021.v11.i01.p06.

K. S. Yunarti, W. O. Salfia, S. Royani, and M. Prahtiwi, “Evaluasi pengelolaan obat di Apotek X Kabupaten Purbalingga,” J. Ilm. Kesehat. Bina Cipta Husada, vol. 1, no. 1, pp. 1–10, 2024, doi: 10.61876/jikbch.v1i1.124.

N. Kasmiati, R. Amalia, B. Hartono, and A. G. Daud, “Strategi perencanaan kebutuhan obat dan alat kesehatan di fasilitas kesehatan: Literature review,” J. Menara Ilmu, vol. 19, no. 1, pp. 1–12, 2025, doi: 10.33559/mi.v19i1.7569.

A. Anggito and J. Setiawan, Metodologi Penelitian Kualitatif. Sukabumi: CV Jejak, 2018.

J. W. Creswell and C. N. Poth, Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches, 4th ed. Thousand Oaks, CA: Sage Publications, 2018.

M. B. Miles, A. M. Huberman, and J. Saldaña, Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. Sage, 2014.

R. Berman, S. Pongpanich, and P. Jirapramukpitak, “Integrating epidemiological data into drug demand forecasting at community pharmacies in Thailand,” J. Pharm. Policy Pract., vol. 13, no. 1, pp. 1–9, 2020, doi: 10.1186/s40545-020-00212-6.

A. Puspitasari, D. W. Utami, and H. Purnomo, “Dynamic safety stock model for pharmaceutical inventory considering demand variability,” Oper. Res. Heal. Care, vol. 34, no. 2, p. 100345, 2022, doi: 10.1016/j.orhc.2022.100345.

S. Kanigolla, “Buffer stock inventory control mechanism: An approach of minimizing the buffer stock level through segmentation at a tertiary care rural hospital,” Cureus, vol. 16, no. 8, p. e65823, 2024, doi: 10.7759/cureus.65823.

N. R. Vanderveen, “Inventory management in community pharmacies using ABC-VEN analysis,” Res. Soc. Adm. Pharm., vol. 17, no. 3, pp. 567–573, 2021, doi: 10.1016/j.sapharm.2020.05.018.

T. Setiawan, F. Alzami, and R. N. Hasanah, “Artificial intelligence for drug demand forecasting: A systematic review,” Procedia Comput. Sci., vol. 197, pp. 321–328, 2022, doi: 10.1016/j.procs.2021.12.143.

R. Shukla and M. Ahirwar, “Comparative analysis of moving average and exponential smoothing for pharmacy sales forecasting,” Int. J. Eng. Res. Technol., vol. 9, no. 6, pp. 834–839, 2020, doi: 10.17577/IJERTV9IS060634.

A. Yudharta, S. Satibi, and N. M. Yasin, “Analisis efisiensi sistem konsinyasi pada apotek jaringan di Surabaya,” J. Manaj. dan Pelayanan Farm., vol. 11, no. 2, pp. 89–98, 2021, doi: 10.22146/jmpf.65789.

M. A. Wibowo, S. Nugroho, and T. Handayani, “Analisis pengendalian persediaan obat dengan metode EOQ dan ROP di apotek tipe A,” J. Optimasi Sist. Ind., vol. 19, no. 2, pp. 112–121, 2020, doi: 10.25077/josi.v19.n2.p112-121.2020.

K. Rahmawati, S. Andajani, and H. Susanto, “Manajemen rantai pasok obat di apotek komunitas: Tantangan dan strategi,” J. Adm. Kesehat. Indones., vol. 9, no. 2, pp. 178–189, 2021, doi: 10.20473/jaki.v9i2.2021.178-189.

N. M. Yasin, E. A. B. Darmawan, and S. Satibi, “Analisis praktek distribusi obat oleh apotek di wilayah Kabupaten Jember,” Maj. Farm., vol. 19, no. 2, pp. 123–134, 2023, doi: 10.22146/farmaseutik.v19i2.77300.

R. Sari and W. Lestari, “Digitalization level of drug procurement in community pharmacies in West Sumatra: A cross-sectional survey,” J. Sains Farm. Klin., vol. 12, no. 1, pp. 45–54, 2025, doi: 10.25077/jsfk.v12i1.487.

Downloads

Published

04-06-2026

How to Cite

[1]
E. Mora, “Analisis Pengadaan dan Perencanaan Sediaan Farmasi di Kimia Farma Apotek Pekanbaru”, RIGGS, vol. 5, no. 2, pp. 6488–6496, Jun. 2026.

Issue

Section

Articles