Hubungan Risiko Ergonomi, Keluhan Musculoskeletal Disorders, dan Kelelahan Kerja pada Pekerja Fabrikasi di PT.X

Authors

  • Jennifer Kristina Prajitno Universitas Airlangga
  • Yustinus Denny Ardyanto Wahyudiono Universitas Airlangga

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i1.8297

Keywords:

Risiko Ergonomi, REBA, MSDs, Kelelahan Kerja, Pekerja Fabrikasi

Abstract

Pekerjaan fabrikasi memiliki risiko ergonomi karena sering melibatkan postur kerja tidak netral, seperti membungkuk, menunduk, jongkok, menjangkau, dan mempertahankan posisi tertentu selama bekerja. Kondisi tersebut dapat berkontribusi terhadap keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) dan kelelahan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan risiko ergonomi dengan keluhan MSDs dan kelelahan kerja pada pekerja fabrikasi di PT X. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 20 pekerja fabrikasi yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Risiko ergonomi dinilai menggunakan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA), keluhan MSDs diukur menggunakan Nordic Body Map (NBM), dan kelelahan kerja diukur menggunakan kuesioner Industrial Fatigue Research Committee (IFRC). Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher’s Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pekerja berada pada kategori risiko ergonomi tinggi, yaitu 14 pekerja (70%). Keluhan MSDs paling banyak berada pada kategori tinggi, yaitu 9 pekerja (45%), sedangkan kelelahan kerja paling banyak berada pada kategori sedang, yaitu 10 pekerja (50%). Risiko ergonomi berhubungan secara bermakna dengan keluhan MSDs (p = 0,018) dan kelelahan kerja (p = 0,007; RR = 5,833). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi risiko ergonomi, semakin besar kemungkinan pekerja mengalami keluhan MSDs dan kelelahan kerja. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengendalian ergonomi melalui perbaikan postur kerja, penyesuaian alat kerja, peregangan, dan edukasi ergonomi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Azis, A. (2018). Faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan musculoskeletal disorders (MSDs) pada pekerja.

Akbar, T. M., Nugraha, A. E., & Cahyanto, W. E. (2023). Analisis postur tubuh pekerja di pabrik roti Riza Bakery menggunakan metode rapid entire body assessment (REBA). Journal of Integrated System, 6(1), 32–41.

BPJS Ketenagakerjaan. (2022). Statistik kasus kecelakaan kerja di Indonesia tahun 2022. Jakarta: BPJS Ketenagakerjaan.

Hakim, A. L., Amrullah, H. N., Resmi, F., & Asyhuri, A. V. (2025). Pengaruh postur kerja dan beban kerja fisik terhadap kelelahan kerja pada pekerja proyek konstruksi. Journal of Safety, Health, and Environmental Engineering, 3(2), 35–44.

Hignett, S., & McAtamney, L. (2000). Rapid entire body assessment (REBA). Applied Ergonomics, 31(2), 201–205. https://doi.org/10.1016/S0003-6870(99)00039-3

International Labour Organization. (2023). Safety and health at work. Geneva: International Labour Organization.

Kuorinka, I., Jonsson, B., Kilbom, A., Vinterberg, H., Biering-Sørensen, F., Andersson, G., & Jørgensen, K. (1987). Standardised Nordic questionnaires for the analysis of musculoskeletal symptoms. Applied Ergonomics, 18(3), 233–237. https://doi.org/10.1016/0003-6870(87)90010-X

Ramdan, I. M. (2019). Measuring work fatigue on nurses: A comparison between Indonesian version of Fatigue Assessment Scale (FAS) and Japanese Industrial Fatigue Research Committee (JIFRC) fatigue questionnaire. Jurnal Keperawatan Padjadjaran, 7(2), 143–153.

Ramdhani, I., Muflihat, S., & Anwar, F. (2025). Integrasi perancangan sistem kerja dan ergonomi. Penerbit NEM.

Rohmah, R. L., & Widanarko, B. (2025). Faktor risiko dan prevalensi gangguan muskuloskeletal pada bahu di sektor konstruksi: Literatur review. Jurnal Medika Nusantara, 3(2), 69–92.

Setyawati, T. W., Yusuf, A., & Wijaya, H. F. (2025). Kajian komprehensif penerapan ergonomi di berbagai sektor kerja di Indonesia. Jurnal Serambi Engineering, 10(3).

Suma’mur, P. K. (2021). Higiene perusahaan dan kesehatan kerja (Hiperkes). Jakarta: Sagung Seto.

Tarwaka. (2015). Ergonomi industri: Dasar-dasar pengetahuan ergonomi dan aplikasi di tempat kerja (Edisi ke-2). Surakarta: Harapan Press.

World Health Organization. (2022). Musculoskeletal health. Geneva: World Health Organization.

Worldailmi, E., Ulinuha, T. H., & Hertanta, B. (2025). Penerapan metode NBM, REBA, dan QEC untuk menurunkan risiko kerja di PT XYZ. Teknoin, 30(2), 49–62.

Zahra, A. A. (2026). Hubungan faktor individu dan postur kerja dengan keluhan musculoskeletal disorders pada pekerja pengolahan PTPN IV Kota Tebing Tinggi. Jurnal Kolaboratif Sains, 9(2).

Downloads

Published

30-04-2026

How to Cite

[1]
J. K. Prajitno and Y. D. A. Wahyudiono, “Hubungan Risiko Ergonomi, Keluhan Musculoskeletal Disorders, dan Kelelahan Kerja pada Pekerja Fabrikasi di PT.X”, RIGGS, vol. 5, no. 1, pp. 15674–15681, Apr. 2026.