Analisis Daerah Rawan Longsor Di Kabupaten Serang Menggunakan Metode Smorph (Slope Morphology)

Authors

  • Rahmawati Sasani Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Yuvita Oktarisa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i1.8343

Keywords:

Longsor, Bentuk Lereng, Kemiringan Lereng, Kerawanan, SMORPH

Abstract

Kabupaten Serang merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi tinggi terhadap bencana tanah longsor. Kondisi ini dipengaruhi oleh karakteristik topografi yang bervariasi, mulai dari dataran rendah hingga kawasan perbukitan dengan lereng yang curam. Variasi morfologi tersebut menyebabkan perbedaan tingkat kestabilan lahan, sehingga beberapa area menjadi lebih rentan terhadap pergerakan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memetakan tingkat kerawanan tanah longsor di Kabupaten Serang dengan menggunakan metode SMORPH (Slope Morphology), yang berfokus pada parameter bentuk lereng dan kemiringan lereng sebagai indikator utama potensi longsor. Dalam penelitian ini, pengolahan data dilakukan dengan memanfaatkan perangkat lunak ArcGIS 10.8. Peta kemiringan lereng dihasilkan menggunakan tools slope, sedangkan peta bentuk lereng diperoleh melalui tools curvature. Kedua peta tersebut kemudian dioverlay untuk menghasilkan peta tingkat kerawanan longsor berdasarkan klasifikasi matriks SMORPH. Pendekatan ini memungkinkan identifikasi wilayah rawan longsor secara lebih sistematis dan spasial. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Kabupaten Serang tergolong dalam kategori kerawanan longsor rendah dengan luas mencapai 107.670,74 hektar atau sekitar 73,47% dari total wilayah. Sementara itu, kategori kerawanan sedang mencakup luas 20.173,75 hektar atau sebesar 13,77%. Adapun wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi memiliki luas 8.701,82 hektar atau sekitar 12,76%. Daerah dengan kerawanan tinggi umumnya tersebar di Kecamatan Bojonegara, Mancak, dan Padarincang, yang didominasi oleh kemiringan lereng yang curam. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam upaya mitigasi bencana serta perencanaan tata ruang wilayah yang lebih aman dan berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agusman, R., Hayana, N. H., & Setiano, D. D. (2023). Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk pemetaan tingkat rawan longsor menggunakan metode skoring dan overlay di Kabupaten Serang, Banten . Jurnal Sains Geografi, 1(2), 1–10. https://doi.org/10.21009/jsg.v1i2.54950

Amukti, R., Mildan, D., Dinata, I. A., Isniarno, N. F., & Wijaksana, I. K. (2017). Identifikasi kerentanan longsor daerah pangalengan dengan metode slope morphology. Journal of Physical Science and Engineering, 2(1), 1-6.

Aulia, M., Karsono, B., & Dela, A. (2024). Teknik Pembuatan Peta Administrasi Pada Kota Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang. Jurnal MESIL (Mesin Elektro Sipil), 5(1), 42-49. https://doi.org/10.53695/jm.v5i1.993.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Serang. (2025). Kabupaten Serang Dalam Angka 2025. BPS. Kabupaten Serang.

Bayuaji, D. G., Nugraha, A. L., & Sukmono, A. (2016). ANALISIS PENENTUAN ZONASI RISIKO BENCANA TANAH LONGSOR BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (Studi Kasus : Kabupaten Banjarnegara). Jurnal Geodesi Undip, 5(1), 326-335. https://doi.org/10.14710/jgundip.2016.10604

Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Penataan Ruang. (2007). Pedoman penataan ruang kawasan rawan bencana longsor.

Effendi, A. D. (2008). Identifikasi kejadian longsor dan penentuan faktor-faktor utama penyebabnya di Kecamatan Babakan Madang Kabupaten Bogor (Doctoral dissertation, Institut Pertanian Bogor).

Faizana, F., Nugraha, A. L., & Yuwono, B. D. (2015). PEMETAAN RISIKO BENCANA TANAH LONGSOR KOTA SEMARANG. Jurnal Geodesi Undip, 4(1), 223-234. https://doi.org/10.14710/jgundip.2015.7669

Firdaus, M. I., & Yuliani, E. (2021). Kesesuaian lahan permukiman terhadap kawasan rawan bencana longsor. Jurnal Kajian Ruang, 1(2).

