Determinan Kemampuan Auditor dalam Mendeteksi Kecurangan (Fruad) dengan Pengalaman Auditor sebagai Variabel Moderasi

Authors

  • Eriena Daffina Puspa Universitas Muhammadiyah Jakarta
  • Rindu Ferdina Lestari Universitas Muhammadiyah Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.8687

Keywords:

Moral Reasoning, Tekanan Waktu, Skeptisme, Kemampuan Auditor dalam Mendeteksi Kecurangan (Fraud), Pengalaman Auditor

Abstract

Kemampuan auditor dalam mendeteksi kecurangan menjadi semakin krusial seiring meningkatnya praktik manipulasi laporan keuangan yang dapat menyesatkan pengguna informasi dan memengaruhi pengambilan keputusan ekonomi. Berbagai kasus kecurangan yang terjadi menunjukkan bahwa auditor dituntut untuk memiliki kemampuan yang memadai dalam mengidentifikasi indikasi fraud secara tepat dan profesional. Namun, penelitian terdahulu masih menunjukkan hasil yang tidak konsisten terkait pengaruh moral reasoning, tekanan waktu, skeptisme, serta pengalaman auditor terhadap kemampuan auditor dalam mendeteksi kecurangan. Ketidakkonsistenan hasil penelitian tersebut menunjukkan adanya research gap yang perlu dikaji lebih lanjut agar diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kemampuan auditor dalam mendeteksi kecurangan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris mengenai pengaruh moral reasoning, tekanan waktu, dan skeptisme terhadap kemampuan auditor dalam mendeteksi kecurangan, serta menguji peran pengalaman auditor sebagai variabel moderasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan populasi auditor yang bekerja pada Kantor Akuntan Publik di wilayah Jakarta Selatan berdasarkan direktori tahun 2025. Teknik pengambilan sampel menggunakan probability sampling melalui metode simple random sampling sehingga diperoleh 97 responden. Analisis data dilakukan menggunakan metode outer model, inner model, serta pengujian hipotesis dengan bantuan SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa moral reasoning, tekanan waktu, dan skeptisme berpengaruh signifikan terhadap kemampuan auditor dalam mendeteksi kecurangan. Selain itu, pengalaman auditor terbukti mampu memoderasi pengaruh moral reasoning dan skeptisme, namun tidak mampu memoderasi pengaruh tekanan waktu terhadap kemampuan auditor dalam mendeteksi kecurangan.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Eriena Daffina Puspa, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Program Studi Akuntansi

Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Universitas Muhammadiyah Jakarta

Rindu Ferdina Lestari, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Program Studi Akuntansi

Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Universitas Muhammadiyah Jakarta

References

D. Puryati, F. K. Aurellya, D. R. Aulia, and I. Ramadhan, “Fraud Pentagon Model dan Analisis Kecurangan Laporan Keuangan,” J. Ris. Akunt. dan Audit., vol. 11, no. 3, pp. 35–50, 2024, doi: 10.55963/jraa.v11i3.702.

I. Sudirman, “The Role of Moral Reasoning, Emotional Intelligence on Fraud Intention: Applied on Auditor Profession in Indonesia,” 2nd IECON| Int. Conf. Econ. Bus., no. 1989, pp. 33–45, 2024.

A. M. Primasatya, L. Kalangi, and H. Gamaliel, “Pengaruh Moral Reasoning, Pengalaman Kerja dan Beban Kerja terhadap Kemampuan Auditor dalam Mendeteksi Kecurangan (Studi pada Auditor di Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Sulawesi Utara dan Gorontalo),” J. Ris. Akunt. dan Audit. “GOODWILL,” vol. 13 (1), no. 15, pp. 38–51, 2022.

N. AgusSuyono and Zulaihah, “Pengaruh Moral Reasoning, Skeptisisme Professional, Akuntabilitas, Independensi Dan Due Professional Care Terhadap Kualitas Audit,” Jamasy J. Akuntansi, Manaj. Perbank. Syariah, vol. 3, no. April, pp. 28–41, 2023.

