Strategi Komunikasi Publik dalam Layanan Rehabilitas Narkoba Rawat Jalan di Wilayah Perbatasan
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.9160Keywords:
Strategi Komunikasi Publik, Rehabilitasi Narkoba, Rehabilitas Rawat Jalan, Kepercayaan Publik, Wilayah PerbatasanAbstract
Penelitian ini membahas strategi komunikasi publik dalam layanan rehabilitasi narkoba rawat jalan di wilayah perbatasan sebagai upaya membangun pemahaman masyarakt, mengurangi stigma, dan meningkatkan kepercayaan terhadap layanan rehabilitasi. Wilayah perbatasan memiliki dinamika komunikasi yang kompleks akibat tingginya mobilitas masyarakat, arus informasi lintas negara, serta pengaruh narasi sosial dan hukum dari negara tetangga terhadap persepsi masyarakat mengenai rehabilitasi narkoba. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan strategi komunikasi publik dalam layanan rehabilitasi rawat jalan di Badan Narkotika Nasional Kabupaten Karimun. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi dengan informan konselor rehabilitasi, tenaga medis dan mantan pasien. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil peneelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi dilakukan secara adaptif melalui komunikasi tatap muka, penyampaian informasi sesuai kondisi psikologis pasien, serta pendekatan empatik untuk membangun rasa aman dan kepercayaan. Penelitian ini juga menemukan bahwa stigma sosial, miskomunikasi, dan pengaruh narasi lintas negera menjadi tantangan utama komunikasi rehabilitasi narkoba di wilayah perbatasan. Penelitian ini berkontribusi terhadap pengembangan kajian komunikasi publik dan komunikasi kesehatan serta memberikan rekomendasi praktis bagi lembaga rehabilitasi dalam merancang strategi komunikasi yang lebih adaptif, persuasif, dan responsif terhadap karakteristik masyarakat perbatasan di tengah dinamika sosial kontemporer.
Downloads
References
I. Ajzen, “The theory of planned behavior,” Organizational Behavior and Human Decision Processes, vol. 50, no. 2, pp. 179–211, Dec. 1991. https://doi.org/10.1016/0749-5978(91)90020-T
J. S. Atkinson, “Stigma communication in health contexts: A meta-analytical review,” Journal of Health Communication, vol. 25, no. 6, pp. 517–529, Jun. 2020. https://doi.org/10.1080/10810730.2020.1791145
A. Broom and J. Broom, “Trust, communication, and health care: A qualitative synthesis,” Qualitative Health Research, vol. 27, no. 12, pp. 1821–1833, Oct. 2017 https://doi.org/10.1177/1049732317709310
P. W. Corrigan and D. Rao, “On the self-stigma of mental illness: Stages, disclosure, and strategies for change,” Canadian Journal of Psychiatry, vol. 57, no. 8, pp. 464–469, Aug. 2012. https://doi.org/10.1177/070674371205700804
M. J. Dutta, Health Communication: Critical Perspectives. Cambridge: Polity Press, 2015.
R. M. Entman, “Framing: Toward clarification of a fractured paradigm,” Journal of Communication, vol. 43, no. 4, pp. 51–58, Autumn 1993. https://doi.org/10.1111/j.1460-2466.1993.tb01304.x
M. A. Hall, E. Dugan, B. Zheng, and A. Mishra, “Trust in physicians and medical institutions: A systematic review,” Milbank Quarterly, vol. 79, no. 4, pp. 613–639, Dec. 2001. https://doi.org/10.1111/1468-0009.00223
L. J. Kirmayer and D. Pedersen, “Toward a new architecture of global mental health,” Transcultural Psychiatry, vol. 51, no. 6, pp. 759–776, Dec. 2014. https://doi.org/10.1177/1363461514557202
L. K. Larkey and M. L. Hecht, “A model of salutogenic organization communication,” Health Communication, vol. 25, no. 6–7, pp. 517–526, Sep. 2010. https://doi.org/10.1080/10410236.2010.496834
C. D. Maier and S. Narayan, “Borderland identities and communication flows: A conceptual review,” International Journal of Communication, vol. 16, pp. 2140–2159, 2022.
M. D. Matsaganis, A. G. Golden, and M. E. Scott, Communication and Community: Trust, Participation, and Engagement in Public Health. New York: Routledge, 2016.
A. N. Miller and H. Kim, “Understanding stigma and message design in health communication,” Health Communication, vol. 36, no. 4, pp. 421–431, Mar. 2021. https://doi.org/10.1080/10410236.2019.1700445
R. Parker and P. Aggleton, “HIV and AIDS-related stigma and discrimination: A conceptual framework,” Social Science & Medicine, vol. 57, no. 1, pp. 13–24, Jul. 2003. https://doi.org/10.1016/S0277-9536(02)00304-0
R. S. Sandoval and J. Smith, “Interpersonal communication practices in addiction recovery: A qualitative study,” Journal of Substance Use, vol. 25, no. 2, pp. 135–142, Mar. 2020. https://doi.org/10.1080/14659891.2019.1637708
D. A. Scheufele and D. Tewksbury, “Framing, agenda setting, and priming: The evolution of three media effects models,” Journal of Communication, vol. 57, no. 1, pp. 9–20, Mar. 2007. https://doi.org/10.1111/j.1460-2466.2006.00326.x
P. Schnell, “Stigma, responsibility, and moral communication: The social dynamics of addiction recovery,” Qualitative Health Research, vol. 29, no. 12, pp. 1720–1733, Oct. 2019. https://doi.org/10.1177/1049732319827085
T. L. Thompson, R. Parrott, and J. Nussbaum, The Routledge Handbook of Health Communication. New York: Routledge, 2011.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Haryati Haryati, Said Nuwrun Thasimmim

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















