Resiliensi Anak Disabilitas Korban Bullying: Tinjauan Psikologi Positif dan Perspektif Indigenous dalam Mengatasi Self-Helplessness

Authors

  • Yudha Tri Prasetya Universitas Mercu Buana Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.9159

Keywords:

Resiliensi, Disabilitas, Bullying, Learned Helplessness

Abstract

Anak dengan disabilitas memiliki kerentanan tinggi terhadap perundungan, baik dalam bentuk verbal, sosial, fisik, maupun digital. Pengalaman tersebut dapat menimbulkan learned helplessness, yaitu kondisi ketika korban merasa tidak berdaya, menerima stigma negatif, dan kehilangan keyakinan untuk mengubah keadaan. Artikel ini bertujuan mengeksplorasi mekanisme pembentukan resiliensi pada anak disabilitas korban perundungan melalui sintesis model PERMA dalam Psikologi Positif dan perspektif Indigenous Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur naratif dengan menelaah berbagai sumber ilmiah nasional dan internasional yang relevan mengenai perundungan, disabilitas, learned helplessness, resiliensi, kesejahteraan psikologis, serta nilai kearifan lokal. Hasil kajian menunjukkan bahwa resiliensi dapat dibangun melalui pendekatan menyeluruh yang mencakup dimensi kognitif, emosional, dan sosial. Pada dimensi kognitif, gaya atribusi pesimis perlu diputus melalui penguatan optimisme yang selaras dengan nilai tawakal, sehingga anak mampu melihat kegagalan sebagai pengalaman sementara dan tidak menentukan harga dirinya. Pada dimensi emosional, kebencian terhadap diri dapat ditransformasi menjadi penerimaan diri melalui nilai nrimo yang dimaknai sebagai kesadaran aktif untuk berdamai dengan kondisi diri tanpa menyerah pada keadaan. Pada dimensi sosial, isolasi korban dapat dikurangi melalui penguatan komunitas kolektif berbasis nilai guyub yang menekankan dukungan, keterhubungan, dan rasa memiliki. Sintesis antara pendekatan ilmiah modern dan kearifan lokal membuktikan bahwa pemulihan anak disabilitas korban perundungan memerlukan intervensi yang peka budaya, memberdayakan, dan berorientasi pada potensi unik individu. Artikel ini merekomendasikan pengembangan program intervensi di sekolah inklusi yang memadukan kesejahteraan psikologis, dukungan sosial, identitas budaya, partisipasi keluarga, pelatihan guru, dan lingkungan belajar aman agar anak mampu berkembang sebagai penyintas tangguh dalam kehidupan sekolah dan masyarakat inklusif.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abramson, L. Y., Seligman, M. E. P., & Teasdale, J. D. (2023). Learned helplessness inhumans: Critique and reformulation. Journal of Abnormal Psychology, 87(1), 4974. doi:10.1037/0021-843X.87.1.49.

Abu Omar, D., Kirkman, A., Scott, C., Babicova, I., & Irons, Y. (2024). Positive psychology interventions to increase self-esteem, self-efficacy, and confidence and decrease anxiety among students with dyslexia: A narrative review. Youth, 4(2), 835–853. https://doi.org/10.3390/youth4020055.

Asna, A., & Fitria, D. (2025). Psikologi agama dan kesehatan mental. Inovasi Pendidikan Nusantara, 6(1).

Damayanto, A., Prabawati, W., & Jauhari, M. N. (2020). Kasus bullying pada anak berkebutuhan khusus di sekolah inklusi. Jurnal Ortopedagogia, 6(2), 104–107.

Gindrich, P. A. (2021). Teachers’ ratings of students’ learning disabilities and self reported learned helplessness of Polish junior high school students. SAGE Open, 11(3), 215824402110318. https://doi.org/10.1177/21582440211031806.

Hafiz, M., Dwatra, F. D., & Rinaldi, R. E. S. (2023). Kontribusi self-esteem terhadap resiliensi pada remaja korban bullying di Kota Batusangkar. Journal of Psychology, 1(3), 68–77.

Hanim, M. A. F., Azizah, M. N., Novitasari, N., & Hapsari, K. S. (2023). Mengurai nrimo: Strategi coping budaya Jawa dalam menghadapi stres dan ketidakpastian. Habitus:Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi, 8(2), 80–94.

Ivanka, R., & Dewi, F. I. R. (2024). Dukungan sosial sebagai prediktor resiliensi remaja korban bullying. Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni, 8(2), 378–384.

Kim, U., Yang, K.-S., & Hwang, K.-K. (2006). Indigenous and cultural psychology: Understanding people in context. Springer. https://doi.org/10.1007/0-387-286624.

Kurniawan, K., Khoirunnisa, K., Mulyana, A. M., & Nur’aeni, Y. (2024). Building resilience: A qualitative analysis of bullying among children with disabilities from parental and teacher perspectives. Journal of Multidisciplinary Healthcare, 17, 1–12. https://doi.org/10.2147/JMDH.S450321.

Monita, D. M., Ariani, N. W. E. P., Juniantariani, N. L., Dewi, S. A. A. O., Pradnyani, A. A. B. D., Putri, I. N., & Sutrisna, K. D. P. S. (2025). Psikologi dalam pendidikan inklusi. Nilacakra.

Nugroho, D. A. (2017). Learned helplessness pada remaja yang mengalami visual impairment (Disertasi doktoral). Universitas Airlangga.

Peterson, C., & Seligman, M. E. P. (2004). Character strengths and virtues: A handbook and classification (Vol. 1). Oxford University Press. https://doi.org/10.1093/acprof:oso/9780195167016.001.0001.

Putra, E. M. (2022). Resiliensi anak penyandang disabilitas. PAUD Lectura: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 154–160.

Putri, W. Y., & Tarsidi, I. (2025). Implementasi program pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan resiliensi anak tunagrahita ringan di SLB Bina Sejahtera. JIIP–Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 8(7), 7334–7340.

Roziqi, M. (2018). Perlawanan siswa disabilitas korban perundungan: Sebuah studi fenomenologi. Jurnal Psikoedukasi dan Konseling, 2(2), 23–38.

Seligman, M. E. P. (2006). Learned optimism: How to change your mind and your life. Vintage.

Stein, B., Hoeft, F., & Richter, C. G. (2024). Stress, resilience, and emotional well-being in children and adolescents with specific learning disabilities. Current Opinion in Behavioral Sciences, 56, 101354. https://doi.org/10.1016/j.cobeha.2024.101354.

Wehmeyer, M. L. (2021). The future of positive psychology and disability. Frontiers in Psychology, 12, 790506. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2021.790506.

Wulandari, I. S., Wahyuwardhani, S., Sari, N. W., & Rahmadhani, Y. (2024). Pendekatan psikologi positif (emotional intelligence) untuk menciptakan lingkungan sekolah dasar bebas bullying. Observasi: Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi, 3(1), 93–102.

Zahro, A. L. Z., & Darmawanti, I. (2023). Resiliensi penyandang tuna daksa yang pernah mengalami bullying. Character: Jurnal Penelitian Psikologi, 10(1), 94–111.

Downloads

Published

28-05-2026

How to Cite

[1]
Y. T. Prasetya, “Resiliensi Anak Disabilitas Korban Bullying: Tinjauan Psikologi Positif dan Perspektif Indigenous dalam Mengatasi Self-Helplessness”, RIGGS, vol. 5, no. 2, pp. 5292–5300, May 2026.

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.