Representasi Makna Budaya Feminisme Dalam Web Series Netflix Gadis Kretek (Analisis Semiotika Roland Barthes)
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.8710Keywords:
Representasi, Feminisme, Semiotika Roland Barthes, Web Series Netflix Gadis Kretek, PatriarkiAbstract
Ketidakadilan gender masih menjadi isu krusial dalam kehidupan sosial, terutama karena adanya stereotip negatif terhadap perempuan yang bersumber dari ideologi patriarki. Kondisi ini melahirkan gerakan feminisme hingga gerakan tersebut berkembang menjadi suatu budaya sebagai respons atas dominasi struktural yang menempatkan perempuan pada posisi subordinat. Feminisme merupakan gerakan yang lahir dari perjuangan perempuan dalam menuntut kesetaraan hak dan keadilan dengan laki-laki. Perlawanan terhadap stereotip perempuan akibat ideologi patriarki juga dapat direpresentasikan melalui media populer seperti web series, salah satunya melalui platform Netflix. Atas dasar itu, penelitian ini memilih web series Gadis Kretek sebagai objek kajian. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji representasi budaya feminisme pada tokoh perempuan dalam web series Netflix Gadis Kretek melalui pendekatan analisis semiotika Roland Barthes dengan model two orders of signification yang terdiri atas makna denotatif, konotatif, dan mitos. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh Dasiyah merepresentasikan budaya feminisme melalui keberanian melawan norma patriarki, kemandirian ekonomi, menunjukkan kebebasan berekspresi sebagai hak atas otonomi tubuhnya, dan keterlibatan dalam ranah maskulin seperti meracik saus kretek serta kemampuannya dalam memimpin usaha keluarga. Representasi feminisme tersebut berhasil dikaji melalui analisis semiotika Roland Barthes, yang menegaskan bahwa Gadis Kretek tidak hanya mengangkat sejarah industri kretek, tetapi juga menyuarakan perjuangan perempuan dalam menuntut kesetaraan gender. Artinya, Representasi budaya feminisme tersebut menegaskan bahwa Gadis Kretek tidak hanya mengangkat sejarah industri kretek, tetapi juga menyuarakan perjuangan perempuan dalam menuntut kesetaraan gender sekaligus memberikan kontribusi bagi diskursus feminisme di Indonesia.
Downloads
References
Abidin, A. R., & Abidin, M. (2021). URGENSI KOMUNIKASI MODEL STIMULUS ORGANISM RESPONSE (S-O-R) DALAM MENINGKATKAN KUALITAS
PEMBELAJARAN. Al-Iltizam: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 6(2), 74–90. Adella, S., Siahaan, E. M., Fazira, N. R., & Daulay, M. A. J. (2025). Eksistensi Perempuan Dalam Film Gadis Kretek: Kajian Feminisme Eksistensialis
Simone De Beauvoir. Jurnal Bastra (Bahasa Dan Sastra), 10(2), 612–632. https://bastra.uho.ac.id/index.php/journal
Bahry, S., Bailussy, W., Simabur, L. A., Kahar, S., & Suwarjito. (2024). Stereotip Masyarakat Asli Kao Terhadap Pendatang Trans Jawa ( Studi Komunikasi Antar Budaya di Desa Toliwang Kecamatan Kao Barat Kabupaten Halmahera Utara ). Jurnal Ilmiah Global Education, 5(2), 1670–1676. https://doi.org/10.55681/jige.v5i2.2667
Barsan, O. P., Dr. Hendra Alfani, M. I. K., & Septiana Wuladari, M. I. K. (2020). PERUBAHAN PILIHAN DALAM MENGAKSES TAYANGAN MEDIA INFORMASI DARI MEDIA STREAMING KE MEDIA DIGITAL ( STUDI KASUS PADA MASYARAKAT DESA LUNGGAIAN KECAMATAN LUBUK
BATANG KABUPATEN OGAN KOMERING ULU). Jurnal Komunikasi Dan Budaya, 01(02), 130–139. http://journal.unbara.ac.id/index.php/JKB/index
Devi, R. L., Sukanda, U. F., & Pradesti, A. (2024). Analisis Stimulus-Organism-Response dalam Komunikasi Persuasif Pendamping Program Pengembangan Karakter. Da’watuna: Journal of Communication and Islamic Broadcasting, 4(6), 2041–2047. https://doi.org/10.47467/dawatuna.v4i6.4895
Harahap, M. A., & Adeni, S. (2021). BAHASA DALAM KOMUNIKASI GENDER. Jurnal Profesional FIS UNIVED, 8(2), 7–13.
Mukminto, E. (2020). Hukum, Ideologi Patriarki, dan Kekerasan Sistematik Atas Perempuan—Suatu Kajian Žižekian. Nurani Hukum, 3(1), 1–13. https://doi.org/10.51825/nhk.v3i1.8566
Murtati. (2023). PERSEPSI MASYARAKAT KECAMATAN KUANTAN TENGAH TERHADAP PENGGUNAAN FINANCIAL TEKNOLOGI PADA BANK RIAU KEPRI SYARIAH CABANG PEMBANTU TELUK KUANTAN. Juhanperak, 4(1), 714–729.
