Pemberdayaan Perempuan melalui Program Sekolah Perempuan di Desa Dauh Puri Kaja

Authors

  • Ni Nyoman Sariasih Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Wira Bhakti
  • Ni Nengah Karuniati Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Wira Bhakti
  • Cokorda Istri Mas Kusumaningrat Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Wira Bhakti

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i1.8152

Keywords:

Pemberdayaan Perempuan, Sekolah Perempuan, Kesetaraan Gender, Pemberdayaan Masyarakat, GEDSI

Abstract

Pemberdayaan perempuan merupakan upaya strategis dalam mewujudkan pembangunan yang berkeadilan gender, khususnya bagi perempuan marginal yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap sumber daya, partisipasi, dan ruang pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pemberdayaan perempuan melalui Program Sekolah Perempuan Srikandi di Desa Dauh Puri Kaja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan anggota Sekolah Perempuan, pendamping dari Bali Sruti, serta perwakilan pemerintah desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pemberdayaan perempuan berlangsung melalui tiga tahapan, yaitu tahap penyadaran, tahap transformasi kemampuan, dan tahap peningkatan kemampuan. Pada tahap penyadaran, perempuan mulai memahami pentingnya kesetaraan gender, hak-hak perempuan, kesehatan reproduksi, serta pentingnya keterlibatan dalam pembangunan desa. Pada tahap transformasi kemampuan, perempuan memperoleh pengetahuan, keterampilan advokasi, kepemimpinan, serta keberanian untuk berpartisipasi dalam forum publik. Selanjutnya, pada tahap peningkatan kemampuan, perempuan menunjukkan kemandirian melalui partisipasi aktif dalam pembangunan desa, pengelolaan kegiatan ekonomi seperti usaha kantin dan simpan pinjam, serta keterlibatan dalam advokasi komunitas. Program Sekolah Perempuan juga berkontribusi dalam memperkuat kapasitas organisasi perempuan di tingkat akar rumput. Namun demikian, keberlanjutan program masih menghadapi tantangan, terutama terkait kemandirian kelembagaan setelah berakhirnya pendampingan, keterbatasan sumber daya, serta perlunya penguatan dukungan pemerintah desa agar program dapat berkelanjutan dan memberikan dampak jangka panjang bagi pemberdayaan perempuan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abbasy, Khabib. (2021). Pemberdayaan Perempuan Melalui Program Batik Tulis. Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

Andriani. (2021) “Pemberdayaan Perempuan dalam Pemanfaatan Limbah Bekas Tali Kapal,” Jurnal Studi Ilmu Sosial dan Politik, 1(2), pp. 75–85. Available at: https://doi.org/10.35912/jasispol.v1i2.585.

Aloia, Pasquale dan Aloia. 2011. Pengertian Pola Pikir Menurut Para Ahli. http://library.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab2/2014-1-00714-PS%20Bab2001.pdf

Arikunto, Suharsimi. (2013). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Badan Pusat Statistik Kota Denpasar. (2025). Kota Denpasar dalam Angka 2025. Denpasar: BPS Kota Denpasar

Badan Pusat Statistik. (2021). Statistik politik: Keterwakilan perempuan di lembaga legislatif 2021. Jakarta: BPS.

Budianta, M. (2018). Gender dan transformasi sosial di Indonesia. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Eko, Sudarmanto, dkk. 2014. “Konsep Dasar Pengabdian Kepada Masyarakat Pembangunan dan Pemberdayaan”. Medan : Yayasan Kita Menulis.

Fang, C., Lundgren, K., Chen, L., & Zhu, C. (2004). Corrosion influence on bond in reinforced concrete. Cement dan concrete research, 34(11), 2159-2167.

Hamilton, R., Vohs, K. D., Sellier, A.-L., & Meyvis, T. (2011). Being of two minds: Switching mindsets exhausts self-regulatory resources. Organizational Behavior and Human Decision Processes, 115(1), hlm. 13–24.

Hanindito, Andi. 2011. Berdaya Bersama Perempuan Indonesia. Jakarta: Kementerian Sosial RI.

