Pengaruh Economic Policy Uncertainty, Interest Rate, dan Leverage terhadap Financial Distress pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (2022–2025)

Authors

  • Juanda Triyadi Universitas Prof. Dr. Hazairin
  • Idham Lakoni Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H
  • Eko Wediyanto Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.9291

Keywords:

Economic Policy Uncertainty, Interest Rate, Leverage, Financial Distress, Data Panel

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak economic policy uncertainty (EPU), interest rate, dan leverage terhadap financial distress pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2022 hingga 2025. Financial distress diukur menggunakan model Altman Z-Score, yang merepresentasikan kondisi kritis ketika perusahaan tidak mampu memenuhi kewajiban keuangannya secara berkelanjutan. Sektor manufaktur dipilih karena karakteristiknya yang padat modal dan ketergantungan tinggi terhadap pembiayaan eksternal, sehingga sangat rentan terhadap tekanan ekonomi. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan tahunan perusahaan, laporan kebijakan moneter Bank Indonesia, serta World Uncertainty Index. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, menghasilkan 25 perusahaan dari empat subsektor dengan total kumulatif 100 observasi. Pemilihan model terbaik dilakukan melalui Uji Chow, Uji Hausman, dan Uji Lagrange Multiplier, yang secara konsisten mengonfirmasi Random Effects Model (REM) sebagai teknik estimasi yang paling tepat. Uji asumsi klasik juga dilakukan untuk memastikan validitas dan konsistensi hasil estimasi. Temuan menunjukkan bahwa secara parsial EPU dan interest rate tidak berpengaruh signifikan terhadap financial distress. Sementara itu, leverage berpengaruh negatif dan signifikan terhadap financial distress. Secara simultan, ketiga variabel bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap financial distress. Nilai Adjusted R-squared sebesar 5,77% mengindikasikan bahwa karakteristik internal perusahaan, khususnya manajemen struktur modal melalui pengendalian leverage, lebih dominan dalam menentukan financial distress dibandingkan variabel makroekonomi. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi manajer perusahaan, investor, dan regulator keuangan di sektor manufaktur.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ahir, H., Bloom, N., & Furceri, D. (2022). The world uncertainty index. NBER Working Paper, 19763. https://doi.org/10.3386/w19763

Altman, E. I. (1968). Financial ratios, discriminant analysis and the prediction of corporate bankruptcy. The Journal of Finance, 23(4), 589–609. https://doi.org/10.1111/j.1540-6261.1968.tb00843.x

Baker, S. R., Bloom, N., & Davis, S. J. (2016). Measuring economic policy uncertainty. The Quarterly Journal of Economics, 131(4), 1593–1636. https://doi.org/10.1093/qje/qjw024

Bernanke, B. S., & Gertler, M. (1995). Inside the black box: The credit channel of monetary policy transmission. Journal of Economic Perspectives, 9(4), 27–48. https://doi.org/10.1257/jep.9.4.27

Bloom, N. (2014). Fluctuations in uncertainty. Journal of Economic Perspectives, 28(2), 153–176.

BPS. (2024). Laporan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2024. Badan Pusat Statistik.

Brigham, E. F., & Houston, J. F. (2019). Fundamentals of financial management (15th ed.). Cengage Learning.

Gujarati, D. N., & Porter, D. C. (2009). Basic econometrics (5th ed.). McGraw-Hill.

Kasmir. (2015). Analisis laporan keuangan. Rajawali Pers.

Kemenperin. (2023). Laporan kinerja industri manufaktur Indonesia 2023. Kementerian Perindustrian Republik Indonesia.

Kraus, A., & Litzenberger, R. H. (1973). A state-preference model of optimal financial leverage. The Journal of Finance, 28(4), 911–922. https://doi.org/10.2307/2978343

Mishkin, F. S. (1995). Symposium on the monetary transmission mechanism. Journal of Economic Perspectives, 9(4), 3–10.

Myers, S. C., & Majluf, N. S. (1984). Corporate financing and investment decisions when firms have information that investors do not have. Journal of Financial Economics, 13(2), 187–221.

Phan, D. H. B., Tran, V. T., & Iyke, B. N. (2022). Macroeconomic uncertainty and corporate financial distress in emerging markets. International Review of Financial Analysis, 80, 102085. https://doi.org/10.1016/j.irfa.2022.102085

Platt, H. D., & Platt, M. B. (2002). Predicting corporate financial distress: Reflections on choice-based sample bias. Journal of Economics and Finance, 26(2), 184–199.

Ruhiyat, E., Oktavia, O., & Utami, W. (2022). Pengaruh inflasi, suku bunga, dan harga saham terhadap financial distress perusahaan manufaktur BEI. Jurnal Akuntansi dan Keuangan, 10(2), 45–58.

Sari, R. A., Widodo, T., & Kusumawati, D. (2025). Determinants of financial distress: Analysis of financial ratio, market, and macroeconomic factors. Asian Journal of Finance & Accounting, 17(1), 1–18.

Sugiyono. (2023). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (3rd ed.). Alfabeta.

Wediyanto, E., Ariska, F., & Hendri, H. (2025). Analisis Bibliometrik Financial Distress dengan VOSviewer. Jurnal Ekonomi Dan Kebijakan Publik, 7, 27–38.

Downloads

Published

03-06-2026

How to Cite

[1]
J. Triyadi, I. Lakoni, and E. Wediyanto, “Pengaruh Economic Policy Uncertainty, Interest Rate, dan Leverage terhadap Financial Distress pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (2022–2025)”, RIGGS, vol. 5, no. 2, pp. 6262–6269, Jun. 2026.

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.