Komunikasi Asertif Sebagai Sarana Mengurangi Konflik di Lingkungan Multikultural (Studi Fenomenologi pada Siswa Perantau SMP Yos Sudarso Metro)
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.9262Keywords:
Komunikasi Asertif, Konflik Interpersonal, Lingkungan Multikultural, Siswa PerantauAbstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis peran komunikasi asertif sebagai sarana mengurangi konflik interpersonal pada siswa perantau di lingkungan multikultural SMP Yos Sudarso Metro. Keberagaman latar belakang budaya yang dimiliki siswa menciptakan dinamika interaksi yang kompleks dan berpotensi memunculkan konflik akibat perbedaan bahasa, kebiasaan, serta gaya komunikasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi untuk memahami pengalaman hidup siswa perantau dalam beradaptasi dan membangun hubungan sosial di lingkungan sekolah. Informan penelitian dipilih secara purposive, yaitu siswa kelas VIII yang berasal dari luar Provinsi Lampung dan memiliki pengalaman berinteraksi dalam lingkungan multikultural. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan Communication Accommodation Theory (CAT) dan model manajemen konflik Thomas-Kilmann sebagai landasan analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi asertif berfungsi sebagai jembatan interaksi sosial melalui strategi konvergensi, seperti penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa netral, penyesuaian gaya komunikasi, dan upaya memahami karakter serta budaya teman sebaya. Dalam pengelolaan konflik, siswa menerapkan klarifikasi langsung, verifikasi informasi, kontrol emosi, dan pendekatan kolaboratif untuk mencapai solusi yang konstruktif. Meskipun demikian, penerapan komunikasi asertif masih menghadapi berbagai hambatan, baik internal maupun eksternal, seperti rasa sungkan, rendahnya kepercayaan diri, komunikasi agresif, dan kurangnya empati dari lingkungan sosial. Dukungan sekolah melalui program pembinaan karakter dan keberagaman terbukti membantu pengembangan keterampilan komunikasi asertif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi asertif merupakan strategi penting dalam mendukung adaptasi sosial dan mengurangi konflik interpersonal pada siswa perantau di lingkungan sekolah multikultural.
Downloads
References
A. K. Ummah and S. Murdiana, “Gaya Kelekatan dan Kesepian pada Mahasiswa Perantau,” Psikobuletin Bul. Ilm. Psikol., vol. 5, no. 1, p. 8, 2024, doi: 10.24014/pib.v5i1.23314.
A. Tiara and W. Q. Khotimah, “Inklusi Pada Organisasi Dalam Membangun Kemampuan Komunikasi Asertif Individu,” KAGANGA KOMUNIKA J. Commun. Sci., vol. 5, no. 2, pp. 222–236, 2023, doi: 10.36761/kagangakomunika.v5i2.3024.
A. A. Pulungan, “Bahasa sebagai Oleh-Oleh: Pemerolehan Bahasa Kedua di Perantauan Language as Souvenir: Second Language Acquisition in Overseas,” in Seminar Nasional Humaniora, 2025.
S. Salma, Mengenal Komunikasi Asertif: Apa itu Komunikasi Asertif, Manfaat dan Cara Melakukannya. Tim Elementa, 2022.
S. T. Shabira and R. Rinawati, “Pola Komunikasi Antarbudaya Mahasiswa Perantau Asal Pontianak di Kota Bandung,” Bandung Conf. Ser. Public Relations, vol. 3, no. 2, pp. 992–998.
M. K. Amrullah, Fridiyanto, and M. Taridi, Metode Penelitian Kualitatif. CV. Literasi Nusantara Abadi, 2022.
M. Billig, The Resolution of Conflict: Constructive and Destructive Processes. 1973.
I. Y. Ardi, N. Feoh, and S. A. Jani, “Pengaruh Self Compassion pada Kemampuan Penyesuaian Diri Mahasiswa Perantau,” Ranah Res., vol. 7, no. 1, pp. 433–440, 2024, doi: https://doi.org/10.38035/rrj.v7i1.
L. A. Coser, The Functions of Social Conflict. The Free Press, 1964.
A. Deswita and R. Loisa, “Strategi Komunikasi Mahasiswa dalam Membangun Relasi Berdasarkan Teori Akomodasi Komunikasi,” Koneksi, vol. 8, no. 2, pp. 453–462, 2024, doi: 10.24912/kn.v8i2.27660.
S. D. Susanti, M. Naim, and N. Hayat, “Strategi Adaptasi Mahasiswa Perantau Dalam Menghadapi Culture Shock Di Kota Jakarta (Studi Kasus Mahasiswa Di Desa Kadugadung),” EDU SOCIATA (Jurnal Pendidik. Sosiologi), vol. 7, no. 1, pp. 118–130, 2024, doi: 10.33627/es.v7i1.1766.
M. B. Sitepu, R. W. S. Ningsih, and F. Fauzan, “Konflik Dalam Masyarakat Global,” J. Bakti Sos., vol. 1, no. 1, pp. 56–62, 2022.
K. W. Thomas and R. H. Kilmann, “Profile And Interpretive Report,” 2008.
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2019.
W. S. Sibarani, E. E. Hasibuan, S. A. F. Harahap, and Y. A. A. Aswaruddin, “Konflik Dalam Komunikasi Interpersonal,” J. Rev. Pendidik. dan Pengajaran, vol. 8, no. 1, pp. 1857–1863.
D. H. Oktawirawan and B. Kristiyanti, “Kawan Dalam Keberagaman: Realitas Hubungan Pertemanan Beda Agama Di Indonesia,” J. Empati, vol. 13, no. 2, pp. 54–64, 2024, doi: 10.14710/empati.2024.43412.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ketut Suncho Rela Sari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















