Pengaruh Metode Jigsaw Terhadap Keaktifan Belajar Siswa Kelas V Pada Pembelajaran IPAS Di SDN 18 Entubah
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.8552Keywords:
Metode Jigsaw, Keaktifan Belajar, SDN 18 EntubahAbstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran, khususnya pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di sekolah dasar. Kurangnya keterlibatan siswa terlihat dari minimnya interaksi, rendahnya keinginan bertanya, serta terbatasnya partisipasi dalam diskusi kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana penerapan metode pembelajaran Jigsaw dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa kelas V di SDN 18 Entubah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis eksperimen melalui desain One-Group Pretest-Posttest. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas V yang berjumlah 13 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket yang mengukur indikator keaktifan belajar serta dokumentasi sebagai data pendukung. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata skor keaktifan belajar siswa pada tahap awal (pretest) sebesar 25,23 dan mengalami peningkatan menjadi 32,07 pada tahap akhir (posttest). Peningkatan ini menunjukkan adanya perubahan positif setelah penerapan metode Jigsaw dalam pembelajaran. Pengujian hipotesis menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test menghasilkan nilai signifikansi (Asymp. Sig. 2-tailed) sebesar 0,001, yang lebih kecil dari 0,05, sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah perlakuan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran Jigsaw berpengaruh signifikan dan efektif dalam meningkatkan keaktifan belajar siswa. Metode ini mampu mendorong interaksi, kerja sama, serta tanggung jawab individu dalam kelompok. Oleh karena itu, disarankan bagi guru untuk mengimplementasikan metode Jigsaw sebagai alternatif strategi pembelajaran IPAS yang lebih inovatif dan partisipatif.
Downloads
References
Amelia, A., Adisel, & Gilang. (2025). Penerapan metode Jigsaw pada pembelajaran IPAS di SDN 78 Kota Bengkulu.
Aronson, E., & Patnoe, S. (2011). Cooperation in the classroom: The Jigsaw method (3rd ed.). Pinter & Martin.
Huda, M. (2014). Cooperative learning: Metode, teknik, struktur, dan model penerapan. Pustaka Pelajar.
Kemendikbudristek. (2022). Buku panduan guru Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD/MI kelas IV. Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
Lie, A. (2008). Cooperative learning: Mempraktikkan cooperative learning di ruang-ruang kelas. Grasindo.
Rahmawati, D. P., Rahmawati, F. P., & Widodo. (2023). Penerapan model Jigsaw untuk meningkatkan keaktifan belajar IPS siswa sekolah dasar.
Rusman. (2014). Model-model pembelajaran: Mengembangkan profesionalisme guru (Edisi ke-2). Rajawali Pers.
Sanjaya, W. (2016). Strategi pembelajaran berorientasi standar proses pendidikan. Kencana.
Sardiman, A. M. (2011). Interaksi dan motivasi belajar mengajar. Rajawali Pers.
Slavin, R. E. (2015). Cooperative learning: Teori, riset, dan praktik. Nusa Media.
Sudjana, N. (2014). Dasar-dasar proses belajar mengajar. Sinar Baru Algensindo.
Sugiyono. (2020). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Suprijono, A. (2013). Cooperative learning: Teori dan aplikasi PAIKEM. Pustaka Pelajar.
Trianto. (2010). Model pembelajaran terpadu: Konsep, strategi, dan implementasinya dalam KTSP. Bumi Aksara.
Syahroni, M. I. (2022). Prosedur penelitian kuantitatif dalam pendidikan. E-Jurnal Al Musthafa, 2(3), 43–56.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Junita Br Ginting; Fransisco Adam

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















