Konsep Analisis Wacana Teun A. van Dijk dan Norman Fairclough: Relevansinya terhadap Pembentukan Berpikir Kritis Siswa pada Lirik Lagu "Evaluasi" Karya Hindia

Authors

  • Deshy Putri Anggraini Universitas Sebelas Maret
  • Ani Rakhmawati Universitas Sebelas Maret

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.8723

Keywords:

Analisis Wacana Kritis, Berpikir Kritis, Hindia, Evaluasi, Pembelajaran Bahasa Indonesia

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan literasi kritis siswa dalam menganalisis teks nonformal serta kejenuhan terhadap media pembelajaran bahasa yang masih bersifat konvensional. Dalam konteks Kurikulum Merdeka, diperlukan inovasi pembelajaran yang dekat dengan pengalaman emosional siswa, salah satunya melalui pemanfaatan lirik lagu populer sebagai objek kajian linguistik. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi representasi kognisi sosial dan praktik sosiokultural dalam lirik lagu “Evaluasi” karya Hindia serta relevansinya terhadap pembentukan kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) yang mengintegrasikan model Teun A. van Dijk dan Norman Fairclough. Data dikumpulkan melalui teknik simak dan catat, kemudian dianalisis pada level mikro, kognisi sosial, dan konteks sosiokultural. Hasil penelitian menunjukkan adanya sepuluh data utama yang merepresentasikan kritik terhadap standar sosial toksik, normalisasi kegagalan, serta penguatan otonomi individu. Diksi seperti “mengevaluasi ragamu” dan “biasa saja” menggambarkan fenomena hustle culture dan budaya kompetisi penderitaan di media sosial. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan lirik lagu populer dapat mengubah posisi siswa dari sekadar penikmat seni menjadi pembaca kritis yang mampu mengungkap pesan ideologis dalam teks. Selain itu, penggunaan teks populer dalam pembelajaran Bahasa Indonesia terbukti mampu mendorong siswa menjadi lebih reflektif, empatik, dan mandiri dalam memahami fenomena sosial. Dengan demikian, integrasi budaya populer dalam pembelajaran menjadi langkah penting untuk menumbuhkan nalar kritis siswa di era modern.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amalia dkk. (2022). Metodologi Penelitian Kualitatif: Pendekatan Deskriptif dalam Analisis Kebahasaan.

Aulla dkk. (2024). Kreativitas Guru dalam Mengadaptasi Materi Pembelajaran dengan Tren Kontemporer.

Baskara, P. (2019). Lirik Lagu Evaluasi dalam Album Menari dengan Bayangan. Sun Eater.

Fauzan. (2024). Bahasa dan Perkembangan Identitas: Sebuah Tinjauan Linguistik.

Fitriani dkk. (2021). Solidaritas Sosial dalam Musik Populer Indonesia.

Hasanah. (2024). Representasi Keresahan Sosial dalam Musik Populer.

Hindia. (2019). Evaluasi [Audio Lagu]. Sun Eater.

Khairunisa. (2024). Analisis Makna Denotatif dan Konotatif dalam Lirik Lagu Sastra Kontemporer.

Khoningah & Fahyuni. (2024). Strategi Literasi Kritis: Transformasi Siswa sebagai Subjek Evaluatif.

Kurniawan. (2022). Struktur Wacana dan Narasi Identitas Inklusif dalam Musik.

Lathifah dkk. (2024). Keterkaitan Teks Lirik Lagu dengan Fenomena Sosial Masyarakat.

Lestari. (2023). Integrasi Budaya Populer dalam Kurikulum Bahasa untuk Literasi Kritis.

Mulyana. (2021). Analisis Wacana: Teori, Metode, dan Aplikasi pada Teks Populer.

Nurhasanah. (2021). Bahasa sebagai Instrumen Komunikasi Tidak Netral: Kajian Struktur Teks.

Pratama dkk. (2023). Psikologi Musik: Pengaruh Pilihan Kata terhadap Emosi Pendengar.

Putri dkk. (2024). Pengaruh Wacana Media Sosial terhadap Persepsi Jati Diri Remaja.

Ramadhan. (2022). Analisis Sosiokultural dan Relasi Kuasa dalam Wacana Masyarakat.

Saputra. (2023). Memicu Nalar Kritis Siswa melalui Analisis Aturan Sosial dalam Teks.

Sari & Purwati. (2024). Penerapan Media Berbasis Konteks Nyata dalam Meningkatkan Kemampuan Bernalar.

Sari. (2024). Literasi Berorientasi Pemecahan Masalah Sosial melalui Teks Kreatif.

Srimulyati. (2024). Lirik Lagu sebagai Dokumen Budaya: Struktur Bahasa dan Kognisi.

Sudaryanto. (2023). Metode dan Teknik Analisis Bahasa: Pengantar Penelitian Linguistik.

Wulandari. (2022). Refleksi melalui Teks Kreatif sebagai Kunci Literasi Kritis di Sekolah.

Wulandari. (2024). Efektivitas Lirik Lagu Kontemporer sebagai Media Pembelajaran Bahasa.

Zulfikar. (2022). Wacana dan Konteks Mental Individu dalam Analisis Kebahasaan.

---

Downloads

Published

18-05-2026

How to Cite

[1]
D. P. Anggraini and A. Rakhmawati, “Konsep Analisis Wacana Teun A. van Dijk dan Norman Fairclough: Relevansinya terhadap Pembentukan Berpikir Kritis Siswa pada Lirik Lagu ‘Evaluasi’ Karya Hindia”, RIGGS, vol. 5, no. 2, pp. 3497–3506, May 2026.

Issue

Section

Articles