Ghifari, M. F., Suroso, S., & Munawir, A. A. (2015). Pengaruh Lebar Pondasi dan Jumlah Lapisan Geogrid Terhadap Daya Dukung Pondasi Pada Pemodelan Fisik Lereng Tanah Pasir Pada Sudut Kemiringan Lereng 56 (Doctoral dissertation, Brawijaya University).

Hardianto, A., Winardi, D., Rusdiana, D. D., Putri, A. C. E., Ananda, F., Djarwoatmodjo, F. S., ... & Gustav, F. (2020). Pemanfaatan Informasi Spasial Berbasis SIG untuk Pemetaan Tingkat Kerawanan Longsor di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Jurnal Geosains Dan Remote Sensing, 1(1), 23-31.

Hardiyatmo C.H. (2012). Tanah Longsor dan Erosi Kejadian dan Penanganan. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Haribulan, R., Gosal, P. H., & Karongkong, H. H. (2019). Kajian kerentanan fisik bencana longsor di kecamatan Tomohon Utara. Jurnal spasial, 6(3).

Harist, M.C., Afif, H.A., Putri, D.N. and Shidiq, I.P.A. (2018). GIS modelling based on slope and morphology for landslide potential area in Wonosobo, Central Java. MATEC Web of Conferences 229: 03004, doi: 10.1051/matecconf/201822903004.

Khairunnisa, N. F. (2023). IDENTIFIKASI WILAYAH RAWAN LONGSOR DI KABUPATEN BOGOR MENGGUNAKAN METODE SMORPH (Slope Morphology) TAHUN 2023 [SKRIPSI]. Universitas Negeri Jakarta.

Komputer. (2014). Permodelan SIG untuk Mitigasi Bencana. PT Elex Media Komputindo Jakarta.

Lasaiba, M. A. (2023). Sistem informasi geografi dan penginderaan jauh dalam pemetaan zona longsor lahan di kawasan terbangun. STRING (satuan tulisan riset dan inovasi teknologi), 7(3), 344-358.

Latue, P. C., Sihasale, D. A., & Rakuasa, H. (2023). Pemetaan Daerah Potensi Longsor di Kecamatan Leihitu Barat, Kabupaten Maluku Tengah, Menggunakan Metode Slope Morphology (SMORPH). INSOLOGI: Jurnal Sains Dan Teknologi Lisensi:, 2(3), 486–495. https://doi.org/10.55123/insologi.v2i3.1912

Lestari, S., Nugraha, A. L., & Firdaus, H. S. (2019). PEMETAAN RISIKO TANAH LONGSOR KABUPATEN SEMARANG BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS. Jurnal Geodesi Undip, 8(1), 160-169. https://doi.org/10.14710/jgundip.2019.22477

Muis, I., & Anwar, K. (2018). Model Kesiapsiagaan Masyarakat dalam Pengurangan Risiko Bencana Tanah Longsor di Desa Tugumukti, Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Asian Social Work Journal, 3(4), 19-30.

Muntohar, A. S. (2010). Tanah Longsor: Analisis-Prediksi-Mitigasi. In Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Naryanto, H.S. 2017. Analisis Kejadian Bencana Tanah Longsor di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah tanggal 12 Desember 2014. Jurnal Alami, Vol. 1 No. 1 tahun 2017: pp. 1-10.

Pakniany, Y., Latue, P. C., & Rakuasa, H. (2023). Pemetaan Daerah Rawan Longsor di Kecamatan Damer, Kabupaten Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku. Jurnal Altifani Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 1.

Permadi, M. G., Tjahjono, B., & Baskoro, D. P. T. (2018). Identifikasi daerah risiko bencana longsor di Kota Bogor. Jurnal Ilmu Tanah Dan Lingkungan, 20(2), 86–94. https://doi.org/10.29244/jitl.20.2.86-94

Perrina, M. G. (2021). Literature review sistem informasi geografis (SIG). Journal of Information Technology and Computer Science (JOINTECOMS), 10(10), 1-4.

