Pemodelan Tata Kelola Perikanan Skala Kecil Berbasis Ecosystem Approach to Fisheries Management di Kabupaten Morowali
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v5i1.8000Keywords:
EAFM, Perikanan Skala Kecil, Maintain Existing Strategy, Rencana Perbaikan PerikananAbstract
Sebagai wilayah yang terletak dalam cakupan WPPNRI 714, Kabupaten Morowali memiliki kelimpahan sumber daya laut yang luar biasa dan menjadi tumpuan ekonomi utama bagi masyarakat pesisir di wilayah kepulauan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sekaligus memodelkan tata kelola perikanan skala kecil di Kabupaten Morowali dengan menggunakan pendekatan Ecosystem Approach to Fisheries Management (EAFM). Fokus penelitian mencakup tiga wilayah utama, yaitu Bungku Selatan, Sombori Kepulauan, dan Menui Kepulauan. Metode yang digunakan adalah pendekatan campuran (mixed methods) melalui survei terhadap 96 responden nelayan serta wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan kunci. Penilaian dilakukan pada enam domain utama: sumber daya ikan, habitat dan ekosistem, teknik penangkapan, sosial, ekonomi, serta kelembagaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa domain sumber daya ikan (2,17), habitat (2,33), teknik penangkapan (1,83), dan sosial (2,67) berada pada kategori sedang, sementara domain ekonomi (1,34) dan kelembagaan (1,67) berada pada kategori buruk. Sebagai solusi operasional, penyusunan Rencana Pengelolaan Perikanan (RPP) dilakukan dengan mengadopsi konsep Maintain Existing Strategy pada domain yang stabil serta manajemen kolaboratif yang mengintegrasikan data ilmiah dengan kearifan lokal nelayan ke dalam rencana aksi strategis untuk periode jangka menengah lima tahun. Diperlukan sinkronisasi kebijakan tata ruang lintas sektoral serta regulasi daerah yang khusus melindungi zona tangkap nelayan kecil untuk menjamin keberlanjutan ruang ekologis di tengah masifnya aktivitas industri.
Downloads
References
Adrianto, L., Matsuda, Y., & Sakuma, Y. (2011). Assessing local sustainability of fisheries system: a multi-criteria participatory approach with the case of Yoron Island, Kagoshima prefecture, Japan. Marine Policy, 25(4), 273-283. (Catatan: Prof. Luky Adrianto adalah tokoh perumus utama EAFM di Indonesia, mensitasi beliau sangat disarankan).
Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Morowali. (2025). Kabupaten Morowali dalam Angka 2025. BPS Kabupaten Morowali.
Bavinck, M., Chuenpagdee, R., Jentoft, S., & Kooiman, J. (Eds.). (2014). Governability of fisheries and aquaculture: Theory and applications. Springer.
Charles, A. T. (2001). Sustainable Fishery Systems. Blackwell Science: Oxford. (Buku "babon" alias kitab suci untuk sistem perikanan berkelanjutan).
Food and Agriculture Organization (FAO). (2003). The ecosystem approach to fisheries. FAO Technical Guidelines for Responsible Fisheries, No. 4, Suppl. 2. Rome: FAO.
Halim, A., Wiryawan, B., Loneragan, N. R., Hordyk, A., Sondita, M. F. A., White, A. T., ... & Yulianto, I. (2020). Developing a functional definition of small-scale fisheries in support of marine capture fisheries management in Indonesia. Marine Policy, 120, 104151.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). (2014). Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 18/PERMEN-KP/2014 tentang Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia. Jakarta.
Kurniawan, F., Adrianto, L., Bengen, D. G., & Prasetyo, L. B. (2021). Vulnerability assessment of small-scale fisheries to climate and socio-economic changes in the Coral Triangle Region. Ocean & Coastal Management, 205, 105565.
Kurniawan, R., Sudarmo, A. P., & Baskoro, M. S. (2021). Dampak aktivitas pertambangan nikel terhadap keberlanjutan perikanan tangkap di Kabupaten Morowali. Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan, 12(1), 45-58.
Muawanah, U., Pomeroy, R. S., & Surya, G. (2018). Revisiting the economics of coastal resources management in Indonesia. Marine Policy, 98, 30-38.
National Working Group on EAFM (NWG-EAFM). (2014). Modul Indikator untuk Penilaian Indikator Pendekatan Ekosistem dalam Pengelolaan Perikanan (Ecosystem Approach to Fisheries Management). Kementerian Kelautan dan Perikanan, WWF Indonesia, dan Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan IPB. Jakarta.
Pauly, D., & Zeller, D. (2016). Catch reconstructions reveal that global marine fisheries catches are higher than reported and declining. Nature communications, 7(1), 10244.
Pomeroy, R. S., Cinner, J. E., & Raakjær, J. (2011). Navigating governance networks for community-based conservation. In Marine Conservation (pp. 231-252).
Pomeroy, R., Parks, J., Mrakovcich, K. L., & LaMonica, C. (2015). Drivers and impacts of fisheries scarcity, competition, and conflict on maritime security. Marine Policy, 58, 21-30.
Satria, A. (2015). Pengantar Sosiologi Masyarakat Pesisir. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Aspar Erik; Nur Alim Erik

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