E. Zuhrotun, “Pentingnya Transparansi dalam Akuntansi Manajerial: Kasus Wanaartha Life,” Kompasiana. [Online]. Available: https://www.kompasiana.com/erlinzuhrotun5044/670cf6d534777c552525a4b2/pentingnya-transparansi-dalam-akuntansi-manajerial-kasus-wanaartha-life

A. F. Avriandi, A. N. Asyifa, G. T. Sari, M. D. Dinanti, S. A. Maharani, and H. Manurung, “Analisis Audit Kasus Manipulasi Laporan Keuangan PT Wanaartha Life Tahun 2023,” J. Akuntan Publik, vol. 1, no. 4, pp. 274–281, 2023, doi: 10.59581/jap-widyakarya.v1i4.1860.

S. Robi’ah and S. Trisnaningsih, “Analysis Of Professional Ethics Violations At Anderson and Public Accounting Firm Indonesia,” Int. J. Econ. Manag. Account., vol. 2, no. 1, pp. 13–20, 2025, doi: 10.61132/ijema.v2i1.291.

G. M. Tama, I. A. G. D. E. Pradnyani, and M. K. Koswara, “Pengaruh Komitmen Profesional , Moral Reasoning dan Budaya Organisasi Terhadap Keputusan Etis Auditor Independen,” J. Ilm. Manajemen, Ekon. dan Akunt., vol. 4, no. 1, pp. 1–12, 2024.

T. G. Mandalika and V. S. E. Janrosl, “Pengaruh Skeptisme Profesional, Beban Kerja dan Tekanan Waktu Terhadap Kemampuan Auditor Mendeteksi Kecurangan (Fraud) Pada Kantor Akuntan Publik Batam,” Pros. Semin. Nas. Ilmu Sos. dan Teknol., vol. 5, no. September, pp. 322–328, 2023, doi: 10.33884/psnistek.v5i.8100.

A. Prasetya, Afrizal, and W. E. Putra, “Skeptisme Profesional Sebagai Variabel Intervening Hubungan Kompetensi Auditor, Tekanan Waktu Dan Keahlian Forensik Terhadap Kemampuan Auditor Mendeteksi Kecurangan,” J. Akunt. Trisakti, vol. 10, no. 2, pp. 249–272, 2023, doi: 10.25105/jat.v10i2.16913.

R. I. Savitri, “Pengaruh Pengalaman Auditor, Beban Kerja dan Tekanan Waktu Terhadap Kemampuan Auditor Mendeteksi Kecurangan (Survey Pada Auditor Yang Bekerja Pada Kantor Akuntan Publik Di Surabaya),” Soetomo Account. Riview, vol. 1, no. 3, pp. 394–414, 2023.

D. Larasati, “Determinan Kemampuan Auditor dalam Mendeteksi Kecurangan,” J. Locus Penelit. dan Pengabdi., vol. 1, no. 8, pp. 626–636, 2022, doi: 10.58344/locus.v1i8.286.

P. Steve and Yuniarwati, “Kasus eFishery dan Pertaruhan Etika Profesi Akuntan serta Auditor,” Kompasiana. [Online]. Available: https://www.kompasiana.com/petersteve5386/680dd3cc34777c198d4d6f82/kasus-efishery-dan-pertaruhan-etika-profesi-akuntan-serta-auditor?page=all&utm_source=chatgpt.com

A. N. Nikmah, D. S. Safrina, N. Khofidhotul, R. D. Lestari, and D. N. Misidawati, “Analisis Kasus Pelanggaran Etika Akuntan Pada Perusahaan E-Fishery Dalam Perspektif Maqashid Syariah,” Ekonosfera J. Ekon. Akuntansi, Manajemen, Bisnis dan Tek. Glob., vol. 1, no. 2, pp. 94–104, 2025, doi: 10.63142/ekonosfera.v1i2.170.

I. Aziza, M. Ahyaruddin, and D. H. Anriva, “Pengaruh Pengalaman Kerja, Skeptisme Profesional Dan Tekanan Waktu Terhadap Kemampuan Auditor Dalam Mendeteksi Kecurangan,” J. Akunt., vol. 6, no. 1, pp. 1–22, 2020, doi: 10.30598/jak.6.1.1-22.

R. Sinaga, A. Putri, and D. Fionasari, “Pengaruh Skeptisme Profesional, Independensi Dan Pengalaman Auditor Terhadap Kemampuan Auditor Dalam Mendeteksi Kecurangan (Studi Kasus Pada Kantor Akuntan Publik di Kota Pekanbaru),” J. Akunt. Ilm., vol. 5, no. 1, pp. 789–806, 2024.

