Analisis Asphalt Concrete – Wearing Course (AC-WC) dengan Substitusi Bahan Limbah Silica Sand dan Areca Catechu (Pinang)

Authors

  • Alfi Rihadatul Aisy Universitas Islam Sultan Agung
  • Vannya Segawati Universitas Islam Sultan Agung
  • Rachmat Mudiyono Universitas Islam Sultan Agung

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i1.8064

Keywords:

AC-WC, Karakteristik Marshall, Kulit Pinang, Pasir Silika Bangka

Abstract

Peningkatan pembangunan jalan meningkatkan kebutuhan material pada perkerasan lentur (Flexible Pavement), khususnya lapisan Asphalt Concrete – Wearing Course (AC-WC). Pembangunan infrastruktur jalan merupakan salah satu aspek penting dalam peningkatan konektivitas untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan mobilitas dari suatu daerah ke daerah yang lain. Keterbatasan bahan konvensional mendorong pemanfaatan silica sand Bangka dan kulit Areca catechu sebagai bahan substitusi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kadar substitusi terhadap karakteristik metode Marshall serta menentukan Kadar Aspal Optimum (KAO) melalui pengujian sifat reologi aspal guna mendukung perkerasan yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium. Variasi substitusi pasir silika Bangka sebesar 0%, 1%, 2%, dan 3% terhadap agregat halus, serta limbah kulit Areca catechu sebesar 0%, 0,4%, 0,8%, dan 1,2% sebagai filler. Pengujian dilakukan menggunakan metode Marshall untuk memperoleh parameter stabilitas, flow, VIM, VMA, VFA, Marshall Quotient (MQ), serta penentuan Kadar Aspal Optimum sebagai dasar evaluasi kinerja campuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi optimum diperoleh pada substitusi 2% pasir silika Bangka dan 1,2% limbah kulit Areca catechu. Pada variasi tersebut diperoleh nilai stabilitas 1092,96 kg, flow 3,54 mm, dan MQ 309,04 kg/mm, dengan seluruh parameter memenuhi persyaratan Spesifikasi Bina Marga 2025. Hal ini menunjukkan bahwa pemanfaatan kedua material substitusi mampu menghasilkan campuran AC-WC yang layak digunakan serta berpotensi menjadi alternatif material perkerasan yang lebih berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Achmad, F. (2015). Tinjauan Sifat-Sifat Agregat Untuk Campuran Aspal Panas (Studi Kasus Beberapa Quarry Di Gorontalo). Saintek, 5(1).

Darmawan Senolinggi, R., Budi Suparma, L., & Taufik Mulyono, A. (2023). Karakteristik AC-BC dengan Pasir Silika Bangka sebagai Agregat halus. Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia), 9(2), 105–114.

Direktorat Jenderal Bina Marga. (2025). SPESIFIKASI UMUM UNTUK PEKERJAAN KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN.

Liang, Y., Bai, T., Zhou, X., Wu, F., Chenxin, C., Peng, C., Fuentes, L., Walubita, L. F., Li, W., & Wang, X. (2023). Assessing the Effects of Different Fillers and Moisture on Asphalt Mixtures’ Mechanical Properties and Performance. Coatings, 13(2), 1–18. https://doi.org/10.3390/coatings13020288

Ma, Q., Guo, Z., Guo, P., Yang, F., & Li, H. (2021). Research on the viscosity-temperature properties and thermal stability of stabilized rubber powder modified asphalt. Sustainability (Switzerland), 13(24), 1–14. https://doi.org/10.3390/su132413536

Mudiyar, A. (2025). Pengaruh Penggunaan Abu Kulit Pinang Sebagai Filler Lapisan AC-WC Terhadap Karakteristik Marshall. Teknik Sipil : Universitas Islam Riau.

Mukhlis, Lusyana, Suardi, E., Sukri, D. R., & Sazama, A. (2023). Marshall Characteristics Of Asphalt Concrete – Wearing Course ( AC-WC ) With Substitution Of Silica Sand As Fine Aggregate. 12(2), 250–259.

