Makna Diam Dalam Konflik Interpersonal Perspektif Pelaku Silent Treatment Dalam Hubungan Pacaran

Authors

  • Chatarina Jesse Intan Faustine Universitas Mercu Buana Yogyakarta
  • Katrin Narwas Rakhmasias Universitas Mercu Buana Yogyakarta
  • Farah Zuhaida Fatkhurrahman Putri Universitas Mercu Buana Yogyakarta
  • Kartika Astriana Dian Prabarani Universitas Mercu Buana Yogyakarta
  • Airin Rosiana Kristi Universitas Mercu Buana Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.8476

Keywords:

Silent Treatment, Komunikasi Interpersonal, Hubungan Pacaran

Abstract

Penelitian ini mengkaji makna diam dalam konflik interpersonal dari perspektif pelaku silent treatment dalam hubungan pacaran. Konflik dalam hubungan pacaran dipahami sebagai kondisi yang wajar terjadi karena adanya perbedaan kebutuhan, harapan, emosi, dan cara komunikasi antar pasangan. Dalam situasi tertentu, konflik tidak selalu diselesaikan melalui percakapan terbuka, tetapi justru melalui tindakan menarik diri dari komunikasi. Salah satu bentuknya adalah silent treatment, yaitu perilaku sengaja tidak merespons, mengabaikan pesan, menghindari pertemuan, atau membatasi interaksi dengan pasangan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana pelaku memaknai tindakan diam, motif yang melatarbelakanginya, serta makna emosional yang muncul dari perilaku tersebut. Kajian ini menggunakan landasan teori komunikasi interpersonal, komunikasi nonverbal, konflik relasional, perspektif psikologis, dan dinamika kekuasaan dalam hubungan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi, karena penelitian berfokus pada pengalaman subjektif partisipan secara mendalam. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap individu yang pernah melakukan silent treatment dalam hubungan pacaran. Pemilihan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling agar data yang diperoleh sesuai dengan fokus penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diam tidak hanya dimaknai sebagai upaya menenangkan diri dan mengatur emosi, tetapi juga sebagai cara menghindari konflik, menyampaikan kekecewaan, memberi hukuman emosional, serta mengendalikan pasangan. Dengan demikian, silent treatment memiliki makna yang kompleks. Di satu sisi, diam dapat dianggap sebagai bentuk perlindungan diri, tetapi di sisi lain dapat menimbulkan jarak emosional, kesalahpahaman, rasa tidak aman, dan ketimpangan relasi dalam hubungan pacaran. Temuan ini menegaskan perlunya komunikasi yang lebih terbuka, jujur, dan setara agar konflik tidak berkembang menjadi pola hubungan yang merugikan pasangan keduanya.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agarwal, S., & Prakash, N. (2022). When silence speaks: Exploring reasons of silent treatment from perspective of source. International Journal of Trend in Scientific Research and Development, 6(3), 1458-1472.

Christou, P. A. (2023). How to use thematic analysis in qualitative. January. https://doi.org/10.4337/jqrt.2023.0006

Dubey, A., Kumar, R., & Srivastava, A. (2026). Antecedents and consequences of silent treatment in close adult relationships : a systematic review. February. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2026.1659694

Hudaya, A. G. R., Suhendar, F. A., & Nurfalah, F. (2025). Passive Communication and the Silent Treatment in Social Relations of Adolescents in Cirebon City. Journal of World Science, 4(7), 1012-1022.

Ilmiah, J. R., Dewasa, P., Studi, M., & Angkatan, U. L. (2025). SENTRI : Realitas Silent Treatment dalam Hubungan Interpersonal Berpacaran pada. 4(11), 3039–3045.

Kipling D. Williams, Wendelyn J. Shore, and J. E. G. all authors and affiliations. (1998). The Silent Treatment: Perceptions of its Behaviors and Associated Feelings. 1(2). https://doi.org/https://doi.org/10.1177/1368430298012002

Lim, W. M. (2025). What Is Qualitative Research ? An Overview and Guidelines. https://doi.org/10.1177/14413582241264619

Lindberg, E., Nilsson, C., & Palmér, L. (2019). Qualitative thematic analysis based on descriptive phenomenology. September 2018, 733–739. https://doi.org/10.1002/nop2.275

Maghfirah, S. (2025). LIVING IN A FATHERLESS FAMILY: A DESCRIPTIVE QUALITATIVE STUDY ON CHILDREN’S MENTAL AND EMOTIONAL WELL-BEING. Indonesia Journal of the World, 2(5), 187-194.

Soma, C. S., Wampold, B. E., Flemotomos, N., Peri, R., Narayanan, S., Atkins, D. C., & Imel, Z. E. (2023). The silent treatment? Changes in patient emotional expression after silence. Counselling and psychotherapy research, 23(2), 378-388.

Suparna, P., & Wijaya, E. (2025). Literasi Emosional dan Pola Silent Treatment dalam Komunikasi Interpersonal Pada Generasi Z Kota Denpasa. 10(10), 8935–8946.

Tarafdar, S. (2025). SILENT TREATMENT AS A FORM OF EMOTIONAL MANIPULATION: PSYCHOLOGICAL IMPACT AND RELATIONAL CONSEQUENCES. PSYCHOLOGY OF EMOTIONAL MANIPULATION: POWER, CONTROL, AND RESISTANCE, 95.

Wang, Q., Fink, E. L., & Cai, D. A. (2012). The Effect of Conflict Goals on Avoidance Strategies : What Does Not Communicating Communicate ? 38, 222–252. https://doi.org/10.1111/j.1468-2958.2011.01421.x

Weinstein, N., Mark, N., & Raymond, A. C. (2024). Intimate sounds of silence : its motives and consequences in romantic relationships. Motivation and Emotion, 48(3), 295–320. https://doi.org/10.1007/s11031-024-10078-x

Zhu, Q. (2025). The Art of “ Silence ” in Interpersonal Communication. 15(1), 69–77. https://doi.org/10.4236/ojml.2025.151005

Downloads

Published

05-05-2026

How to Cite

[1]
C. J. I. Faustine, K. N. Rakhmasias, F. Z. F. Putri, K. A. D. Prabarani, and A. R. Kristi, “Makna Diam Dalam Konflik Interpersonal Perspektif Pelaku Silent Treatment Dalam Hubungan Pacaran”, RIGGS, vol. 5, no. 2, pp. 787–794, May 2026.

Issue

Section

Articles