A. F. Adisaputri, “Auditor’S Ability To Detect Fraud Through Experience, Competence, and Professional Skepticism With Commitment To Ethic As a Moderating Factors,” J. Econ. Bussines Account., vol. 7, no. 5, pp. 3948–3959, 2024, doi: 10.31539/costing.v7i5.11441.

D. P. Sari and A. Afrida, “Mora L Reasoning Internal Auditor , Dukungan Manajemen Senior , Dan Motivasi Terhadap Efektivitas Audit Internal,” Akunt. dan Bisnis, vol. 6, no. 1, pp. 83–96, 2021.

L. Handke and L. Barthauer, “Heider, Fritz (1958),” no. 1958, pp. 259–260, 2019.

I. Aziza, M. Ahyaruddin, and D. H. Anriva, “Pengaruh Pengalaman Audit, Skeptisme Profesional, dan Tekanan Waktu Terhadap Kemampuan Auditor Dalam Mendeteksi Kecurangan,” SNEBA Pros. Semin. Nas. Ekon. Bisnis Akunt., vol. 3, pp. 56–69, 2023, doi: 10.30598/jak.6.1.1-22.

R. Biki and Ariawan, “Pengaruh Skeptisme Profesional dan Pengalaman Auditor Terhadap Kemampuan Auditor Dalam Mendeteksi Kecurangan,” SEIKO J. Manag. Bus., vol. 5, no. 2, pp. 639–699, 2022, doi: 10.37531/sejaman.vxix.353.

R. R. Wiharti and N. Novita, “Dampak Penerapan Akuntansi Forensik dan Audit Investigasi dalam Mendeteksi Fraud Pengadaan Barang / Jasa,” vol. 10, no. 2, pp. 115–125, 2020.

F. Ruslan, A. Wawo, and R. Aditiya, “Pengaruh Whistleblowing System Dan Moral Reasoning Dalam Pengungkapan Fraud Keuangan Dengan Pemahaman Amar Ma’Ruf Nahi Mungkar Sebagai Variabel Moderasi,” ISAFIR Islam. Account. Financ. Rev., vol. 3, no. 1, pp. 21–39, 2022, doi: 10.24252/isafir.v3i1.29793.

M. Horri and Y. Aulia, “The Influence Of Audit Experience, Workload, And Time Pressure On Auditor’s Abiity To Detect Fraud (Case Study of Auditors who Work at KAP Surabaya),” J. Anal. Akunt. dan Perpajak., vol. 5, no. 2, pp. 209–221, 2021, doi: 10.25139/jaap.v5i2.4211.

Y. H. Lambe, Kartini, and A. Indrijawati, “Pengaruh skeptisme kompetensi dan independensi terhadap kemampuan auditor mendeteksi kecurangan dengan pengalaman audit sebagai variabel moderasi,” J. Manag. SEIKO, vol. 5, no. 2, pp. 460–489, 2022, [Online]. Available: https://pusdiklatwas.bpkp.go.id

Y. K. Shanti and S. S. Kusumawardhany, “Pengaruh Tekanan Waktu dan Beban Kerja Terhadap Pendeteksian Kecurangan Dengan Pengalaman Kerja Sebagai Pemoderasi,” Edunomika, vol. 09, no. 02, pp. 1–16, 2025.

B. T. Yuwono and H. Sarwoko, “Factors Influencing An Auditor ’ s Ability To Detect Fraud : The Role Of Auditor Experience As A Moderating Variable ( Empirical Study Of Public Accounting Firms In South Jakarta ),” J. Maneksi, vol. 14, no. 01, pp. 18–30, 2025.

Riskiani, P. K. A. Layuk, and S. Rofingatun, “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kemampuan Auditor Mendeteksi Kecurangan Dengan Moderasi Pengalaman Auditor,” J. Akuntansi, Audit Aset, vol. 7, no. 1, pp. 12–32, 2024.

Downloads

Published

16-05-2026

How to Cite

[1]
E. D. Puspa and R. F. Lestari, “Determinan Kemampuan Auditor dalam Mendeteksi Kecurangan (Fruad) dengan Pengalaman Auditor sebagai Variabel Moderasi”, RIGGS, vol. 5, no. 2, pp. 3364–3374, May 2026.

Issue

Section

Articles