Pengaruh Serat Eceng Gondok dalam Campuran Beton Self Compacting Concrete (SCC) terhadap Flowability dan Kuat Tekan

Authors

  • Aldy Rizaldy Universitas Islam Sultan Agung
  • Sandi Winanda Giardi Universitas Islam Sultan Agung
  • Antonius Antonius Universitas Islam Sultan Agung

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.8688

Keywords:

Self Compacting Concrete, Eceng Gondok, Slump Flow, Kuat Tekan, EFNARC

Abstract

Eceng gondok (Eichhornia crassipes) merupakan gulma air invasif yang melimpah dan sering dianggap sebagai limbah lingkungan, padahal memiliki kandungan serat selulosa tinggi yang berpotensi meningkatkan performa beton. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan serat eceng gondok terhadap sifat alir (flowability) dan sifat mekanik Self Compacting Concrete(SCC). Metode eksperimen laboratorium digunakan dengan variasi kadar serat eceng gondok sebesar 0%, 0,5%, 0,75%, dan 1% dari berat semen. Pengujian beton segar meliputi slump flow test, V-funnel test, dan L-box test mengacu pada standar EFNARC, sedangkan pengujian beton keras meliputi kuat tekan, kuat tarik belah, dan kuat lentur pada umur 7 dan 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan serat eceng gondok menurunkan nilai slump flow dari 700 mm (beton normal) menjadi 600–650 mm, serta meningkatkan waktu alir V-funnel hingga 12,48 detik pada kadar 0,5%. Meskipun demikian, seluruh variasi masih memenuhi kriteria EFNARC untuk filling ability, viscosity, dan passing ability. Pada pengujian mekanik, kuat tekan optimum umur 28 hari dicapai oleh variasi 0,5% sebesar 31,81 MPa, sedikit melampaui beton normal 31,44 MPa. Sebaliknya, kuat tarik belah dan lentur tertinggi tetap dihasilkan oleh beton normal, masing-masing 3,31 MPa dan 4,88 MPa. Penambahan serat di atas 0,5% cenderung menurunkan seluruh sifat mekanik secara signifikan, dengan penurunan kuat tekan hingga 33,68% pada kadar 1%. Disimpulkan bahwa penggunaan kadar serat 0,5% merupakan komposisi paling efektif dalam menjaga keseimbangan antara workability dan stabilitas kuat tekan, sekaligus menawarkan solusi potensial untuk pengelolaan limbah eceng gondok.

Downloads

Download data is not yet available.

References

N. Rahmawati, D. Sunarno, I. Ali, and A. Soeparlan, “Pengaruh Pemakaian Fly Ash Dan Tempurung Kelapa Terhadap Kuat Tekan Beton,” J. Tugas Akhir Tek. Sipil, vol. 5, no. 1, 2021.

R. A. Saluria, “Studi Karakteristik Beton Serat Eceng Gondok,” 2019.

M. I. Romadhon, S. Eri, and M. T. Romadhon, “Analisis Beton Self Compacted Menggunakan Semen PCC,” J. Tek. Sipil-Arsitektur, vol. 22, no. 1, 2023.

H. M. Okamura and M. Ouchi, “Self-Compacting Concrete,” J. Adv. Concr. Technol., vol. 1, pp. 5–15, 2003, doi: 10.3151/jact.1.5.

A. Junaidi and N. Oemiati, “Pemanfaatan Abu Eceng Gondok Sebagai Bahan Tambah Untuk Meningkatkan Kuat Tekan Beton,” vol. 7, no. 3, 2022.

S. M. Kavitha, G. Venkatesan, S. Avudaiappan, and E. I. Saavedra Flores, “Mechanical And Flexural Performance Of Self Compacting Concrete With Natural Fiber,” Rev. La Constr., vol. 19, no. 2, pp. 370–380, 2020, doi: 10.7764/rdlc.19.2.370.

M. Y. Khanafi and K. Wibowo, “Analisis Sifat-Sifat Mekanis Beton Self Compacting Concrete (SCC) Dengan Penambahan Filler Abu Eceng Gondok”.

D. Wongso, “Studi Perancangan Self-Compacting Concrete (SCC) Untuk Beton Berkekuatan Tinggi (High Performance Concrete) Dengan Metode ACI”.

Z. Zhou, J. Ahmad, and A. F. Deifalla, “Steel Fiber Reinforced Self-Compacting Concrete: A Comprehensive Review,” Int. J. Concr. Struct. Mater., vol. 17, no. 1, 2023, doi: 10.1186/s40069-023-00602-7.

A. M. Woldemariam, W. O. Oyawa, and S. O. Abuodha, “Viability of cellulose nanofibre powder and silica fume in self-compacting concrete rheology, hardened properties, and microstructure,” J. Build. Eng., vol. 86, 2024, doi: 10.1016/j.jobe.2024.108779.

E. D. Tombado, O. G. Dela Cruz, and E. J. Guades, “Evaluation of Water Hyacinth Ash, Extract, and Fiber in Concrete: A Literature Review BT - Proceedings of the 5th International Conference on Sustainable Civil Engineering Structures and Construction Materials,” Springer Nature Singapore, 2023. doi: 10.1007/978-981-99-6014-4_14.

S. Zuraidah, K. B. Hastono, E. Trisnawati, and S. Sumaryam, “Penggunaan Limbah Batang Eceng Gondok Untuk Beton Fiber,” Publ. Ris. Orientasi Tek. Sipil, vol. 4, no. 2, pp. 96–101, 2022, doi: 10.26740/proteksi.v4n2.p96-101.

M. Fauzin and I. R. Hepiyanto, “Pengaruh Penambahan Serat Eceng Gondok Pada Kuat Tekan Paving Block K-200,” 2019.

S. Jepriani, S. Alwi, and W. N. Sari, “Kuat Tekan Beton Self Compacting Concrete (SCC) Dengan Penambahan Kapur Gamping Dan Viscorete,” 2021.

M. M. Musdalifah, “Journal of Innovative and Creativity Universitas Muhammadiyah Parepare,” J. Innov. Creat., vol. 5, no. 2, 2025.

R. A. Saluria and E. Bachtiar, “Studi Karakteristik Beton Serat Eceng Gondok (Study Of The Characteristics On Water Hyacinth Fiber Concrete),” J. Apl. Tek. Dan Sains, vol. 2, no. 1, 2020.

Downloads

Published

11-05-2026

How to Cite

[1]
A. Rizaldy, S. W. Giardi, and A. Antonius, “Pengaruh Serat Eceng Gondok dalam Campuran Beton Self Compacting Concrete (SCC) terhadap Flowability dan Kuat Tekan”, RIGGS, vol. 5, no. 2, pp. 2021–2028, May 2026.

Issue

Section

Articles