Haryanto, R. (2008) “Rehabilitasi Hutan Mangrove : Pelestarian Ekosistem Pesisir Pantai dan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir,” Karsa, 14(2), pp. 148–160.

Heeks, R., Foster, C. and Nugroho, Y. (2014) “New models of inclusive innovation for development,” Innovation and Development, 4(2), pp. 175–185. Available at: https://doi.org/10.1080/2157930x.2014.928982.

Heriyanto, P. (2018). Thematic Analysis sebagai Metode Menganalisa Data untuk. Anuva, 2(3), 317–324.

Iskandar, D.T., Sumartono, S. and Domai, T. (2016) “Evaluasi Program Pembinaan Dan Pengembangan Industri Kecil Dan Menengah Di Kabupaten Ponorogo,” JPSI (Journal of Public Sector Innovations), 1(1), p. 17. Available at: https://doi.org/10.26740/jpsi.v1n1.p17-22.

KAPAL Perempuan. (2020). Modul Sekolah Perempuan: Pendidikan kritis gender dan advokasi berbasis GEDSI. Jakarta: Yayasan KAPAL Perempuan.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. (2021). Panduan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA). Jakarta: KemenPPPA RI.

Komnas Perempuan. (2022). Catatan Tahunan Kekerasan terhadap Perempuan 2022. Jakarta: Komnas Perempuan.

Mardikanto, T., & Poerwoko Soebiato, H. (2017). Pemberdayaan masyarakat dalam perspektif kebijakan publik. Bandung: Alfabeta.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1984). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook (2nd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Misiyah, & Kasim, U. (2017). Sekolah Perempuan: Mengembangkan Kesadaran Kritis dan Kepemimpinan Perempuan. Jakarta: Institut KAPAL Perempuan.

Moleong, J. L. (2012). Metodologi Penelitian Kualitatif. PT. Remaja Rosdakarya.

Munthe, H.M. and Hafi, B. (2018) “Pemberdayaan Gender Pada Tokoh Adat Untuk Mendukung Peran Perempuan Dalam Pembangunan Desa,” Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), 1(2), pp. 60–65. Available at: https://doi.org/10.34007/jehss.v1i2.14.

Najiyati, S., Asmana, A., & Suryadiputra, I. N. (2005). Pemberdayaan Masyarakat di Lahan Gambut. Bogor: Wetlands International.

Nazir, M. (2013). Metode penelitian. Bogor: Ghalia Indonesia.

Robinson, K. (2008) Gender, Islam and democracy in Indonesia, Gender, Islam and Democracy in Indonesia. Available at: https://doi.org/10.4324/9780203891759.

Septiani, M. (2015) “Pengalaman Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (Pkbm) Dalam Memfasilitasi Masyarakat Belajar Sepanjang Hayat,” JIV-Jurnal Ilmiah Visi, 10(2), pp. 67–76. Available at: https://doi.org/10.21009/jiv.1002.1.

Sofiani, T. (2013) “Membuka Ruang Partisipasi Perempuan Dalam Pembangunan,” Muwazah, 1(1). Available at: https://doi.org/10.28918/muwazah.v1i1.280.

Soebiato, P. (2017). Pemberdayaan Masyarakat dalam Perspektif Kebijakan Publik. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Alfabeta.

Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Alfabeta.

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Alfabeta.

Sulistiyani, T. A. (2004). Kemitraan dan Model-Model Pemberdayaan. Pustaka Pelajar.

Suryakusuma, J. I. (2011). Sex, power and nation. Jakarta: Komunitas Bambu.

United Nations Development Programme. (2016). Human Development Report 2016: Human development for everyone. New York: UNDP.

United Nations Development Programme. (2016). Human Development Report 2016: Human development for everyone. New York: UNDP.

Downloads

Published

28-04-2026

How to Cite

[1]
N. N. Sariasih, N. N. Karuniati, and C. I. M. Kusumaningrat, “Pemberdayaan Perempuan melalui Program Sekolah Perempuan di Desa Dauh Puri Kaja”, RIGGS, vol. 5, no. 1, pp. 15185–15194, Apr. 2026.