Musfialdy, & Anggraini, I. (2020). Kajian Sejarah Dan Perkembangan Teori Efek Media. Jurnal Komunikasi Dan Bisnis, 8(1), 30–42. https://doi.org/10.46806/jkb.v8i1.639
Mustofa, M. B., Sujepri, A., Nurrohman, Mutoharoh, U., & Anggrain, V. (2022). Efek Perkembangan Komunikasi Massa Terhadap Pola Pikir dan Perilaki
Masyarakat di Era Society 5 . 0. Alamtara: Jurnal Komunikasi Dan Penyiaran Islam, 7(1), 16–26.
Muzakky, M. S. Al, Munggaran, S. M., Rabbani, M. G., & Syaifullah, A. R. (2023). Analisis Semiotika Ferdinand de Saussure pada Film “Srimulat: Hil Yang Mustahil – Babak Pertama.” Jurnal Idiomatik: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 6(2), 145–156. https://doi.org/10.46918/idiomatik.v6i2.2105
Nahda, L. M., Hariyadi, & Rizkidarajat, W. (2024). Analisis Semiotika Roland Barthes pada Representasi dan Konstruksi Sosial Perempuan dalam Serial Gadis Kretek. Jurnal Ilmu Sosial Humaniora Indonesia, 4(1), 113–131. https://doi.org/10.52436/1.jishi.164
Narti, S., Syaputra, D., & Yanto. (2024). Discrimination against women in film “ Gadis Kretek .” IJOBSOR: International Journal of Politics and Sociology Research, 12(2), 130–138.
Nasirin, C., & Pithaloka, D. (2022). Analisis Semiotika Konsep Kekerasan Dalam Film The Raid 2: Berandal. In JDMR: Journal of Discourse and Media Research (Vol. 1, Issue 1).
Nisa, A. H., Hasna, H., & Yarni, L. (2023). Persepsi. KOLONI: Jurnal Multidisiplin Ilmu, 2(4), 213–226. https://doi.org/10.31004/koloni.v2i4.568.
Novaldy, T., & Mahpudin, A. (2021). PENERAPAN APLIKASI DENGAN MENGGUNAKAN BARCODE DAN APLIKASI UNTUK LAPORAN PRESENSI KEPADA ORANG TUA. ICT Learning, 5(1), 1–9.
Novitasari, A. G., & Nur, F. A. (2022). Representasi Pola Komunikasi Orang Tua Tunggal Pada Film Yang Tak Tergantikan (2021). Komuniti : Jurnal Komunikasi Dan Teknologi Informasi, 14(1), 27–43. https://doi.org/10.23917/komuniti.v14i1.16113
Nurfajriani, W. V., Ilhami, M. W., Mahendra, A., Sirodj, R. A., & Afgani, M. W. (2024). Triangulasi Data Dalam Analisis Data Kualitatif. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(17), 826–833. https://doi.org/10.5281/zenodo.13929272
Nurjanah, H. C., Purbani, W., & Liliani, E. (2024). Pesan Moral dalam Film Love is Not Enough: Analisis Semiotika Roland Barthes. Jurnal Audiens, 5(3), 385–394. https://doi.org/10.18196/jas.v5i3.376
Nurmuzdalifah, S., Rahmawati, N. P., Fauziyah, I., Yuanda, B. T., Ardiansyah, T. B., & Nurhayati, E. (2023). Analisis Feminisme dalam Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. JBSI: Jurnal Bahasa & Sastra Indonesia, 3(2), 172–181. https://doi.org/10.47709/jbsi.v3i02.3294
Octavia, J., Rakhmad, W. N., & Widagdo, M. B. (2024). REPRESENTASI WOMEN EMPOWERMENT PADA TOKOH DASIYAH DALAM SERIAL NETFLIX
Thurfah Ilaa, D. (2021). Feminisme dan Kebebasan Perempuan Indonesia dalam Filosofi. Jurnal Filsafat Indonesia, 4.
Ulhaq, M. Z., Robing, & Syahraeni. (2023). Pengaruh Pesan Mitigasi Bencana Terhadap Perilaku Masyarakat Dalam Menghadapi Bencana Alam Di Daerah Rawan Bencana Kabupaten Gowa. MITZAL (Demokrasi, Komunikasi Dan Budaya) : Jurnal Ilmu Pemerintahan & Ilmu Komunikasi, 1(2), 80–92. https://doi.org/10.35329/mitzal.v8i1.4038
Widuri, A. W. P., Ahmadi, A., & Rengganis, R. (2024). Peran Perempuan Lokal Tokoh ”Jeng Yah” Terhadap Bisnis Kretek: Kajian Feminisme Ekonomi. Diskursus: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia, 7(1), 41–52. https://doi.org/10.30998/diskursus.v7i1.23286
Widyani, A., Saman, A., & Umar, N. F. (2023). Analisis Stereotip Gender dalam Pemilihan Karier: Studi Kasus pada Siswa Sekolah Menengah Pertama. Pinisi Journal of Art, Humanity & Sicial Studies, 3(1), 111–123.
Wijaya, G. S., & Lestari, E. D. (2023). Stereotipe Gender dalam Cerita Pendek Saya di Mata Sebagian Orang karya Djenar Maesa Ayu ( Kajian Feminisme ). ICONITIES (International Conference on Islamic Civilization and Humanities), 623–636.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nurul Zakiah, Elis Yulianti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