Muliadi, Wesli, A. R. (2020). Pengaruh limbah serat kulit pinang terhadap serapan air dan kuat tekan pada paving block. 10(1), 49–58.

Nofrianto, H., Aprilio, Y., & Mulyati, M. (2025). Pengaruh Gradasi Agregat Terhadap Karakteristik Campuran Aspal Panas Ac-Wc Berdasarkan Pengujian Marshall. Jurnal Teknologi Dan Vokasi, 3(2), 141–153. https://doi.org/10.21063/jtv.2025.3.2.141-153

Nofrianto, H., & Dwi Astika, S. (2023). Kajian Pasir Silika Sebagai Agregat Halus Pada Campuran Asphalt Concrete Wearing Course (Ac – Wc) Berdasarkan Uji Marshall. Jurnal Teknologi Dan Vokasi, 1(2), 53–66. https://doi.org/10.21063/jtv.2023.1.2.53-66

Ramadhan, G. B., & Suparna, L. B. (2018). Pengaruh Penggunaan Pasir Kuarsa Pada Laston AC-WC Sebagai Pengganti Agregat Halus. 4(2), 91–104.

Renaldi, M. B., Mahyudin, A., Material, L. F., Fisika, J., Matematika, F., Alam, P., Andalas, U., Unand, K., & Manis, L. (2023). Pengaruh Penambahan Serat Pinang Terhadap Sifat Fisik dan Mekanik Papan Beton Ringan dengan Fly ash Sebagai Filler. 12(4), 584–590.

Rodji, A. P. (2024). PRINSIP-PRINSIP DASAR DESAIN PERKERASAN JALAN (Gita Puspa Artiani (ed.); 1st ed.). Lingkar Edukasi Indonesia.

Setyaningrum, D., & Anisa, Z. (2025). Analisis Struktur Kristal Silika (SiO₂) Pasir Pantai Dogolan Menggunakan Metode Rietveld. Jurnal Sains Dan Edukasi Sains, 8(1), 7–12. https://doi.org/10.24246/juses.v8i1p7-12

Sukirman, S. (2016). Beton Aspal Campuran Panas (Ketiga). Institut Teknologi Nasional.

Susilowati, A., & Wiyono, E. (2019). Variasi Kadar Filler Pada Campuran Beton Aspal Menggunakan Bahan Tambah Anti Stripping. Construction and Material Journal, 1(1), 12–20. https://doi.org/10.32722/cmj.v1i1.1324

Syahada, A. M., & Aula, L. K. (2024). Analisa Aspal Wearing Course (Ac-Wc) ModifikasiDengan Bahan Tambah Fly Ash (Substitusi AbuBatu) Dan Tanah (Substitusi Pasir).

Utami, A., Sastra, M., & Zulkarnain, Z. (2020). Abu Kulit Pinang Sebagai Pengganti Filler Pada Campuran AC-BC. Jurnal TeKLA, 2(1), 1. https://doi.org/10.35314/tekla.v2i1.1431

Zuhad, A., Setiawan, Y., Sulistyo, J. A., Rochim, A., Studi, P., Sipil, T., Islam, U., Agung, S., & Test, M. (2025). ANALISIS ASPHALT CONCRETE WEARING COURSE (AC-WC) DENGAN PENAMBAHAN ABU SEKAM PADI (RICE HUSK ASH) DAN ARANG KAYU UNTUK PERKERASAN JALAN. 05(03), 1593–1600.

Downloads

Published

23-04-2026

How to Cite

[1]
A. R. Aisy, V. Segawati, and R. Mudiyono, “Analisis Asphalt Concrete – Wearing Course (AC-WC) dengan Substitusi Bahan Limbah Silica Sand dan Areca Catechu (Pinang)”, RIGGS, vol. 5, no. 1, pp. 14428–14443, Apr. 2026.