Pitaloka, I. A., Suprayogi, A., & Nugraha, A. L. (2018). Identifikasi daerah rawan longsor dengan menggunakan Metode Smorph dan SIG (studi kasus : Kecamatan Semarang Barat). Jurnal Geodesi Undip, 7(4), 176–184.

Rakuasa, H., Supriatna, S., Tambunan, M. P., Salakory, M., & Pinoa, W. S. (2022). Analisis Spasial Daerah Potensi Rawan Longsor Di Kota Ambon Dengan Menggunakan Metode Smorph. Jurnal Tanah Dan Sumberdaya Lahan, 9(2), 213-221. https://doi.org/10.21776/ub.jtsl.2022.009.2.2

Ramdini, G. S., Kamalia, A., Puspitasari, G., Riyadin, R. F., & Hajril, R. U. K. (2024). ANALISIS GEOTEKNIS BENCANA LONGSOR DAN PERGERAKAN TANAH DI DUSUN SUKAMAJU DESA SUKAMAJU. JKDB: Jurnal Konservasi dan Budaya, 1(1), 83-89.

Rajagukguk, O. C., Turangan, A. E., & Monintja, S. (2014). Analisis Kestabilan Lereng dengan Metode Bishop (Studi Kasus: Kawasan Citraland sta. 1000m). Jurnal Sipil Statik, 2(3), 140867.

Ramdani, D., Kresnawati, D. K., & Apriyanti, D. (2021). Analisis dan Pembuatan Peta Daerah Potensi Longsor di Kabupaten Bogor Tahun 2019 Menggunakan Metode Pembobotan pada Sistem Informasi Geografis (Analysis and Map of the Potential Longsor Area at Bogor in 2019 Using Weighting Methods on Geographic Information System). Jurnal Teknik Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK, 21(2).

Sulistyo, B. (2016). Peranan Sistem Informasi Geografis Dalam Mitigasi Bencana Tanah Longsor. In Seminar Nasional Mitigasi Bencana Dalam Perencanaan Pengembangan Wilayah. (Vol. 10).

Sutrisnawati, N. K. (2018). Dampak bencana alam bagi sektor pariwisata di Bali. Jurnal Ilmiah Hospitality Management, 9(1), 57-66. https://doi.org/10.22334/jihm.v9i1.144

Shaw, & Johnson. (1995). Slope morphology model derived from digital elevation data. Department of Natural Resources.

Somae, G., Supriatna, S., Manessa, M. D. M., & Rakuasa, H. (2020). SMORPH Application for Analysis of Landslide Prone Areas in Sirimau District, Ambon City. Jurnal Ilmu Pendidikan, 7(2), 809–820.

Thywissen, K. (2006). Components of risk a comparative glossary. UNU-EHS Publications, Germany. https://doi.org/10.1093/iclqaj/24.3.577

Triwahyuni, L., Sobirin, S., & Saraswati, R. (2017, July). Analisis Spasial Wilayah Potensi Longsor dengan Metode SINMAP dan SMORPH di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. In Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar (Vol. 8, pp. 69-76). https://jurnal.polban.ac.id/ojs-3.1.2/proceeding/article/view/701

Van Zuidam, R. A. (1983). Guide to geomorphologic aerial photographic interpretation and mapping. 6. International Institute for Geo-Information Science and Earth Observation, Enschede, The Netherlands.

Verstappen, H. (2014). Geomorfologi Terapan. Penerbit Ombak.

Wekke, I. S. (2021). Mitigasi Bencana. Penerbit Adab.

Yuniarta, H., Saido, A. P., & Purwana, Y. M. (2015). Kerawanan Bencana Tanah Longsor Kabupaten Ponorogo. E-Jurnal Matriks Teknik Sipil, 3(1), 194–201.

---

Downloads

Published

30-04-2026

How to Cite

[1]
R. Sasani, Y. Ruhiat, and Y. Oktarisa, “Analisis Daerah Rawan Longsor Di Kabupaten Serang Menggunakan Metode Smorph (Slope Morphology)”, RIGGS, vol. 5, no. 1, pp. 15451–15459, Apr. 2026.