Strategi Manajemen Risiko dan Mitigasi Bencana Erupsi Gunung Merapi: Analisis Efektivitas dan Tantangan Kebijakan Berbasis Komunitas

Authors

  • Elisa Sihombing Universitas Negeri Surabaya
  • Reza Mochammad Arief Rizky Universitas Negeri Surabaya
  • Eka Putri Aryanti Universitas Negeri Surabaya
  • Rhegita Zahrotul Aulia Universitas Negeri Surabaya
  • Faiqul Ashfa Universitas Negeri Surabaya
  • Fiorella Rafeyfa Prameswari Universitas Negeri Surabaya
  • Nuh Karma Hadianto Universitas Negeri Surabaya
  • M.Noer Falaq Al Amin Universitas Negeri Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i1.8108

Keywords:

Gunung Merapi, Manajemen Risiko Bencana, Mitigasi Bencana, Sistem Peringatan Dini, Pengurangan Risiko Bencana

Abstract

Gunung Merapi merupakan salah satu gunung berapi paling aktif di dunia yang terletak di perbatasan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Aktivitas vulkaniknya yang terjadi secara berulang telah menimbulkan berbagai dampak serius, baik berupa korban jiwa maupun kerugian material yang tidak sedikit. Kondisi tersebut menjadikan upaya pengelolaan risiko dan mitigasi bencana sebagai prioritas utama dalam rangka melindungi masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana. Tidak hanya itu, tingginya tingkat ancaman erupsi juga menuntut adanya strategi yang komprehensif, terencana, dan berkelanjutan agar dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan secara optimal. Kajian ini bertujuan untuk menelaah secara mendalam berbagai strategi manajemen risiko dan mitigasi bencana yang telah diterapkan di kawasan Gunung Merapi, sekaligus menilai tingkat efektivitas strategi tersebut dalam meredam dampak erupsi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian literatur dengan metode analisis deskriptif, yang bersumber dari berbagai publikasi ilmiah, laporan resmi pemerintah, serta regulasi yang relevan dengan penanggulangan bencana. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengelolaan risiko bencana di kawasan Merapi telah mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Hal ini ditandai dengan penguatan sistem deteksi dan peringatan dini, penyempurnaan zonasi kawasan rawan bencana, peningkatan peran aktif masyarakat lokal dalam kesiapsiagaan, serta terjalinnya sinergi yang lebih erat antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat. Dengan demikian, kajian ini memberikan kontribusi penting terhadap pengembangan tata kelola kebencanaan sebagai bentuk inovasi sektor publik, khususnya melalui penerapan model manajemen risiko berbasis komunitas yang berpotensi menjadi rujukan bagi wilayah lain di Indonesia yang menghadapi ancaman bencana serupa.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alexander, D. (2002). Principles of emergency planning and management. Oxford University Press.

Andreastuti, S., Subandriyo, J., Innocentin, F., & Harjono, H. (2019). Character of community response to volcanic crises at Merapi and Kelud volcanoes. Journal of Volcanology and Geothermal Research, 382, 298–310.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2012). Panduan desa/kelurahan tangguh bencana. BNPB.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2021). Indeks risiko bencana Indonesia 2021. BNPB.

Charbonnier, S. J., & Gertisser, R. (2008). Field observations and surface characteristics of pristine block-and-ash flow deposits from the 2006 eruption of Merapi Volcano. Journal of Volcanology and Geothermal Research, 177(4), 971–982.

Djalante, R., Holley, C., & Thomalla, F. (2012). Adaptive governance and managing resilience to natural hazards. International Journal of Disaster Risk Science, 2(4), 1–14.

Donovan, K., Suryanto, A., & Utami, P. (2012). Mapping cultural vulnerability in volcanic regions. Environmental Hazards, 11(4), 303–323.

Harrowfield, M., Lacey, J., & Durrant, B. (2010). Disaster preparedness planning in Indonesia. Asian Disaster Preparedness Center.

Kelman, I., & Mather, T. A. (2008). Living with volcanoes: The sustainable livelihoods approach for volcano-related opportunities. Journal of Volcanology and Geothermal Research, 172(3–4), 189–198.

Lavigne, F., Thouret, J. C., Voight, B., Suwa, H., & Sumaryono, A. (2000). Lahars at Merapi volcano, Central Java: An overview. Journal of Volcanology and Geothermal Research, 100(1–4), 423–456.

Lavigne, F., De Coster, B., Juvin, N., Flohic, F., Gaillard, J. C., Texier, P., Morin, J., & Sartohadi, J. (2008). People's behaviour in the face of volcanic hazards: Perspectives from Javanese communities. Journal of Volcanology and Geothermal Research, 172(3–4), 273–287.

Mei, E. T. W., Lavigne, F., Picquout, A., de Bélizal, E., Brunstein, D., Grancher, D., Sartohadi, J., Cholik, N., & Vidal, C. (2013). Lessons learned from the 2010 evacuations at Merapi volcano. Journal of Volcanology and Geothermal Research, 261, 348–365.

Newhall, C., Bronto, S., Alloway, B., Banks, N. G., Bahar, I., del Marmol, M. A., Hadisantono, R. D., & Wirakusumah, A. D. (2000). 10,000 years of explosive eruptions of Merapi Volcano. Journal of Volcanology and Geothermal Research, 100(1–4), 9–50.

Pelling, M. (2003). The vulnerability of cities: Natural disaster and social resilience. Earthscan.

Surono, Jousset, P., Pallister, J., Boichu, M., Buongiorno, M. F., Budisantoso, A., Costa, F., Andreastuti, S., Prata, F., Schneider, D., Clarisse, L., Humaida, H., Sumarti, S., Bignami, C., Griswold, J., Carn, S., Oppenheimer, C., & Lavigne, F. (2012). The 2010 explosive eruption of Java's Merapi volcano. Journal of Volcanology and Geothermal Research, 241–242, 121–135.

United Nations Office for Disaster Risk Reduction. (2015). Sendai Framework for Disaster Risk Reduction 2015–2030. UNDRR.

United Nations Office for Disaster Risk Reduction. (2019). Global assessment report on disaster risk reduction 2019. UNDRR.

Wisner, B., Blaikie, P., Cannon, T., & Davis, I. (2004). At risk: Natural hazards, people's vulnerability and disasters (2nd ed.). Routledge.

Downloads

Published

22-04-2026

How to Cite

[1]
E. Sihombing, “Strategi Manajemen Risiko dan Mitigasi Bencana Erupsi Gunung Merapi: Analisis Efektivitas dan Tantangan Kebijakan Berbasis Komunitas”, RIGGS, vol. 5, no. 1, pp. 14181–14188, Apr. 2026.